Senin, 17 Oktober 2016

ORANG BAIK


120.Renungan Siang !!!
*Menjadi Orang Baik*

Makna amalan Shalih
*Ibnu Faris dalam Mu’jamu* Maqayisul Lughah berkata,
“‘ ﻉ – ﻡ – ﻝ ’ Akar suatu kata yang menunjukkan pada
satu makna yang sama, yaitu semua pekerjaan yang dilakukan” ( Mu’jamu Maqayisul Lughah , 1/17, Cet:Darul Kutub‘Alamiyah).
*Raghib al Asfahaniy* berkata, “amalan adalah semua pekerjaan yang berasal dari makhluk hidup dan dilakukan dengan sengaja” ( Al Mufradaat Fi Gharibul Qur’an :351, Cet: Darul Ma’rifat).
*Makna shalih*
*Ibnu Faris dalam Mu’jamu* Maqayisul Lughah berkata,
“’ ﺹ- ﻝ – ﺡ ‘ Akar suatu kata yang menunjukkan pada
satu makna yang sama yaitu lawan dari
kerusakan” ( Mu’jamu Maqayisul Lughah , 1/17, Cet:Darul Kutub‘Alamiyah).
*Syaikh Ahmad bin Yusuf Al Halabiy berkata, “* ﺍﻟﺼﻼﺡ maknanya adalah lawan dari kerusakan, lawan dari
keshalihan di dalam al Qur’an adalah kerusakan
[ ﺍﻟﻔﺴﺎﺩ ]dan kejelakan [ ﺍﻟﺴﻲﺀ ] sebagaimana dalam
firman Allah (yang artinya), “ Dan apabila dikatakan
kepada mereka “ janganlah kalian berbuat kerusakan
di muka bumi, mereka mengatakan hanyasaja kami adalah orang-orang yang berbuat perbaikan ” (QS. Al Baqarah:11).
*Syekh Muhammad Abduh* mendefinisikan amal saleh sebagai “segala perbuatan yang
bermanfaat bagi pribadi, keluarga, kelompok,
dan manusia secara keseluruhan”.
*Ahli tafsir Az-Zamakhsyari* mengartikan amal saleh
sebagai “segala perbuatan yang sesuai dengan
dalil akal, Al-Quran, dan atau sunnah Nabi
Muhammad Saw”.
*Rasulullah Saw dalam sebuah hadistnya*
menyebutkan beberapa sifat atau sikap yang
dapat merusak amal saleh ( tuhbitul amal).
Pertama , sibuk mengurus kesalahan orang lain
( istighalu bi uyubil khalqi). Mencari-cari dan
membuka aib atau kesalahan orang lain
termasuk akhlak tercela yang merusak amal
saleh yang telah diperbuat.
Kedua , keras hati ( qaswatul qulub). Kondisi
keras hati akan menimpa seorang mukmin jika
dirinya tidak dapat menghindar sifat-sifat buruk
seperti riya, takabur dan hasud. Termasuk keras
hati adalah tidak mau menerima kebenaran dan
nasihat baik.
Ketiga , cinta dunia ( hubbud dunya ), yakni
menjadikan harta dan kedudukan atau hal
duniawi lainnya –seperti pujian dan popularitas–
sebagai tujuan, bukan sarana.
Keempat , tidak punya rasa malu ( qillatul haya)
sehingga merasa ringan dan tanpa beban saja ia
melanggar aturan Allah (maksiat). Setiap
mukmin pasti punya rasa malu, karena malu
memang sebagian dari iman (hadits), utamanya
malu kepada Allah Swt. Rasa malu akan
mendorong perbuatan baik. Sebaliknya,
ketiadaan rara malu akan mendorong orang
berbuat sekehendak hati tanpa mengindahkan
syariat-Nya.
Kelima, panjang angan-angan ( thulul amal ),
yakni sibuk berangan-angan, berkhayal, tanpa
usaha nyata. Keenam , berbuat aniaya ( dzalim ),
yakni perbuatan yang mendatangkan kerusakan
bagi diri sendiri dan orang lain, tidak proporsional, dan melanggar aturan. Berbuat dosa termasuk aniaya, yakni aniaya terhadap diri sendiri
( dholimu linafsih).
*Antara Baik dan Buruk*
Seorang pemuda kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai ...
LAUT INI MALING ...
Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI BAIK HATI ...
Seorang pemuda tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai,
LAUT INI PEMBUNUH ...
Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai..
LAUT INI PENUH BERKAH ...
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu !!!!!!
Maka .......
JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.
.
Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.
Ali bin abi thalib berkata:
"Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada
siapa pun,
Karena yang menyukai mu tidak butuh itu,
Dan yang membenci mu tidak percaya itu.
.
Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi
Siapa yang mau berbuat baik.
.
Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...
Namun Hapuslah kesalahan...
demi lanjutnya Persaudaraan..
.
Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.
.
Kurangi mengeluh, teruslah berdoa dan berikhtiar dengan ISTQOMAH.
Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti mu.
*Semoga bermanfaat... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman