Rabu, 05 Oktober 2016

NIKMAT SHALAT


72.Renungan Siang !!!

*Bahagia Dengan Shalat*

ﻭَﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻃَﺮَﻓَﻲِ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﺯُﻟَﻔًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺇِﻥَّﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ﻳُﺬْﻫِﺒْﻦَ
ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺫَﻟِﻚَ ﺫِﻛْﺮَﻯ ﻟِﻠﺬَّﺍﻛِﺮِﻳﻦَ
Artinya: “Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi *siang dan pada bahagian permulaan malam.* Sesungguhnya
perbuatan- perbuatan yang baik itu menghapuskan
perbuatan- perbuatan yang buruk. Itulah peringatan
bagi orang-orang yang ingat (QS. Huud : 114)
Maksudnya kewajiban shalat dhuhur dan asar.
ﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻟِﺪُﻟُﻮﻙِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲِ ﺇِﻟَﻰ ﻏَﺴَﻖِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﻗُﺮْﺁﻥَ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﺇِﻥَّ
ﻗُﺮْﺁﻥَ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺸْﻬُﻮﺩًﺍ
Hendaklah engkau mendirikan sholat diwaktu
*tergelincirnya matahari (maghrib) sampai kelam malam (isya)* dan dirikanlah sholat subuh ... ( Q.S Al Isra' : 78 )
Maksudnya kewajiban shalat maghrib dan isya` dan shubuh.
Hadits ‘Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu ‘anhu
dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Shalat lima waktu Allah wajibkan atas hamba-
hamba-Nya. Siapa yang mengerjakannya tanpa
menyia-nyiakan di antara kelima shalat tersebut
karena meremehkan keberadaannya maka ia
mendapatkan janji dari sisi Allah untuk Allah
masukkan ke surga. Namun siapa yang tidak
mengerjakannya maka tidak ada baginya janji dari
sisi Allah, jika Allah menghendaki Allah akan
mengadzabnya, dan jika Allah menghendaki maka
Allah akan mengampuninya.”
(HR. Abu Dawud no. 1420 )
Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah
meninggalkan shalat. ” (HR. Muslim no. 257).
*Syari`at Shalat sebelum Nabi Muhammad saw*
Al-Quran secara tegas menyatakan bahwa Sholat
sudah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya,
seperti perintah Sholat kepada Nabi Ibrahim dan
anak cucunya [Lihat surah 21 al-anbiya ayat 73 dan
surah 19 Maryam ayat 55], kepada Nabi Syu’aib
[Lihatsurah 11 Huud ayat 87], kepada Nabi Musa
[Lihat surah 20 Thaahaa ayat 14] dan kepada Nabi
Isa al-Masih[Lihat surah 19 Maryam ayat 31].
*Meraih Khusyu` Dalam Shalat*
Secara bahasa, kata khusyu' ( ﺧﺸﻮﻉ ) berasal dari kata khasya'a ( ﺧﺸﻊ) yang artinya adalah as-sukun
( ﺍﻟﺴﻜﻮﻥ) : tenang dan at-tadzallul ( ﺍﻟﺘﺬﻟﻞ ) : menunduk
karena merasa hina. Disebutkan dalam Al-Quran :
ﺧَﺎﺷِﻌَﺔً ﺃَﺑْﺼَﺎﺭُﻫُﻢْ ﺗَﺮْﻫَﻘُﻬُﻢْ ﺫِﻟَّﺔٌ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳُﻮﻋَﺪُﻭﻥَ
Dalam keadaan mereka menundukkan
pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari
yang dahulunya diancamkan kepada mereka. (QS.
Al-Ma'arij : 44)
*Al-Qurthubi mengatakan* bahwa khusyu' adalah :
ﻫَﻴْﺌَﺔ ﻓﻲِ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲِ ﻳَﻈْﻬَﺮُ ﻣِﻨْﻬﺎَ ﻓﻲِ ﺍﻟﺠَﻮَﺍﺭِﺡِ ﺳُﻜُﻮﻥ ﻭَﺗَﻮَﺍﺿُﻊ
Keadaan di dalam jiwa yang nampak pada anggota
badan dalam bentuk ketenangan dan kerendahan.
Qatadah mengatakan tentang khusyu' :
ﺍﻟﺨُﺸُﻮﻉُ ﻓﻲِ ﺍﻟﻘَﻠْﺐِ ﻫُﻮُ ﺍﻟﺨَﻮْﻑُ ﻭَﻏَﺾُّ ﺍﻟﺒَﺼَﺮِ ﻓﻲِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ
Khsuyu' di dalam hati adalah rasa takut dan
menahan pandangan dalam shalat.
*Gambaran Para Sahabat Dalam Shalat*
Abu Bakar ash Shiddiq Radhiyallahu anhu,
apabila sedang dalam keadaan shalat, seolah-
olah ia seperti tongkat yang ditancapkan. Apabila
mengeraskan bacaannya, isakan tangis menyesaki
batang lehernya.
Sedangkan ‘Umar al Faruq
Radhiyallahu anhu, apabila membaca, orang yang
di belakangnya tidak bisa mendengar bacaannya
karena tangisannya.
Demikian juga ‘Umar bin
Abdul Aziz rahimahullah, apabila dalam keadaan
shalat, seolah-olah ia seperti tongkat kayu.
Sedangkan ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu,
apabila datang waktu shalat, bergetarlah ia dan
berubah wajahnya. Tatkala ditanya, dia menjawab: “Sungguh sekarang ini adalah waktu
amanah yang Allah tawarkan kepada langit, bumi dan gunung, mereka enggan untuk memikulnya
dan takut dengan amanah ini, akan tetapi aku
memikulnya”.
Ketahuilah, *kata Al-Ghazali,* makna batin memiliki banyak ungkapan tetapi seluruhnya terangkum dalam
enam kalimat.
*Yaitu: kehadiran hati, tafahhum, takzim, haibah, raja'da haya'.*
*1.Kehadiran hati* ialah mengosongkan hati dari hal-hal yang tidak perluhingga dia senantiasa sadar, tidak berpikiran liar.
*2.Tafahhum adalah paham* terhadap makna.
*3.Takzim itu rasa hormat.*
*4.Haibah adalah rasa takut* yang bersumber dari rasa hormat.
*5.Raja' adalah pengharapan*
*6.Haya adalah rasa malu.*
Faktor penyebab kehadiran hati adalah himmah atau
perhatian utama. Tafahhum berasal dari kebiasan
berpikir untuk mengetahui makna. Takzim lahir dari
dua makrifat (terhadap kemuliaan dan keagungan
Allah dan terhadap kehinaan dan kefanaan dirinya).
Haibah datang dari makrifat akan kekuasaan Allah, hukuman-Nya, pengaruh kehendak-Nya.
Penyebab timbulnya raja' adalah kelembutan Allah,
kedermawanan-Nya, keluasaan nikmat-Nya,
keindahan ciptaan-Nya, dan pengetahuan akan
kebenaran janji-Nya. Sedang haya' muncul melalui perasaan serbakurang sempurna dalam beribadah
dan pengetahuannya akan ketidakmampuan
menunaikan hak-hak Allah.
Berdasarkan itu, manusia terbagi menjadi tiga
kelompok.
*Pertama,* orang lalai yang mendirikan
shalat, tetapi hatinya tidak hadir sama sekali.
*Kedua* Orang yang mendirikan shalat dengan hati tak pernah lalai sama sekali.
*Ketiga* orang lalai yang tidak mendirikan shalat.
*Faedah Shalat*
1.Mencegah perbuatan keji dan mungkar.
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﺗَﻨْﻬَﻰٰ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ۗ ﻭَﻟَﺬِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ۗ
ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺗَﺼْﻨَﻌُﻮﻥَ
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari
(perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan
sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah
lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah
yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[al Ankabut/29 : 45]
2.Mendapat keuntungan
ﻗَﺪْ ﺃَﻓْﻠَﺢَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﺻَﻠَﺎﺗِﻬِﻢْ ﺧَﺎﺷِﻌُﻮﻥَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam
shalatnya.
[al Mukmin/23 : 1-2].
3.Mendatangkan pertolongan Allah swt.
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺳْﺘَﻌِﻴﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣَﻊَ
ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮِﻳﻦَ
“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar
dan sholat sebagai penolongmu Sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar.
(Al-Baqarah [2] : 153)
4.Penghabus dosa dosa yang telah lalu.
ﻣَﺎ ﻣِﻦِ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﺗَﺤْﻀُﺮُﻩُ ﺻَﻠَﺎﺓٌ ﻣَﻜْﺘُﻮﺑَﺔٌ ﻓَﻴُﺤْﺴِﻦُ
ﻭُﺿُﻮﺀَﻫَﺎ ﻭَﺧُﺸُﻮﻋَﻬَﺎ ﻭَﺭُﻛُﻮﻋَﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻛَﻔَّﺎﺭَﺓً ﻟِﻤَﺎ ﻗَﺒْﻠَﻬَﺎ ﻣِﻦَ
ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏِ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﺆْﺕِ ﻛَﺒِﻴﺮَﺓً ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮَ ﻛُﻠَّﻪُ
Tidaklah seorang muslim mendapati shalat wajib,
kemudian dia menyempurnakan wudhu`, khusyu’
dan ruku’nya, kecuali akan menjadi penghapus
bagi dosa-dosanya yang telah lalu, selama tidak
melakukan dosa besar; dan ini untuk sepanjang
masa. [HR Muslim]
5.Allah swt memuliakannya
ﻟَﺎ ﻳَﺰَﺍﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻣُﻘْﺒِﻠًﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪِ َ ﻓِﻲ ﺻَﻠَﺎﺗِﻪِ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ
ﻳَﻠْﺘَﻔِﺖْ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺍﻟْﺘَﻔَﺖَ ﺍﻧْﺼَﺮَﻑَ ﻋَﻨْﻪ
Senantiasa Allah ‘Azza wa Jalla menghadap
hambaNya di dalam shalatnya, selama dia
(hamba) tidak berpaling. Apabila dia memalingkan
wajahnya, maka Allah pun berpaling darinya.(HR Abu Dawud dan Nasai)
5.Penenang dan penyejuk
*Shalat adalah penenang seorang muslim* dan
hiburannya, puncak tujuan dan cita-citanya.
Rasulullah berkata kepada Bilal: “Tenangkan kami
dengan shalat”. Beliau bersabda:
ﻭَﺟُﻌِﻠَﺖْ ﻗُﺮَّﺓُ ﻋَﻴْﻨِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ
Dan dijadikan penyejuk hatiku dalam shalat.
[HR Nasaa-i dan Ahmad]
*Hikmah Shalat*
Diantara hikmah sholat menurut Al
Quran adalah :
1.Shalat adalah merupakan sarana untuk
menghubungkan diri dengan Allah.
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS Thaha : 14)
2. Shalat adalah merupakan sarana penolong bagi
dirinya bersama dengan kesabaran.
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan
(kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(QS Al Baqarah: 153)
3. Shalat adalah merupakan sarana pencegah dari
perbiatan keji dan mungkar. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu
Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-
perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya
mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan. (SQ Al Ankabut: 045)
yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, (QS Al Ma’arij: 023)
4. Shalat adalah merupakan sarana berdisiplin diri
(terhadap waktu)
Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang
(pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan
daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan- perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang- orang yang ingat. (QS Hud: 114)
5. Shalat adalah merupakan sarana untuk memupuk rasa persamaan, persatuan, dan persaudaraan.
6. Shalat adalah merupakan sarana untuk tetap menjaga kebersihan diri.
*Demikianlah bahwa jika orang orang beriman mendirikan shalat dengan khusyu` dan sempurna syarat rukunnya serta adab adabnya maka mereka akan mendapat keuntungan dan kebahagiaan dunia akhirat tentu atas ridhaNya.*
*Semoga bermanfaat... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman