Jumat, 22 Februari 2013

PERAN Akal dan Wahyu







ANTARA  Akal dan Wahyu

9. Peran Akal Dan Wahyu
            9.1 .Mu’tazilah
            Menurut kaum Mu’tazialh bahwa segala pengetahuan dapat diperoleh dengan perantaran akal dan kewajiban-kewajiban dapata diketahui dengan pemikiran yang mendalam  .
Dengan demikian berterima kasih kepada Tuhan sebelum turunnya wahyu wajib . Baik dan jahat wajib diketahui melalui akal manusia , maka dari itu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat adalah wajib .
            Kemudian kewajiban mengetahui dan berterimakasih kepada Tuhan serta kewajiban menjauhi yang buruk dan melakukan yang baik dapat diketahui oleh akal .
Dimana kaum Mu’tazilah sanggup mengetahui mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang seharusnya ditinggalkan , sunguhpun wahyu belum ada .
            Selanjutnya wahyulah yang menjelaskan perincian hukuman dan upah yang akan diperoleh manusia di akhirat  .
            9.2.Asy’ariyah
            Kaum Asy’ariyah bahwa akal tak dapat mebuat sesuatu menjadi wajib dan tak dapat mengetahui bahwa melakukan yang baik serta menjauhi yang buruk itu wajib bagi manusia .
Benar akal dapat mengetahui Tuhan, tetapi wahyulah yang mewajibkan orang mengetahutahui Tuhan serta berterima kasih kepada Tuhan .
            Begitupun bahwa akal dapat mengetahui Tuhan , tetapitidak dapat mengetahui  kewajiban berterima kasih kepada Tuhan , karena segala kewajiban dapat diketahui hanya melalui wahyu.
            Kemudian soal mengetahui Tuhan , dimana bahwa wujud Tuhan dapat diketahui melalui pemikiran tentang yang bersifata dijadikan , mengandung arti bahwa soal itu bisa diketahui dengan akal .
            9.3Maturidiah
            Menurut Maturidiah bahwa kewajiban mengetahui Tuhan dan kewajiban mengerjakan yang baik serta menjauhi yang buruk , wahyulah yang berfungsiunutk menentukannya .
Disamping itu bahwa percaya kepada Tuhan dan berterima kasih kepad-Nya sebelumadanya wahyu adalah wajib .
            Jadi disini dapat dibandingkan fungsi akal dan wahyu dalam aliran Maturidiah Bukhara dengan Samarkand yaitu:
  1. Dalam Maturidiah Bukhara dapat disimpulkan bahwa fungsi wahyu bisa memberitahukan tentang kewajiban mengetahui Tuhan dan kewajiban mengerjakan yang baik serta menjauhi yang jahat , sedangkan fungsi akal itu bisa mengetahui Tuhan dan bisa mengetahui baik dan jahat .
  2. Dalam Maturidiah Samarkand dapat disimpulkan pula bahwa wahyu hanya memberitahukan tentang kewajiban mengerjakan yang baik dan menjauhi yang jahat, sedangkan fungsi akal dapat mengetahu Tuhan , dapat mengetahui kewajiban mengetahui Tuhan .
10.Sifat-sifat Tuhan
            10.1.Mu’tazilah
            Golongan ini dalam memahami sifat-sifat Tuhan sebagai berikut:
1.      Tuhan tidak mempunyai sifat-sifat sebagaimana yang dimiliki oleh makhluk-Nya .
2.      Tuhan mengetahui dengan pengetahuan dan pengetahuan-Nya adalah zat Tuhan .
3.      Sifat-sifat Tuhan tidak berdiri sendiri , melainkan al-sifat-sifat tersebut adalah Than sendiri.
4.      Yang qadim hanyalah Tuhan .
5.      Tuhan mempunyai sifat zatiah dan sifat fi’liyah.
10.2.Asy’ariyah
Aliran Asy’ariyah mempunyai pendapat yang berbeda dengan kaum Mu’tazilah
 dalam memahami sifat-sifat Tuhan sebagaimana dibawah ini:
1.      Tuhan mempunyai sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz .
2.      Sifat-sifat tidak Tuhan lain dari Tuhan dan mempunyai wujud tersendiri .
3.      Sifat-sifat Tuhan tidak dapat serupai oleh mahkluk-Nya .
4.      Semua sifat Tuhan adalah qadim , yang tidak pula zat-Nya .
5.      Sifat-sifat Tuhan  bukanlah Tuhan , tetapi tidak pula lain-Nya dari-Nya .
10.3 .Maturidiah
Pendapat golongan ini yang berkaitan dengan sifat-sifat Tuhan sebagai berikut:
  1. Sifat-sifat Tuhan melalui kekekalan diri-Nya menjadi kekal , tetapi sifat-sifat itu
Sendiri tidaklah kekal .
  1. Tuhan mengetahui bukan dengan zat-Nya , namun dengna pengetahuan-Nya  .
  2. Sifat-sifat Tuhan bukanlah Tuhan , tetapi tidak lain dari-Nya .
Dengan beberapa kesimpulan dari sifat-sifat Tuhan , kaum Mu’tazilah meniadakan sifat-sifat Tuhan , ialah memandang sebagaian dari yang disebut golongan lain sebagai perbuatan Tuhan .

A . Kesimpulan
            Dengan inayah Tuhan , penulis dapt menyelesaikan skripsi ini, yang berjudul ,”Perbuatn Tuhan dan manusia Dalam Imprestasi Mu’tazilah ,Asy’ariyah dan Maturidiah” . Dari pembahasan bab pertama sampai bab ke lima , dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.      Kaum Mu’tazilah , Asy’ariyah dan Maturidiah adalah aliran teologi dalam Islam yang berpegang pada wahyu Tuhan dan mempergunakan akal yang timbul di kalangan umat Islam , betapapun perbedaan dalam derajat kekuatan yang diberikan terdapat pada mereka dan juga didapati perbedaan dalam memfungsikan wahyu . Hal ini tidak obahnya ditemui perbedaan dalam bidang hukum Islam .
2.      Aliran-aliran teologi yang berpendapat bahwa akal mempunyai peran yang besar dan kuat memberi Interorestai tentang teks wahyu Tuhan akan melahirkan pendapat-pendapat yang Liberal, seperti kaum Mu’tazilah . Akibat dari pada aliran ini, maka ruang gerak dalam menyesuaikan hidup dari masa kemasa dan perubahan kondisi dalam masyarakat bagi para penganutnya adalah luas , terutam dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi .Lian dengan golongan yang memberikan peran wahyu lebih besar dari pada fungsi akal seperti Asy’ariyah , pendapat golongan ini kurang mempunyai ruang gerak karena merekaterikat dengan pada dogma-dogma alim-ulama’ dan ayat-ayat yang boleh mengandung arti laindan arti letterlek yang terkandung didalamnya .Dengan  demikian , golongan ini sukar dapat mengikuti perubahan dan perkembangan sains dan teknologi . Adapun aliran Maturidiah , corak pemikirannya berada pada antara Mu’tazilah dan Asy’ariyah . Penganut aliran ini lebih leluasa ruang geraknya dalam menghadapi perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi serta masyarakat modern dari pada kaum Asy’ariyah .
3.      Jiwa dan pemikiran kaum terpelajar lebih sesuai mengikuti teologi liberal dari pada teologi tradisionil dalam menghadapi perkembangan masyarakat modern . Golongan awam lebih sukar menangkap pembahasan yang bersifat filosofis dan mudah menerima teologi terdisionil yang uraiannya sederhana .
4.      Karena berbeda memberi interprestasi terhadap kekuasaan dan kehendak Tuhan dalam aliran Mu’tazilah ,Asy’ariyah , dan Maturidiah , sebagaian mengatakan bahwa perbuatan Tuhan adalah mutlak dan manusia sebaliknya . Sunggupun mereka sama-sama berpegang pada wahyu dan akal . Sekalipun demikian , semua aliran tersebut mempunyai jasa yang besar bagi umat Islam sesudahnya dalam memahami dan mengembangkan ajaran-ajaran Islam , khususnya dalam bidang teologi Islam yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan bermasyarakat yang semakin hari bertambah pesatnya sains dan teknologi .Dengan aqidah kuat dan luas , pengaruh dampak negative dari pada perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan dapat dihindari , terutam yang dapat mengotori keimanan seseorang kepada Tuhan .
5.      Dengan perbedaan pendapat dalam teologi Islam , umat Islam akan mempunyai keilmuan dan wawasan yang luas dalam kehidupan masyarakat  modern , sehingga disntara para penganutnya memiliki jiwa yang besar dan minat berlomba dalam berkarya untuk mencari kehidupan yang sakinah didunia dan selamat dari pada siksa Tuhan di kemudian hari nanti , hari pembalasan .
6.      Sekalipun berbeda pendapat diantara aliaran-aliran tersebut , para penganutnya sangat tercela bila menyalahkan pendapat yang tidak seide dengannya , bahkan mengkafirkan diantara mereka sebagaimana yang pernah terjadi . Dengan kata lain , mereka saling kafir mengkafirkan  .Pada dasarnya semua aliaran tersebut , tidaklah keluar dari Islam , sebab mereka sama-sama ingin memurnikan ke Esaan Tuhan sesuai dengan pola berfikir mereka dan mereka sama-sama menerima peran wahyu dan akal .
7.      Wahyu adalah firman –firman Tuhan, sedangkan akal adalah anugrah Yang Maha Bijaksana , yang diberikan kepada manusia untuk membaca, memahami ayat-ayat Tuhan baik yang tertulis dalam kitab suci umat Islam maupun kebesaran Tuhan sebagaimana keberadaan semesta ala mini dan agar dapat mengamalkan petunnjuk-petunjuk yang terkandung didalamnya , sehingga kehidupannya dimuka bumi ini mendapatkan kehidupan yang berarti dan selamat dari pada siksa Tuhan di hari pembalasan nanti . Inilah sebenarnya peran akal manusia yang dimilikinya dan wahyulah pembimbingnya menuju rhidaTuhan .  Jadi, ke duanya tidak perlu dipertentangkan .
8.      Semua aktifitas manusia tidak terlepas dari pada iradah Tuhan, baik yang membawa kemudharatan atau kemaslahatan bagi dirinya dan lingkungan adalah sebagai cobaan Tuhan, kelak kemudian akan dimintai pertanggung jawaban  .Tuhan Maha Pengasih lagi Penyayang kepada hamba yang dikehendaki-Nya sesuai dengan amalnya . Tuhan mempunyai wewenang untuk memberi pahala atau menghukum seseorang yang berbuat kejahatan . Manusia mempunyai pilihan untuk melakukan sesuatu lantaran akal mdan bimbingan wahyu . Berbahagialahorang yang mendapatkan ridha Tuhan dan sebaliknya , merugilah orang yang mendapatkan hukuman-Nya .
B. Saran –saran
            Melalaui skripsi ini , penulis ingin menyampaikan saran-saran kepada Muhammad saw sebagai berikut:
1.  Membaca , memahami dan mengamalkan wahyuTuhan , sunnah Nabi dan para
     pewaris adalah sebagian dari pada ajaran Islam . Oleh karenanya, beruntunglah
     seseorang yang pandai membaca dan mengamalkan .
2.  Mengkaji dan memahami pikran-pikiran pewaris dalam Islam dan ilmu
     pengetahuanadalah anjuran agama dan jalan menuju meraih derajat mulia di disisi
     Tuhan.
3. Dengan mengetahu keterangan-keterangan pendapat orang lain , sekalipun berbeda,
    pendapat , umat Islam akan memilki toleran yang sangat tinggi terhadap orang lain
    khususnya seagama , sehingga tercipta persaudaraan yang harmonis sebagai
    hambaTuhan.
4. Tidak didapati ajaran agama manapun yang memperbolehkan kepada umatnya berbuat
    yang merugikan orang lain , lebih-llebih agama Islam kepada non muslim atau
    Sesamanya.Sangat tercela, antar umat manusia saling menyalahkan pendapat yang
    bertentangan dan khususnya umat Islam yang tidak mustahil dapat mengakibatkan
    permusuhan dan murka Tuhan .
    Yang terpenting dari perbedaan-perbedaan pendapat atau tinjauan dalam agama Islam
    adalah siapakah yang paling baik perbuatannya di sisi Tuhan  Maha Kuasa Lagi
    Penyayang ? Semoga Tuhan menunjukan kita kepada jalan-Nya , Amin…
   
DAFTAR PUSTAKA


Al-Qur’an al-Karim .
Al-Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI
Abduh, Muhammad, syeh , Risalah Tauhid, Terjemahan KH.Firdaus, A .N. ,Bulan Bintang , 1978.
Al-Asy’ari, Abu al-Hasan Ibn Ismail, Maqalat al-Islamiyin wa Iktilaf al-Musallin, Matba’ah al-Dawlah, 1930 .
____________ , Kitab al-Luma’ .1952 .
____________ , Kitab al-Ibanah’an Ushul al-Diniyah .
Al-Ghazali, Muhammad, Al-Iqtisad fi al-I’tiqad, Ed. Dr. Ibrahim Aga Cubukcu and Dr. Huseyin Atay, Angkara:Ankar universitisi , 1962 .
Al-iji , ‘Adud al-Din, Al-‘Aqa’id al-Dudiah , Kairo ,1958 .
Al-Jarjani, Kitab al- Ta’rif , . . . . .
Al-Maturidi, Abu Mansur Muhammad Ibn Muhammad Ibn Mahmid , Syarah al-Fiqh al-Akbar, Hydrabad: Da’irah al-Ma’arif al-Nizamiyah,1321 AH.
Al-Syuyuti, al-Jami’ shagir , Syirkah al-Ma’arif Bandung .
Al-Sabaki , Syarah al-Aqidah al-Thakhawiyah, al-Kitab al-Islamiyah , Bairut, 1391 .
Al-Syyahrastani, Muhammad Ibn Abd al-Karim, Kitab al-Milal wa al-Nihal, Kairo , 1951 .
Ash-Syhiddiq ,Hasbi, TM, Dr . Prof . , Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid/ Kalam , Bulan Bintang, Jakarta , 1976 .
Bakar, Abu Aceh , h . Dr .  Prof . , Salf Islam dalam Masa Murni , Ramdhani , Solo, 1986.
____________ , Sejarah Filsafat Islam, Ramdhani, Solo , 1982 .
Bazzdawi ,  Abu al-Yusr Muhammad , Kitab Ushul al-Din ,Ed. Dr .Hans Peter Linss , Kairo: ‘Isa al-Babi al-Halabi ,1963 .
Bakar, Abu Aceh , Sejarah Filsfat Islam , Ramdhani , Solo, 1982.
Hanafi A , MA, Pengantar Theology Islam, Pustaka al- Kusno, Jakarta, 1972 .
H.M. Laily Mansun , Imam Asy’ari Mengenal Hidup dan Pokok-pokok Pikiran Theolgy, Bina Ilmu Surabaya , 1981 .
Harun Nasution , Akal dan wahyu dalam Islam , Penerbit Universitas Indonesia , Jakarta , 1978 .
____________ , Muhammad Abduh dan Theology Rasional Mu’tazilah , Penerbit Yayasan Universitas Indonesia, Jakarta, 1981
Idris , Taufiq BA, Aliran-aliran Popiler dan Thelogy Islam, Bina Ilmu Surabaya, 1980 .
Harun Nasution , Falsafat& Mistisme dalam Islam,
Muhammad A, Arezy , Differensial dan Integral Taqdir , Kalam Mulia , Jakarta , 1987  .
Moh . Amin , Zuhr al-Islam , Kairo , Al-  Naddah , 1965
____________ , Duha al- Islam, Kairo , 1964 .
Mahmud Subhi , Fi’il al-Kalam , Kairo : Dar al-Kutb al-Jami’ah, 1969 .
Nasution , S . Dr . Prof . , Buku  Penuntun Membuat Disertasi, Thesis Skripsi , Report , Paper ,
Sayid Sabiq , Unsur-unsur Kekuatan dalm Islam , Surabaya 1981 .
___________ , Aqidah Islam , Diponegoro , Bandung , 1982 .
Shalih Ibn Ibrahim , ‘Aqidah al-Muslimin wa al-Rad ‘ ala al-Muhallidin al-Mubtadi’in , tp . ,tth .
Taib Thahir Abd . Mu’in, KHM. Prof . , Ilmu Kalam, Penerbit Wijaya , Jakarta , 1986 .
Tim Penyusun dari Fakultas Taribiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta , Pedoman Penulisan Skripsi , Thesis dan Desertasi , Jakrta .
 ABI NAUFAL
JAKARTA 1991 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar