Selasa, 04 Juni 2013

akibat pelupa(45)



                                           PELUPA Akan Kebaikan

Abu Yazid Albustomi merupakan salah satu sufi islam. Dalam kitab Ar Risalah Al Aliyah diceritakan bahwa awalnya beliau merupakan seorang yang pelupa terutama peluapa akan hal kebaikan.

Pada suatu ketika, ia pergi mendatangi ibundanya, untuk menanyakan sesuatu hal tentang kelupaannya terhadap sesuatu hal terutama kebaikan. “Ibunda, apakah ibunda ingat apa yang kau makan ketika kau mengandung atau menyusuiku?? memakan sesuatu hal yang haram maupun subhat (tidak diketahui halal atau haramnya)?” tanya Abu Yazid. “Sebelumnya aku minta maaf karena menanyakan hal yang seperti ini padamu. Ini semua tentang pelupanya diriku terhadap hal kebaikan.” jelas Abu Yazid.

Ibunda Abu Yazid berpikir tentang apa yang ditanyakan sang Sufi. Dan dijawablah pertanyaan itu, ” Begini anakku, dulu sewaktu aku mengandungmu aku pernah memakan secuil keju yang tergeletak di rumah si fulan. Dan karena aku mengidam maka aku makan secuil dari keju itu tanpa diketahui oleh pemiliknya.” jelas sang ibunda yang tenang dan penuh dengan penyesalan.

Setelah mendengar hal tersebut, Abu Yazid langsing bergegas menuju rumah si fulan pemilik keju itu. Sesampainya disana ia memohon maaf atas kekhilafan ibunya. “Sungguh aku mohom maaf atas kekhilafan ibuku sewaktu ia mengandungku, karena ia memakan secuil kejumu. Aku mohon maafkanlah ibuku..” rengek Abu Yazid. “Aku mohon padamu, maafkan Ibuku. Jika kau tak keberatan tetapkanlah berapa harga secuil keju itu dan aku bersedia untuk membayarnya..” kata Abu dengan memelas.

Si Fulan dengan tenang menjawab, ” Sungguh Abu, aku telah memaafkan ibumu dan aku juga sudah menghalalkan secuil keju itu..” jelas si Fulan.

Hati sang sufi sungguh lega dan bahagia karena kekhilafan ibunya sudah dapat dimaafkan. Sejak saat itulah ia tidak pernah lupa lagi dengan kebaikan. Dan anggota tubuhnya semakin ringan untuk menjalankan kebaikan.(Blogdetik.com)

JAKARTA  4/6/2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar