Rabu, 05 Oktober 2016

TANAH AIRKU


74.Renungan Siang !!!

*Cinta Tanah Kelahiran*

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻗَﺎﻝَ ﺟَﺎﺀَ ﺭَﺟُﻞٌ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ –
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻳُﻘَﺎﺗِﻞُ
ﺣَﻤِﻴَّﺔً ﻭَﻳُﻘَﺎﺗِﻞُ ﺷَﺠَﺎﻋَﺔً ﻭَﻳُﻘَﺎﺗِﻞُ ﺭِﻳَﺎﺀً ، ﻓَﺄَﻯُّ
ﺫَﻟِﻚَ ﻓِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻣَﻦْ ﻗَﺎﺗَﻞَ ﻟِﺘَﻜُﻮﻥَ
ﻛَﻠِﻤَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻫِﻰَ ﺍﻟْﻌُﻠْﻴَﺎ ، ﻓَﻬْﻮَ ﻓِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ‏»
Dari Abu Musa, ia berkata bahwa ada
seseorang yang pernah mendatangi Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia
berkata, ada seseorang yang berperang
(berjihad) untuk membela sukunya (tanah
airnya); ada pula yang berperang supaya
disebut pemberani (pahlawan); ada pula
yang berperang dalam rangka riya’ (cari
pujian), lalu manakah yang disebut jihad di
jalan Allah? Beliau shallallahu ‘alaihi wa
sallam pun bersabda, “ Siapa yang
berperang supaya kalimat Allah itu mulia
(tinggi) itulah yang disebut jihad di jalan
Allah .” (HR. Bukhari no. 7458 dan Muslim
no. 1904).
*Teladan Nabi Ibrahim as dan Nabi Muhammad saw Tentang Cintanya Kepada Negerinya*
Dalam QS. al-Baqarah ayat 126, Allah Swt. berfirman:
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﺭَﺏِّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﻫَٰﺬَﺍ ﺑَﻠَﺪًﺍ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻭَﺍﺭْﺯُﻕْ ﺃَﻫْﻠَﻪُ ﻣِﻦَ
ﺍﻟﺜَّﻤَﺮَﺍﺕِ ﻣَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ۖ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim As. berdoa: “Ya
Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman
sentosa, dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada
penduduknya yang beriman diantara mereka kepada
Allah dan hari kemudian.”
Nabi Ibrahim As. berdoa agar tanah airnya:
a) Menjadi negeri yang aman sentosa,
b) Penduduknya dilimpahi
rizki,
c) Penduduknya iman kepada Allah dan hari
akhir.
Dalam ayat yang lain yang serupa dengan ayat di atas
ada di QS. Ibrahim ayat 35:
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﺭَﺏِّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺒَﻠَﺪَ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻭَﺍﺟْﻨُﺒْﻨِﻲ ﻭَﺑَﻨِﻲَّ ﺃَﻥْ
ﻧَﻌْﺒُﺪَ ﺍﻷﺻْﻨَﺎﻡَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim As. berkata: “Ya
Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang
aman. Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari
menyembah berhala-berhala.”
Ini menunjukkan Nabi Ibrahim As. adalah seseorang
yang begitu mendalam mencintai tanah airnya.
Kemudian di dalam QS. an-Nahl ayat 123 kita
diperintah mengikuti millah (jejak) NabiI brahim As.:
ﺛُﻢَّ ﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺃَﻥِ ﺍﺗَّﺒِﻊْ ﻣِﻠَّﺔَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺣَﻨِﻴﻔًﺎ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad
Saw.): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.”
Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang
mempersekutukan Tuhan.”
*Dan ketika Nabi pertama sampai di Madinah*
beliau berdoa lebih dahsyat
ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺣَﺒِّﺐْ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ
ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔَ ﻛَﺤُﺒِّﻨَﺎ ﻣَﻜَّﺔَ ﺃَﻭْ ﺃَﺷَﺪَّ ‏(ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ – ﺝ 7 /
ﺹ 161 )
“Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah
seperti cinta kami kepada Makkah, atau
melebihi cinta kami pada Makkah” (HR al- Bukhari 7/161)
Al-Hafidz Ibn Hajar dalam Fath al-Bari juz 3 halaman
261, ketika mensyarahi hadits Imam Bukhari dari
sahabat Anas Ra.:
ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺪِﻡَ ﻣِﻦْ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﺄَﺑْﺼَﺮَ
ﺩَﺭَﺟَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺃَﻭْﺿَﻊَ ﻧَﺎﻗَﺘَﻪُ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺩَﺍﺑَّﺔً ﺣَﺮَّﻛَﻬَﺎ
“Adalah Rasulullah Saw. jika pulang dari bepergian
dan melihat dataran tinggi kota Madinah mempercepat
jalan untanya dan bila menunggang hewan lain beliau memacunya.”
Al-Hafidz Ibn Hajar berkata:
ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺩﻻﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﻓﻀﻞ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ، ﻭﻋﻠﻰ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺣﺐ
ﺍﻟﻮﻃﻦ ﻭﺍﻟﺤﻨﻴﻦ ﺇﻟﻴﻪ
“Dalam hadits tersebut menunjukkan tentang
keutamaanya kota Madinah, dan disyariatkannya cinta
tanah air dan rindu kepadanya.”
Di dalam kitab tafsir ar-Ruh al-Bayan, diriwayatkan
ketika turun surat al-Qashash ayat 85:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓَﺮَﺽَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻟَﺮَﺍﺩُّﻙَ ﺇِﻟَﻰٰ ﻣَﻌَﺎﺩٍ
Saat itu Nabi Saw. dilanda rasa rindu yang sangat
kepada kota Makkah, karena memang Makkah adalah kota kelahiran dan tempat tinggal beiau, negeri datuk- datuk dan kerabat-kerabat beliau serta kota datuk
utama beliau yaitu Sayyidina Ibrahim As. Sehingga ayat tersebut merupakan satu kabar gembira dari Allah
Swt. kepada Rasulullah Saw. dan suatu hal yang
benar-benar akan direalisasikan oleh Allah Swt.
Kemudian penulis kitab tafsir ar-Ruh al-Bayan ini
melanjutkan:
ﻭ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻻﻳﺔ ﺍﺷﺎﺭﺓ ﺍﻥ ﺣﺐ ﺍﻟﻮﻃﻦ ﻣﻦ ﺍﻻﻳﻤﺎﻥ
“Dan dalam pengertian, kesimpulam serta tafsir dari
ayat ini menunjukkan bahwa cinta terhadap negeri
adalah sebagian dari iman.”
Kemudian dalam kitab Dalil al-Falihin Syarh Riyadh
ash-Shalihin jilid 1 halaman 27 disebutkan: “Maka
semestinya bagi orang yang sempurna imannya
hendak membuat kemakmuran akan tanah airnya dengan amal shaleh.” Yang dimaksudkan dengan cinta tanah air itu adalah memakmurkan tanah airnya, memakmurkan dengan
amal-amal shaleh atau amal-amal yang baik.
Sedangkan tanah air manusia itu ada dua macam:
1)Tanah air jasmani, yaitu bumi tempat kita lahir dan
berpijak, dan
2) Tanah air ruhani, yaitu tanah air akhirat, tempat dimana ruh kita berasal dan akan
kembali nantinya.
Kedua tanah air kita ini harus dimakmurkan, baik
tanah air ruhani maupun jasmani. Dimakmurkan
dengan perbuatan-perbuatan baik. Sehingga nantinya kita bisa menuai buahnya:
Kesimpulannya adalah bahwa mencintai tanah air
bukan hanya karena tabiat, tetapi juga lahir dari bentuk
dari keimanan kita. Karenanya, jika kita mendaku diri
sebagai orang yang beriman, maka mencintai
Indonesia sebagai tanah air yang jelas-jelas
penduduknya mayoritas Muslim merupakan
keniscayaan. Inilah makna penting pernyataan hubbul
wathan minal iman (Cinta tanah air sebagian dari
iman).
Konsekuensi, jika ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang berupaya merongrong keutuhan NKRI, maka kita
wajib untuk menentangnya sebagai bentuk keimanan
kita. Tentunya dalam hal ini harus dengan cara-cara
yang dibenarkan menurut aturan yang ada karena kita hidup dalam sebuah negara yang terikat dengan aturan yang dibuat oleh negara.
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍَﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻓِﻲ ﺍْﻻَﺣِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ
Aamiin ya rabbal aalamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman