Rabu, 05 Oktober 2016

PENGARUH DOA


76.Renungan Sore !!!

*Doa Jalan Keluarnya*

ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﻗَﺮِﻳﺐٌ ﻓَﻨُﻨَﺎﺟِﻴﻪِ ؟ ﺃَﻭْ ﺑَﻌِﻴﺪٌ
ﻓَﻨُﻨَﺎﺩِﻳﻪِ ؟ ﻓَﺄَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺂﻳَﺔَ
“Wahai Rasulullah, apakah Rabb kami itu
dekat sehingga kami cukup bersuara lirih
ketika berdo’a ataukah Rabb kami itu jauh
sehingga kami menyerunya dengan suara keras?” Lantas Allah Ta’ala menurunkan ayat di atas.   ( Majmu’ Al Fatawa, 35/370)
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺳَﺄَﻟَﻚَ ﻋِﺒَﺎﺩِﻱ ﻋَﻨِّﻲ ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﻗَﺮِﻳﺐٌ ﺃُﺟِﻴﺐُ
ﺩَﻋْﻮَﺓَ ﺍﻟﺪَّﺍﻉِ ﺇِﺫَﺍ ﺩَﻋَﺎﻥِ ﻓَﻠْﻴَﺴْﺘَﺠِﻴﺒُﻮﺍ ﻟِﻲ
ﻭَﻟْﻴُﺆْﻣِﻨُﻮﺍ ﺑِﻲ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺮْﺷُﺪُﻭﻥَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya
kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang
berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.
Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu
berada dalam kebenaran .” (QS. Al Baqarah: 186)
ﻟَﻴْﺲَ ﺷَﻲْﺀٌ ﺃَﻛْﺮَﻡَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀِ
“Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta’ala selain do’a. ”
(HR. Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3829, Ahmad 2/362)
‏« ﻣﺎ ﻣِﻦْ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﺑِﺪَﻋْﻮَﺓٍ ﻟَﻴْﺲَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺇِﺛْﻢٌ
ﻭَﻻَ ﻗَﻄِﻴﻌَﺔُ ﺭَﺣِﻢٍ ﺇِﻻَّ ﺃَﻋْﻄَﺎﻩُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﺇِﺣْﺪَﻯ
ﺛَﻼَﺙٍ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗُﻌَﺠَّﻞَ ﻟَﻪُ ﺩَﻋْﻮَﺗُﻪُ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ
ﻳَﺪَّﺧِﺮَﻫَﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻰ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥُْ ﻳَﺼْﺮِﻑَ ﻋَﻨْﻪُ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴُّﻮﺀِ ﻣِﺜْﻠَﻬَﺎ ‏» . ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺇِﺫﺍً ﻧُﻜْﺜِﺮُ . ﻗَﺎﻝَ ‏«
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ‏»
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a
pada Allah selama tidak mengandung dosa
dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat,
pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga
hal: [1] Allah akan segera mengabulkan
do’anya, [2] Allah akan menyimpannya
baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan
menghindarkan darinya kejelekan yang
semisal.” Para sahabat lantas mengatakan,
“Kalau begitu kami akan memperbanyak
berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a
kalian. ” (HR. Ahmad 3/18)
*Keutamaan Doa*
[1]. Do’a adalah ibadah berdasarkan firman Allah
“Artinya : Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan
Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-
orang yang menyombongkan diri dari
menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam
dalam keadaan hina dina”. [Ghafir : 60].
Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Syaikh
Taqiyuddin Subki berkata : Yang dimaksud doa
dalam ayat di atas adalah doa yang bersifat
permohonan, dan ayat berikutnya ‘an ‘ibaadatiy
menunjukkan bahwa berdoa lebih khusus
daripada beribadah, artinya barangsiapa sombong
tidak mau beribadah, maka pasti sombong tidak
mau berdoa.
Dari Nu’man bin Basyir bahwasanya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Doa adalah ibadah”, kemudian beliau
membaca ayat : “Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembahKu”. [Ghafir
: 60].
Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Imam
At-Thaibi berkata : Sebaiknya hadits Nu’man di atas difahami secara arti bahasa, artinya berdoa
adalah memperlihatkan sikap berserah diri dan
membutuhkan Allah, karena tidak dianjurkan
ibadah melainkan untuk berserah diri dan tunduk
kepada Pencipta serta merasa butuh kepada
Allah. Oleh karena itu Allah mengakhiri ayat
tersebut dengan firman-Nya : “Sesungguhnya
orang-orang yang menyombongkan diri dari
menyembahKu”. Dalam ayat ini orang yang tidak
mau tunduk dan berserah diri kepada Allah
disebut orang-orang yang sombong, sehingga
berdoa mempunyai keutamaan di dalam ibadah, dan ancaman bagi mereka yang tidak mau berdoa adalah hina dina. [Fathul Bari 11/98].
[2]. Doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi
Allah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu
berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidak ada sesuatu yang paling mulia di~sisi Allah daripada doa”. [Sunan At-Timidzi, bab
Do’a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/341
No. 3874. Musnad Ahmad 2/362].
[3]. Allah murka terhadap orang-orang yang
meninggalkan doa, berdasarkan hadits bahwa
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata
bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda.
“Artinya : Barangsiapa yang tidak meminta
kepada Allah, maka Allah akan memurkainya”.
[Sunan At-Tirmidzi, bab Do’a 12/267-268].
Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Imam
At-Thaibi berkata : “Makna hadits di atas yaitu
barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah,
maka Dia akan murka begitu pula sebaliknya Dia
sangat senang apabila diminta hamba-Nya”.
[Fathul Bari 11/98]
[4]. Doa mampu menolak takdir Allah,
berdasarkan hadits dari Salman Al-Farisi
Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Tidak ada yang mampu menolak takdir
kecuali doa”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Qadar
8/305-306]
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang
dimaksud adalah, takdir yang tergantung pada
doa dan berdoa bisa menjadi sebab tertolaknya
takdir karena takdir tidak bertolak belakang
dengan masalah sebab akibat, boleh jadi
terjadinya sesuatu menjadi penyebab terjadi atau
tidaknya sesuatu yang lain termasuk takdir. Suatu
contoh berdoa agar terhindar dari musibah,
keduanya adalah takdir Allah. Boleh jadi
seseorang ditakdirkan tidak berdoa sehingga
terkena musibah dan seandainya dia berdoa,
mungkin tidak terkena musibah, sehingga doa
ibarat tameng dan musibah laksana panah.
[Mura’atul Mafatih 7/354-355].
5]. Orang yang paling lemah adalah orang yang
tidak mampu berdoa berdasarkan hadits Nabi
bahwasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda.
“Artinya : Orang yang lemah adalah orang yang
meninggalkan berdoa dan orang yang paling
bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam”.
[Al-Haitsami, kitab Majma’ Az-Zawaid. Thabrani,
Al-Ausath. Al-Mundziri, kitab At-Targhib berkata :
Sanadnya Jayyid (bagus) dan dishahihkan Al-
Albani,As-Silsilah Ash-Shahihah 2/152-153 No.
601].
Imam Manawi berkata bahwa yang dimaksud
dengan ‘Ajazu an-naasi adalah orang yang paling
lemah akalnya dan paling buta penglihatan
hatinya, dan yang dimaksud dengan Min ‘ajzin ‘an
ad-dua’i adalah lemah memohon kepada Allah
terlebih pada saat kesusahan dan demikian itu bisa mendatangkan murka Allah karena dia
meninggalkan perintah-Nya padahal berdoa
adalah perkerjaan yang sangat ringan.[Faidhul
Qadir 1/556].
*Waktu Mustajab*
Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara
lain:
*Sepertiga Akhir Malam*
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha
Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit
dunia hingga berbaki sepertiga akhir malam, lalu
berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku
akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti
Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang
meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”.
(Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat bab Doa
Nisfullail 7/149-150)
*Tatkala Berbuka Puasa*
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu
bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya bagi
orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa
yang tidak ditolak”. (Sunan Ibnu Majah, bab Fis
Siyam La Turaddu Da’watuhu 1/321 No. 1775. Hakim
dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya
oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17).
*Setelah Shalat Fardhu*
Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang doa
yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa
Ta’ala, beliau menjawab. “Artinya : Di pertengahan
malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu”.
(Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’awaat 13/30.
Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-
Tirmidzi 3/167-168 No. 2782).
*Sesaat Pada Hari Jum’at*
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul
Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu
saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim
shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah
melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat
dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut”.
(Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166. Shahih
Muslim, kitab Jumuh 3/5-6)
*Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari*
Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam
keadaan suci lalu terbangun pada malam hari
kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia
atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya”.
(Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924.
Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595)
*Diantara Adzan dan Iqamah*
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan
iqamah”. (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/87.
Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan
oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139)
*Pada Waktu Sujud Dalam Shalat*
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka
bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu
sangat tepat untuk dikabulkan”. (Shahih Muslim,
kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa
Sujud 2/48) Yang dimaksud adalah sangat tepat dan
layak untuk dikabulkan doa kamu.
*Pada Saat Sedang Kehujanan*
Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa
pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan”.
(Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-
Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al- Albani
dalam Shahihul Jami’ No. 3078).
Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa
pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang
ditolak disebabkan pada saat itu sedang turun
rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal
musim. (Fathul Qadir 3/340)
*Pada Saat Ajal Tiba*
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi
rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan
beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah
terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian
bersabda. “Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh
dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’.
Semua keluarga gempar. Beliau bersabda :
‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali
kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang
kamu ucapkan”. (Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38)
*Semoga bermanfaat...Aamin*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman