Senin, 17 Oktober 2016

KELEMAHAN MANUSIA


117.Renungan Pagi !!!
*Manusia Itu Lemah*

ﻭَﺧُﻠِﻖَ ﺍﻹِﻧﺴَﺎﻥُ ﺿَﻌِﻴﻔﺎً
“Karena manusia diciptakan (bersifat)
lemah.” (QS.An-Nisa’:28)
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢ ﻣِّﻦ ﺿَﻌْﻒٍ ﺛُﻢَّ ﺟَﻌَﻞَ ﻣِﻦ ﺑَﻌْﺪِ ﺿَﻌْﻒٍ ﻗُﻮَّﺓً
ﺛُﻢَّ ﺟَﻌَﻞَ ﻣِﻦ ﺑَﻌْﺪِ ﻗُﻮَّﺓٍ ﺿَﻌْﻔﺎً ﻭَﺷَﻴْﺒَﺔً
“Allah-lah yang Menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia Menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia Menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah
(kembali) dan beruban.” (QS.Ar-Rum:54)
Apa bukti jika manusia itu makhluk yang sangat
lemah?
*Sayyidina Ali bin Abi tholib r.a. pernah berkata,*
“Kasihan sekali manusia. Ia tak mengetahui kapan
ajal tiba.
Tubuhnya adalah tempat penyakit.
Segala perbuatannya selalu dicatat.
Kutu kecil pun bisa menyakitinya.
Ia bisa mati hanya dengan tersedak.
Dan baunya busuk hanya karena keringat.”
Mulai dari awal manusia telah dilahirkan dalam
keadaan lemah hingga sepanjang kehidupannya.
Ia tak memiliki kekuatan sedikitpun selain
kekuatan yang diberi oleh Allah swt. Karena itulah
Allah sangat Mengecam orang-orang yang
sombong.
Apa yang hendak disombongkan
dengan semua kelemahan ini?
*Karakter Buruk Manusia*
Beberapa karakter buruk manusia yang disebut
dalam Alquran adalah:
*Pertama*, mengeluh dan kikir.
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh
kesah lagi kikir." (QS. Al-Ma’arij: 19).
Disadari maupun tidak, mengeluh adalah sifat dasar manusia
yang timbul saat ia tertimpa masalah atau dalam kesempitan.
Sedangkan kikir yang dalam bahasa Arab disebut
bakhil, secara detail Allah uraikan dalam QS. Al-
Israa’: 100. “... Dan adalah manusia itu sangat kikir.”
Oleh sebab itu, Rasulullah SAW menganjurkan agar
kita selalu berdoa,
“Allahumma inni a’udzubika minal bukhli (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir).”
*Kedua*, lemah.
Dalam Alquran, Allah
mendeskripsikan dua kelemahan manusia, yaitu
lemah secara fisik dan lemah (dalam melawan) hawa nafsu buruk. “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah...” (QS. Ar-Rum: 54).
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu,
dan manusia dijadikan bersifat lemah.”
(QS. An- Nisaa’: 28).
*Menurut Syekh Nawawi Al-Bantany,*
tafsir “lemah” dalam Surah An-Nisaa’ itu adalah
lemah dalam melawan hawa nafsu.
*Ketiga*, zalim dan bodoh.
“... sesungguhnya manusia
itu amat zalim dan amat bodoh.”
(QS. Al-Ahzab: 72).
Kezaliman dan kebodohan manusia dalam ayat di
atas disebabkan karena rusak dan kotornya bumi,
karena pertumpahan darah dan ulah manusia itu
sendiri yang tidak merawat bumi dan seisinya sesuai
dengan ketentuan Allah.
*Keempat, tidak adil.*
Berlaku adil adalah tindakan yang terkadang kurang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kaum Madyan yang tidak berlaku adil, akhirnya diazab oleh Allah, seperti
dalam firman-Nya, “Dan Syu'aib berkata, ‘Hai
kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia
terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu
membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.”
(QS. Hud: 85).
Kesimpulan yang dapat diambil dari kelemahan manusia diantaranya:
1. Mengeluh dan kikir
2. Lemah menghadapi hawa nafsu
3. Zalim dan bodoh
4. Tidak adil
*Semoga bermanfaat... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman