Rabu, 05 Oktober 2016

PERTANDA MUKMIN


81.Renungan Malam !!!
*Larangan Allah swt*

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭﺍ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ
ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀُ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻮَﻟَّﻬُﻢْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻬْﺪِﻱ
ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi auliya, maka
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang lalim” (QS. Al Maidah: 51)
ﺳَﻴَﺄْﺗِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺳَﻨَﻮَﺍﺕٌ ﺧَﺪَّﺍﻋَﺎﺕُ، ﻳُﺼَﺪَّﻕُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍﻟْﻜَﺎﺫِﺏُ،
ﻭَﻳُﻜَﺬَّﺏُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻕُ، ﻭَﻳُﺆْﺗَﻤَﻦُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍﻟْﺨَﺎﺋِﻦُ، ﻭَﻳُﺨَﻮَّﻥُ ﻓِﻴﻬَﺎ
ﺍﻟْﺄَﻣِﻴﻦُ
“Akan datang kepada manusia masa-masa penuh kedustaan. Pendusta dianggap jujur dan orang jujur
dianggap pendusta, pengkhianat dianggap amanat,dan orang amanat diang gap pengkhianat.”  (HR. Ibnu Majah 4036 dan dishahihkan dalam Shahih al-Jami’)
*1.Tanda Orang Beriman*
1. Memiliki Rasa Takut di Dalam Hatinya
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﭐﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺫُﻛِﺮَ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺟِﻠَﺖْ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah
mereka yang bila disebut nama.
2. Adanya Tambahan Iman ketika Ayat Quran
Dibacakan
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺗُﻠِﻴَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺀَﺍﻳَٰﺘُﻪُۥ ﺯَﺍﺩَﺗْﻬُﻢْ ﺇِﻳﻤَٰﻨًﺎ
“dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah
iman mereka (karenanya) ” (QS. Al-Anfal: 2)
3. Tawakkal Hanya kepada Allah
ﻭَﻋَﻠَﻰٰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻠُﻮﻥَ
“dan hanya kepada Rabbnya mereka
bertawakkal ” (QS. Al-Anfal: 2).
4. Mendirikan Shalat
ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻘِﻴﻤُﻮﻥَ ﭐﻟﺼَّﻠَﻮٰﺓَ
“(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat ” (QS. Al- Anfal: 3).
5. Senang Berinfak
ﻭَﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَٰﻬُﻢْ ﻳُﻨﻔِﻘُﻮﻥَ
“dan yang menginfakkan rizki yang Kami berikan
kepada mereka” (QS. Al-Anfal: 3).
*2. Balasan orang beriman*
Balasan Orang Yang Beriman dan Beramal Shaleh
1. Orang yang beriman dijamin tidak akan takut
dan sedih (QS. Al-Baqarah:62)
2. Orang yang beriman dijamin akan merasakan
keamanan (QS. Al An’am:82)
3. Orang yang beriman dijamin akan diberikan
kehidupan yang baik (QS. An Nahl:97)
4. Orang yang beriman akan meraih kekuasaan di
muka bumi (QS. An Nur:55)
5. Orang yang beriman akan dibukakan pintu
keberkahan dari bumi dan langit (QS. Al A’raf:96)
6. Orang yang beriman akan diberi jalan keluar
dari kesulitan (QS. Ath Thalaq:2-3)
7. Orang yang beriman akan ditanamkan rasa
kasih sayang di hatinya (QS. Maryam:96)
8. Orang yang beriman dijamin akan masuk surga
(QS. Ath Thalaq:11; QS. Al Kahfi:88; QS.
Thaha:75-76; QS. Al Kahfi:107-108; QS Asy
Syura:22; QS. Al Furqan:70; QS. Saba’:37; QS. Ghafir:39-40)
9. Orang yang beriman akan mendapatkan
ampunan dan pahala yang besar dan tempat
kembali yang baik (QS. Ar Ra’du:29; QS. Fushilat:8)
*3. Allah swt Melarang Menjadikan non Muslim Sebagai pemimpin*
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﺃُﻭﻟِﻲ
ﺍﻟْﺄَﻣْﺮِ ﻣِﻨْﻜُﻢْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah,
taatilah rasul-Nya dan ulil amri diantara kalian.” (QS.
an-Nisa: 59)
Kalimat ‘min-kum’ yang artinya diantara kalian,
maknanya adalah diantara kaum muslimin. Sehingga,
mereka tidak boleh memilih pemimpin non-muslim.
Ketika menafsirkan surat Ali Imran ayat 118, Al-
Qurthubi mengatakan,
ﻧَﻬﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺑِﻬﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﺃﻥ ﻳَﺘَّﺨِﺬﻭﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻜُﻔَّﺎﺭ ﻭﺍﻟﻴﻬﻮﺩ
ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﺩُﺧﻼﺀَ ﻭﻭُﻟَﺠﺎﺀ ﻳُﻔﺎﻭﺿﻮﻧﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻵﺭﺍﺀ،
ﻭﻳُﺴﻨﺪﻭﻥ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﺃﻣﻮﺭَﻫﻢ
Allah melarang kaum mukminin, berdasarkan ayat ini untuk memilih orang kafir, orang yahudi, dan pengikut aliran sesat untuk dijadikan sebagai orang dekat, orang kepercayaan. Menyerahkan segala
saran dan pemikiran kepada mereka dan
menyerahkan urusan kepada mereka. (Tafsir al-
Qurthubi, 4/179).
Ulama sepakat, memilih pemimpin kafir hukumnya
terlarang.
ﻟَﺎ ﻳَﺘَّﺨِﺬِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻣَﻦْ
ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺗُﻘَﺎﺓً
ﻭَﻳُﺤَﺬِّﺭُﻛُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-
orang kafir menjadi auliya dengan meninggalkan orang- orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang
ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu) ” (QS. Al Imran: 28)
Ibnu Abbas radhiallahu’anhu menjelaskan makna ayat
ini: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum
mu’minin untuk menjadikan orang kafir sebagai walijah (orang dekat, orang kepercayaan)
padahal ada orang mu’min. Kecuali jika orang-orang
kafir menguasai mereka, sehingga kaum mu’minin
menampakkan kebaikan pada mereka dengan tetap
menyelisihi mereka dalam masalah agama. Inilah
mengapa Allah Ta’ala berfirman: ‘kecuali karena
(siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari
mereka‘” ( Tafsir Ath Thabari ,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭﺍ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ
ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀُ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻮَﻟَّﻬُﻢْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻬْﺪِﻱ
ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi auliya, maka
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang lalim” (QS. Al Maidah: 51)
Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini: “Allah Ta’ala
melarang hamba-Nya yang beriman untuk loyal kepada
orang Yahudi dan Nasrani . Mereka itu musuh Islam
dan sekutu-sekutunya. Semoga Allah memerangi
mereka. Lalu Allah mengabarkan bahwa mereka itu
adalah auliya terhadap sesamanya. Kemudian Allah mengancam dan memperingatkan bagi orang mu’min yang melanggar larangan ini Barang siapa di antara
kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang lalim“” (Tafsir Ibni Katsir, 3/132).
Al-Qadhi Iyadh mengatakan,
ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀُ ﻋﻠﻰ ﺃﻥَّ ﺍﻹﻣﺎﻣﺔ ﻻ ﺗﻨﻌﻘﺪ ﻟﻜﺎﻓﺮ، ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻧَّﻪ ﻟﻮ
ﻃﺮﺃ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺍﻧﻌﺰﻝ
Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak
boleh diserahkan kepada oranng kafir. Termasuk
ketika ada pemimpin muslim yang melakukan
kekufuran, maka dia harus dilengserkan. (Syarah
Sahih Muslim, an-Nawawi, 6/315).
Ibnul Mundzir mengatakan,
ﺇﻧَّﻪ ﻗﺪ “ ﺃﺟﻤﻊ ﻛﻞُّ ﻣَﻦ ﻳُﺤﻔَﻆ ﻋﻨﻪ ﻣِﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﻥَّ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ ﻻ
ﻭﻻﻳﺔَ ﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﺑِﺤﺎﻝ
Para ulama yang dikenal telah sepakat bahwa orang
kafir tidak ada peluang untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin apapun keadaannya. (Ahkam Ahlu Dzimmah, 2/787)
Terdapat banyak dalil yang melarang memilih orang
kafir sebagai pemimpin. Diantaranya,
ﻭَﻟَﻦْ ﻳَﺠْﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻠْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ
“Allah tidak akan memberikan jalan kepada orang kafir untuk menguasai kaum mukminin.” (QS. an-
Nisa: 141).
Al-Qadhi Ibnul Arabi mengatakan,
ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻻ ﻳَﺠﻌﻞ ﻟﻠﻜﺎﻓﺮﻳﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺳﺒﻴﻼً
ﺑﺎﻟﺸَّﺮﻉ، ﻓﺈﻥ ﻭﺟﺪ ﻓﺒِﺨﻼﻑ ﺍﻟﺸﺮﻉ
Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menjadikan
orang kafir untuk menguasai kaum mukminin secara aturan syariat. Jika itu terjadi, berarti menyimpang
dari aturan syariat. (Ahkam al-Quran, 1/641)
*Semoga kita termasuk orang beriman dan memilih pemimpin yang muslim,shalih adil amanah cerdas serta mensejahterakan rakyat... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman