MENYERU Kepada
Kebaikan
104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan
umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah
dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.Ali Imran
[217] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan
kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita
dari pada-Nya.
Makna Dakwah
![]() |
BAHAGIA DUNIA-AKHIRAT |
Telah banyak di catat di banyak lituratur mengenai makna
kata dakwah ini. Beberapa batasan dari beberapa ulama akan diurai di bawah ini.
A. Ali Mahfuzh
dalam kitabnya Hidayatul Mursyidin
menulis bahwa, “Dakwah adalah
mendorong (memotivasi) umat manusia
melakukan kebaikan dan mengikuti petunjuk serta memerintah berbuat makruf dan
mencegah dari perbuatan mungkar agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.”
B. Hamzah
Ya’qub dalam Publisistik Islam menulis, “Adapun definisi dakwah dalam Islam
adalah mengajak manusia dengan hikmah kebijaksanaan untuk mengikuti petunjuk
Allah SWT dan Rasulnya.”
C. Bakhial
Khauli berpendapat, “Dakwah adalah sesautu proses menghidupkan
peraturan-peraturan Islam dengan maksud memindahkan umat dari satu keadaan
kepada keadaan lain.”
D. Amrulloh
Achmad menyatakan, “Hakikat dakwah Islam merupakan aktualisasi imani yang dimanifestasikan
dalam suatu system kegiatan manusia beriman dalam bidang kemasyarakatan yang
dilaksanakan secara teratur untuk mempengaruhi cara merasa, berfikir, bersikap
dan bertindak manusia pada dataran kenyataan individual sosiokultural dalam
rangka mengusahakan terwujudnya ajaran Islam dalam semua segi kehidupan dengan
menggunakan cara tertentu.”
E. A. Hasjmy
berpendapat, bahwa: “Dakwah Islamiyah ialah mengajak orang lain untuk meyakini
dan mengamalkan aqidah dan syariat Islam yang terlebih dahulu telah diyakini
dan diamalkan oleh pendakwahnya sendiri.”
Definisi Dakwah
1. Meminta dengan sangat untuk memenuhi seruan, baik
disambut maupun tidak permintaan itu. Dan permintaan ini berkaitan dengan
keyakinan, perkataan dan amal perbuatan.
Alloh ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا
لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ
يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُون * سورة الانفال
24
“Hai orang-orang yang
beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu
kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa
sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya
kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.” (QS. al-Anfal 24)
2. Pengertian “Dakwah” secara istilah syar’i:
“Sebuah usaha baik perkataan maupun perbuatan yang mengajak
manusia untuk menerima islam, mengamalkan dan berpegang teguh terhadap
prinsip-prinsipnya, meyakini aqidahnya serta berhukum dengan syari’at-Nya.”
Ada beberapa perkatan ulama dalam mendefiniskan dakwah
sebagai berikut:
1. Syaikhul islam Ibnu taimiah rohimahulloh berkata: dakwah
kepada alloh adalah dakwah menuju keimanan kepada-Nya dan terhadap apa yang di
bawa oleh Rosul-Nya dengan meyakini apa yang dikhobarkan olehnya dan menta’ati
perintahnya. (majmu fatawa jilid 15 hal.92 cetakan darul wafa)
2. Imam Ibnu jarir at-thobari rohimahulloh berkata tentang
maksud dakwah: yaitu menyeru menusia menuju islam dengan perkataan dan
perbuatan. (tafsir at-thobari jilid 11 hal.53)
3. Imam Ibnu katsir rohimahulloh berkata: Dakwah kepada
Alloh yaitu dakwah/seruan kepada persaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak
disembah kecualai Alloh ta’ala satu-satunya dan tidak ada sekutu baginya.
(tafsir ibnu katsir jilid 2 hal.477)
4. Syaikh Ali mahfudz rohimahulloh berkata: Dakwah kepada
Alloh ialah memotivasi manusia kepada kepada kebaikan, petunjuk, dan
memrintahkan kebaiakan serta mencegah yang mungkar agar meraih kebahagiaan
dunia akherat. ( Manhaj ad-da’wah ilallohi Hal.96)
Tujuan dakwahTujuan dakwah adalah menjadikan manusia muslim mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan menyebarluaskan kepada masyarakat yang mula-mula apatis terhadap Islam menjadi orang yang suka rela menerimanya sebagai petunjuk aktivitas duniawi dan ukhrawi.
Kebahagiaan ukhrawi merupakan tujuan final setiap muslim. Untuk mencapai maksud tersebut diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dan
penuh optimis melaksanakan dakwah.
Oleh karena itu seorang da`i harus memahami tujuan dakwah, sehingga segala kegiatannya benar-benar mengarah kepada tujuan seperti dikemukakan di atas. Seorang da`i harus yakin akan keberhasilannya, jika ia tidak yakin dapat menyebabkan terjadinya penyelewengan-penyelewengan di bidang dakwah.
Disinilah letaknya mengapa tujuan
dakwah itu perlu diperjelas agar menjadi keyakinan yang kokoh untuk menghindari
terjadinya salah arah. Tujuan dakwah hakikatnya sama dengan diutusnya nabi
Muhammad saw. membawa ajaran Islam dengan tugas menyebarluaskan dinul haq
itu kepada seluruh umat manusia sesuai dengan kehendak Allah swt.
Berikut akan diuraikan tentang
tujuan dakwah :
- Mengajak umat manusia (meliputi orang mukmin maupun orang kafir atau musyrik) kepada jalan yang benar agar dapat hidup sejahtera di dunia maupun di akhirat.
- Mengajak umat Islam untuk selalu meningkatkan taqwanya kepada Allah swt.
- Mendidik dan mengajar anak-anak agar tidak menyimpang dari fitrahnya.
- Menyelesaikan dan memecahkan persoalan-persoalan yang gawat yang meminta segera penyelesaian dan pemecahan.
- Menyelesaikan dan memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi sewaktu-waktu dalam masyarakat.
Jadi inti dari tujuan yang ingin
dicapai dalam proses pelaksanaan dakwah adalah keridhaan Allah swt. dimana
obyek dakwah tidak hanya terbatas kepada umat Islam saja, tetapi semua manusia
bahkan untuk semua alam. Dari sudut manapun dakwah itu diarahkan, maka intinya
adalah amar ma`ruf nahyi munkar yang bertujuan untuk merubah dari
sesuatu yang negatif kepada yang positif, dari yang statis kepada kedinamisan
sebagai upaya merealisasikan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tiga Metode Dakwah
1.Metode Al Hikmah
Muhammad Abduh
berpendapat bahwa, “Hikmah adalah mengetahui rahasia dan faedah di dalam
tiap-tiap hal.”
Sering dalam keseharian kita mendengar ungkapan “ambil
hikmahnya” yang mungkin maksudnya adalah cermati persoalan yang ada untuk
mengetahui apa sesungguhnya yang sedang terjadi. Yang akhirnya seperti pendapat
Muhammad Abduh diatas, dengan upaya yang cermat untuk memahami persoalan yang
ada akan terbaca rahasia dan faedah dalam tiap-tiap peristiwa atau hal. Bahasa
kenyataan lebih fasih dari bahasa lisan.
2.Metode Al
Mau’idzah al Hasanah
Mau’idzatul hasanah terdiri dari dua kata yaitu mau’idzah
dan hasanah. Kata mau’idzah berarti nasihat atau peringatan dan hasanah artinya
kebaikan.
Pengertiannya secara istilah menurut Imam Abdullah bin Ahmad an Nasafi adalah: “Al
Mau’idzatul hasanah adalah perkataan yang tidak tersembunyi bagi mereka, bahwa
engkau memberi nasihat dan menghendaki manfaat kepada mereka atau dengan Al
Qur’an”.
3.Metode Al
Mujadalah Bi-al-Lati Hiya Ahsan
Al Mujadalah artinya adalah dialog. Berasal dari kata
“jadala” yang menurut Dr. Quraisy Shihab
bermakna “menarik tali dan mengikatnya guna menguatkan sesuatu”, maka
perdebatan ibarat menarik dengan ucapan untuk meyakinkan lawannya dengan
menguatkan pendapatnya melalui argumentasi yang disampaikan.
Karakteristik DakwahDakwah merupakan sebuah amal ibadah yang menjadi warisan panjang dan turun temurun. Ulama dan orang-orang sahleh dewasa ini merupakan generasi pewaris dakwah Islam. Dakwah memiliki beberapa karakter khas yang perlu dipahami dan diketahui oleh orang-orang yang akan menjalani dakwah tersebut.
Hal ini agar menjadi pedoman bagi orang-orang yang akan melibatkan dirinya dengan aktivitas mulia ini. Ketidak tahuan seseorang terhadap karakteristik sebuah jalan dakwah mengakibatkan banyaknya orang-orang yang akan berjatuhan saat melalui jalan dakwah tersebut. Oleh sebab itu pengertian dakwah Islam dan karakteristiknya perlu diketahui dan dipahami.
Berikut ini beberapa macam karakteristik jalan dakwah:
1. Jalan dakwah adalah perjalanan yang panjang
Dakwah bukanlah pekerjaan sehari dua hari yang bakal selesai untuk dikerjakan. Perjalanan dakwah adalah perjalanan yang telah dirintis oleh Rasulullah, dan hingga hari ini akan terus berjalan sampai pada masa yang telah Allah janjikan. Dakwah berorientasi pada tertegaknya hukum-hukum Allah dan izzah ummat Islam di muka bumi.
Oleh sebab itu jangan pernah lelah mengarungi jalan dakwah, sebab jalan dakwah memanglah perjalanan jauh para pejuang Islam yang siap mengorbankan segala macam hal yang menjadi milik diri, baik harta, waktu, keluarga mapun jiwa diri sendiri. Demikianlah pengertian dakwah Islam itu dimaknai, tidak hanya sekedar definisi, namun juga karakteristik nyata dari dakwah itu sendiri.
2. Jalan dakwah adalah jalan yang penuh rintangan
Sudah menjadi sunnatullah, dakwah dipenuhi dengan berbagai macam hambatan dan rintangan. Seseorang yang telah mengikrarkan dirinya siap untuk bergabung bersama barisan dakwah adalah mereka yang sudah siap untuk mendapatkan berbagai bentuk ujian di jalan dakwah tersebut. Ujian-ujian di jalan dakwah yang diberikan tak lain bertujuan untuk memuliakan orang-orang yang berdakwah.
Jika seseorang tersebut sanggup melaluinya, maka akan bertambahlah kemuliaan diri seseorang tersebut. Sebaliknya jika ia gagal atau justru menyebabkan ia berputus asa dari jalan dakwah, maka Allah telah mempersiapkan orang-orang yang akan menggantikan posisinya dengan kualitas keimanan yang lebih baik lagi.
Berani berdakwah berarti berani mendapatkan aneka ujian, intimidasi dan segala macam bentuk tribulasi atau hambatan lainnya. Bersabar dengan segala macam hambatan tersebut akan menambah kualitas kemuliaan seseorang. Ujian dan rintangan tersebut dapat datang dari diri sendiri maupun orang lain.
3. Jumlah orang yang mau berdakwah itu sedikit
Dakwah ibarat jamu yang terasa pahit untuk dirasakan secara fisik, namun akan menyehatkan tubuh di masa yang akan datang. Banyak orang yang tidak suka jamu lantaran disebabkan alasan pahit yang ia rasakan disaat awal mencicipinya. Seperti itu pulalah dakwah.
Banyak orang yang tak mau ikut berdakwah karena justru mengetahui kesulitan yang akan ia hadapi saat ikut berdakwah. Orang-orang akan enggan dengan konskwensi yang harus ia laksanakan sebagai akibat bergabungnya ia ke dalam barisan dakwah.
Materi Dakwah Nabi saw
Sumber utama
materi dakwah ialah Al-qur’an itu
sendiri yang tidak lain mengandung sepuluh maksud pesan Al-qur’an sebagai sumber utama islam yaitu:
- Menjelaskan haikat tiga rukun agama islam yaitu: iman, islam dan ihsan yang tellah di dakwah kan oleh para nabi dan rasul
- Menjelaskan segala sesuatu yang belum diketahui manusia tentang hakikat kenabian
- Menyempurnakan segala aspek psikologi manusia secara individu, kelompok dan masyarakat
- Mereformasi kehidupan sosial masyarakat atau sosial politis di atas dasar kesatuan nilai kedamaian dan keselamatan dalam beragama
- Menokohkan keistemewaan universitas dalam pembentukan kepribadian melalui kewajban dan larangan
- Menjelaskan hukum islam tentang kehidupan politik negara
- Membimbing penggunaan urusan harta
- Mereformasi sistem peperangan guna mewujudkan kebaikan dan kemashalatan manusia dan mencegah dehumanisasi
- Menjamin dan memberikan kedudukan yang layak bagi hak-hak kemanusian wanita dalam beragama dan berbudaya
- Membebaskan perbudakan
Tema materi dakwah di berikan sessuai menurut
situasi dan kondisi objek dakwah dan situasi masyarakat yang menjadi mad’u,
sehingga dapat menentukan materi yang tepat untuk disampaikan karna itu di
perlukan pengetahuan dan pengalaman
Hukum Dakwah
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ
يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ
الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون * سورة آل عمران 104
Jika min yang ada pada Surat Ali Imaron ayat. 1o4
di atas [ minkum ] adalah min lil bayaniyah,
maka dakwah menjadi kewajiban bagi setiap orang [
individual ] orang Islam, tetapi jika min dalam ayat
tersebut adalah min littab ‘idhiyyah [ menyatakan untuk
sebahagian ] maka dakwah menjadi kewajiban ummat secara kolektif atau pardhu
kifayah. Dua pengertian tersebut dapat digunakan sekaligus. Untuk
hal-hal yang mampu dilaksanakan secara individual, dakwah menjadi
kewajiban setiap muslim [ fardhu ‘ain ] , sedangkan untuk hal-hal yang hanya
mampu dilaksanakan secara kolektif, maka dakwah menjadi kewajiban yang bersifat
kolektif [ fardhu kifayah ]. Setiap muslim dan muslimat yang sudah baligh
wajib berdakwah, baik secara aktif maupun secara pasif. Secara pasif
dalam arti semua sikap dan prilaku dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan
ajaran Islam sehingga dapat menjadi contoh dan tuntunan bagi masyarakat.
Kewajiban berdakwah bagi setiap individu, selain
dinyatakan dalam ayat tersebut di atas ditegaskan juga dalam Al-Qur’an, dan
pesan Rasulullah Saw pada waktu Haji Wada’, :
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ
آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا
بِالصَّبْرِ (3)
Artinya: “ Demi masa sesungguhnya manusia itu
benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan
mengerjakan amal saleh, dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran, dan
nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran “.[Q.S. Al-‘Ashr/103].
فَلْيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ
الْغَائِبَ فَإِنَّهُ رُبَّ مُبَلِّغٍ يُبَلِّغُهُ لِمَنْ هُوَ أَوْعَى لَهُ (رواه
البخا رى )
“ ….maka hendaklah yang menyaksikan di
antara kamu menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena boleh jadi yang hadir
itu menyampaikannya kepada orang ..”.
Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda :
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ
آيَةً رواه البخاري)
Artinya: “….. sampaikanlah apa yang (kamu terima)
dariku, walaupun satu ayat…”
Misi Dakwah Nabi saw
Prinsip utama misi Rasulullah SAW
pada hakekatnya merupakan kesinambungan misi para Nabi/Rasul terdahulu yang
bertumpu pada Nabi Ibrahim AS penegak agama tauhid (Monotheis). Ibrahim AS
menemukan kembali prinsip utama tauhid tidak didapatkan lewat indoktrinal,
dokmatis, melainkan penggunaan potensi akal-Nya yang genius dan haq. Di antara
prinsip Rukun Iman dan Islam yang diajarkan Al-Qur’an, ialah Iman kepada Kitab
Suci Allah (termasuk Injil didalamnya) dan Iman kepada para Nabi/Rasul
terdahulu (termasuk terhadap Isa Almasih AS).
Perlu dikemukakan di sini, bahwa
prinsip tersebut tidak berarti lalu dengan begitu saja harus Imam dengan Bybel
dan Yesus Kritus, yang diidentikan dengan Injil dan Isa oleh ummat Nashrani.
Sebab fungsi Al-Qur’an dalam melakukan perannya sebagai Batu Ujian dan Pembeda
terhadap Bybel dan Yesus Kristus ternyata tidak sesuai dengan prinsip-prinsip
Agama Tauhid yang ditegakkan oleh Nabi Ibrahim AS.
Ada lima tugas Agama Islam yang
utama, yaitu:
1.Mewujudkan kemitraan dan kebersamaan, Ukhuwah dan Perdamaian
dengan Toleransi yang Manusiawi
2.Menghimpun segala Kebenaran yang termuat dalam Agama Samawi
yang terdahulu
3.Mengoreksi dan meralat kesalahan dalam agama terdahulu itu,
dan menyaringnya mana yang benar dan mana pula yang palsu
4.Mengajarkan kebenaran abadi yang sebelumnya tidak pernah
diajarkan (karena ummat manusia saat itu masih berada dalam tahap permulaan
dari tingkat perkembangannya)
5 Memenuhi
segala kebutuhan moral dan rohani bagi ummat manusia yang selalu bergerak maju,
karena agama Islam adalah agama fitrah.
Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. adalah agama
Islam, yaitu agama yang sempurna untuk seluruh umat manusia sepanjang masa.
Nabi Muhammad SAW. adalah rasul akhir zaman. Sebagai rasul yang terakhir dan
penutuup para nabi, beliau diutus oleh Allah SWT. untuk seluruh umat manusia
dan bangsa.
Misi Nabi Muhammad SAW. antara lain membawa ajaran Islam, menyempurnakan akhlak manusia, memberi kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia, dan menyampaikan ajaran dari Allah SWT. kepada umat manusia. Adapun misi Nabi Muhammad SAW. untuk seluruh umat manusia dan bangsa, sebagai berikut.
Misi Nabi Muhammad SAW. antara lain membawa ajaran Islam, menyempurnakan akhlak manusia, memberi kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia, dan menyampaikan ajaran dari Allah SWT. kepada umat manusia. Adapun misi Nabi Muhammad SAW. untuk seluruh umat manusia dan bangsa, sebagai berikut.
- Pada nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. diutus hanya untuk satu kaum dan bangsa tertentu, sedangkan Nabi Muhammad SAW. berlaku sepanjang masa.
- Ajaran para nabi atau rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. bersifat sangat terbatas, hanya untuk satu kaum dan masa tertentu. Sedangkan ajaran Nabi Muhammad SAW. berlaku sepanjang masa.
- Nabi Muhammad SAW. adalah rasul terakhir (penutup para nabi)
- Nabi Muhammad SAW. adalah nabi atau rasul umtuk seluruh alam semesta dan penghuninya.
- Seluruh ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. adalah untuk kesejahteraan seluruh alam semesta an penghuninya.
- Nabi Muhammad SAW. adalah rasul pembawa ajaran dan
berita gembira bagi seluruh umat manusia.
28. Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan
kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai
pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. (Saba’)
Jakarta
5/2/2013
terimakasih banyak ilmunya, sangat bermanfaat..
BalasHapus