Senin, 14 Desember 2015

PERLINDUNGAN & DOA NABI SAW




DOA RUKIYAH NABI SAW ?


يا أيها الناس قد جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين
". Hai Manusia, Sesungguhnya Telah Datang Kepada Kalian Pelajaran Dari Rabb Kalian Dan penyembuh penyakit-penyakit Bagi (Yang berada) hearts dada Dan Petunjuk Serta rahmat Bagi orang-orangutan Yang beriman" (Yunus: 57)
وننزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد الظالمين إلا خسارا
"Dan Kami turunkan Dari Al-Qur`an Sesuatu Yang Menjadi penyembuh Dan rahmat Bagi orang-orangutan Yang beriman." (Al-Isra`: 82)
قل هو للذين آمنوا هدى وشفاء
"Katakanlah: '(Al-Qur`an) ITU Adalah Petunjuk Dan penyembuh Bagi orang-orangutan Yang beriman'." (Fushshilat: 44)

لكل داء دواء, فإذا أصاب الدواء الداء, برأ بإذن الله عز وجل
"SETIAP penyakit Pasti memiliki obat. Bila SEBUAH obat Sesuai DENGAN penyakitnya Maka dia akan Sembuh DENGAN seizin Allah Subhanahu wa Ta'ala. "(HR. Muslim)

Muqaddimah
Selain Al-Fatihah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meruqyah JUGA DENGAN Al-Mu'awwidzat sebagaimana Yang Diposkan diriwayatkan' Aisyah radhiallahu 'anha. Beliau Berkata:
أن النبي صلى الله عليه وسلم كان ينفث على نفسه - في المرض الذي مات فيه - بالمعاوذات. فلما ثفل, كنت أنفث عليه بهن وأمسح بيد نفسه لبركتها
"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca Al-Mu'awwidzaat Dan meniupkannya DENGAN sedikit meludah differences Diri beliau di masa sakit beliau Yang membawa Kepada kematiannya. Tatkala beliau merasa Semakin Parah, aku Yang membacakan Al-Mu'awwidzaat Dan meniupkannya differences beliau. Aku usapkan Bacaan ITU Dan tiupan (ludah) nya DENGAN serbi beliau Sendiri. Hal inisial KARENA keberkahan serbi beliau. "(HR. Al-Bukhari)
Jabir Bin Abdullah r.a. berkata, “Seseorang di antara kami disengat kalajenking. Kemudian Jabir berkata, “Wahai Rasulullah apakah saya boleh meruqyahkannya? Maka beliau bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah” ( HR. Muslim )
Aisyah R.A. juga mengatakan, “Rasulullah SAW memerintahkan padaku agar aku minta ruqyah dari pengaruh ‘ain ( mata yang dengki ).” ( HR Muslim )
Dari Abu Sa’id Al-Khudhri r.a., Jibril mendatangi Nabi SAW, lalu berkata, “Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh rasa sakit?” Beliau menjawab, “Ya!” Kemudian Jibril meruqyahnya , “Bismillahi arqika, min kulli syai’in yu’dzika, min syarri kulli nafsin au ‘aini hasidin, Allahu yasyfika, bismillahi arqika” ( “Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala hal yang menyakitimu, dan dari kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah menyembuhkan kamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu”) ( HR Muslim )
Aisyah R.A. berkata, “Biasanya Rasulullah SAW apabila ada seorang yang mengeluh rasa sakit, beliau usap orang tersebut dengan tangan kanannya, kemudian berdoa, “Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia, sembuhkanlah kerana Engkaulah pemberi penyembuh, tiada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada meninggalkan penyakit” ( HR Muslim )
Uthman Bin Abil ‘Ash R.A. datang menemui Rasulullah SAW mengutarakan rasa sakit pada tubuhnya yang dia rasakan semenjak masuk Islam, kemudian Rasulullah SAW berkata, “Letakkan tanganmu pada tempat yang terasa sakit, kemudian bacalah “Bismillahi” ( dengan menyebut nama Allah ) tiga kali, dan bacalah “A’uzu billahi wa qudrotihi min syarri ma ajidu wa uhadziru” ( aku berlindung dengan Allah dan dengan qudrat-Nya dari kejahatan yang aku dapati dan yang aku hindari ) tujuh kali.” ( HR. Muslim )
Anjuran Berobat ?
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam PERNAH memaparkan Perihal berobat hearts beberapa haditsnya. Di antaranya:

1. Dari Jabir bin 'Abdullah radhiallahu' anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لكل داء دواء, فإذا أصاب الدواء الداء, برأ بإذن الله عز وجل
"SETIAP penyakit Pasti memiliki obat. Bila SEBUAH obat Sesuai DENGAN penyakitnya Maka dia akan Sembuh DENGAN seizin Allah Subhanahu wa Ta'ala. "(HR. Muslim)
2. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:
ما أنزل الله من داء إلا أنزل له شفاء
"Tidaklah Allah Menurunkan SEBUAH penyakit melainkan Menurunkan pula obatnya." (HR. Al-Bukhari Dan Muslim)
3. Dari Usamah bin Syarik radhiallahu 'anhu, bahwa beliau Berkata:
كنت عند النبي صلى الله عليه وسلم, وجاءت الأعراب, فقال: يا رسول الله, أنتداوى? فقال: نعم يا عباد الله, تداووا, فإن الله عز وجل لم يضع داء إلا وضع له شفاء غير داء واحد. قالوا: ما هو? قال: الهرم
Aku PERNAH berada di Samping Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu Datanglah serombongan dusun Arab. Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, bolehkah Kami berobat?" Beliau Menjawab: "Iya, Wahai para hamba Allah, berobatlah. . Sebab Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah meletakkan SEBUAH penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali penyakit Satu "Mereka bertanya:"? Penyakit Apa Itu "beliau Menjawab:" Penyakit tua "(HR Ahmad, Al-Bukhari hearts Al-Adabul.. mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Dan At-Tirmidzi, beliau Berkata bahwa hadits hasan shahih inisial. Syaikhuna Muqbil bin Hadi al-Wadi'i menshahihkan hadits ini Label hearts kitabnya Al-Jami 'Ash-Shahih mimmaa Laisa ikan Shahihain, 4/486 )
4. Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:
إن الله لم ينزل داء إلا أنزل له شفاء, علمه من علمه وجهله من جهله
"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah Menurunkan SEBUAH penyakit melainkan Menurunkan pula obatnya. Obat ITU diketahui Diposkan orangutan Yang Bisa mengetahuinya Dan TIDAK diketahui Diposkan orangutan Yang TIDAK Bisa mengetahuinya. "(HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, beliau menshahihkannya Dan disepakati Diposkan Adz-Dzahabi. Al-Bushiri menshahihkan hadits Suami hearts Zawa` id-nya. lihat Takhrij Al-Arnauth differences Zadul Ma'ad, 4 / 12-13)
Doa Rukiyah Nabi ?
'Auf bin Malik radhiallahu' anhu Berkata:
كن نرقي في الجاهلية فقلنا: يا رسول الله, كيف ترى في ذلك? فقال: اعرضوا علي رقاكم لا بأس بالرقى ما لم يكن فيه شرك
"Kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu Kami bertanya: 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu TENTANG HAL ITU?' Beliau Menjawab: 'Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah Kalian. Ruqyah-ruqyah ITU TIDAK MENGAPA TIDAK selama mengandung syirik '. "(HR. Muslim no. 2200)
1.Selain Al-Fatihah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meruqyah JUGA DENGAN Al-Mu'awwidzat sebagaimana Yang Diposkan diriwayatkan' Aisyah radhiallahu 'anha. Beliau Berkata:
أن النبي صلى الله عليه وسلم كان ينفث على نفسه - في المرض الذي مات فيه - بالمعاوذات. فلما ثفل, كنت أنفث عليه بهن وأمسح بيد نفسه لبركتها
"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca Al-Mu'awwidzaat Dan meniupkannya DENGAN sedikit meludah differences Diri beliau di masa sakit beliau Yang membawa Kepada kematiannya. Tatkala beliau merasa Semakin Parah, aku Yang membacakan Al-Mu'awwidzaat Dan meniupkannya differences beliau. Aku usapkan Bacaan ITU Dan tiupan (ludah) nya DENGAN serbi beliau Sendiri. Hal inisial KARENA keberkahan serbi beliau. "(HR. Al-Bukhari)
2.Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Jibril' Alaihissalam PERNAH mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Jibril bertanya: "Wahai Muhammad, apakah Engkau mengeluhkan rasa sakit?" Nabi Menjawab: "Iya." Maka Jibril membacakan:
بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك, من شر كل نفس أو عين حاسد, الله يشفيك, بسم الله أرقيك
"Mencari Google Artikel nāma Allah, aku meruqyahmu Dari Segala Sesuatu Yang mengganggumu Dan keburukan SETIAP jiwa ATAU Sorotan mata Yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu, with nāma Allah aku meruqyahmu. "(HR Muslim).

Doa-Doa Nabi SAW ?

Mengenai doa-doa Yang Kami Maksud Adalah SEBAGAI berikut:
1. Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu bahwa beliau Berkata Kepada Tsabit Al-Bunani: "Maukah Engkau aku ruqyah DENGAN ruqyah Rasulullah Shallallahu'? Alaihi wa sallam" Tsabit Menjawab: "Ya". Maka Anas membaca:
اللهم رب الناس أذهب البأس, اشف أنت الشافي لا شافي إلا أنت شفاء لا يغادر سفما
"Ya Allah, Rabb Manusia Sekalian, Yang menghilangkan Segala Petaka, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ADA Yang Bisa menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan SEBUAH Yang TIDAK Meninggalkan penyakit." (HR. Al-Bukhari)
Dalam Riwayat berbaring Dari 'Aisyah radhiallahu' anha, beliau Berkata: "PT KARYA CIPTA PUTRA Bila shalat Seorang Dari Kami mengeluhkan rasa sakit Maka beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengusapnya DENGAN serbi Kanan beliau Dan membaca:
اللهم رب الناس أذهب البأس, اشف أنت الشافي لا شفاء إلا شفاؤك شفاء لا يغادر سفما
"Ya Allah, Rabb Manusia Sekalian, hilangkanlah petakanya Dan sembuhkanlah dia, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ADA penyembuh kecuali Penyembuhan-Mu, SEBUAH Penyembuhan Yang TIDAK Meninggalkan penyakit." (HR. Al-Bukhari Dan Muslim)
2. Dari 'Aisyah radhiallahu' anha, bahwa beliau Berkata: "Rasulullah Shallallahu PT KARYA CIPTA PUTRA 'alaihi wa sallam meruqyah DENGAN membaca:
امسح البأس رب الناس بيدك الشفاء لا كاشف له إلا أنت
"Hapuslah petakanya, wahai Rabb Manusia Sekalian. Di serbi-Mu Seluruh Penyembuhan, tak ADA Yang menyingkap untuknya kecuali Eng Kau. "(HR. Al-Bukhari Dan Muslim)
3. Dari 'Aisyah radhiallahu' anha, bahwa beliau Berkata: "Rasulullah Shallallahu PT KARYA CIPTA PUTRA 'alaihi wa sallam meruqyah beliau membaca Bila:
بسم الله تربة أرضنا بريقة بعضنا ليشفى به سقيمنا, بإذن ربنا
"Mencari Google Artikel nāma Allah. Tanah bumi Kami Dan ludah udara sebagian Kami, semoga disembuhkan dengannya orangutan Yang sakit di ANTARA Kami, with seizin Rabb Kami. "(HR. Al-Bukhari Dan Muslim)
4. Dari Abu Al-'Ash Ats-Tsaqafi radhiallahu 'anhu, bahwa beliau mengeluhkan sakit Yang dirasakannya di tubuhnya semenjak MASUK Islam Kepada Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya:
ضع يدك على الذي تألم في جسدك وقل: بسم الله ثلاثا, وقل سبع مرات: أعوذ بالله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر
"Letakkanlah tanganmu PADA Tempat Yang sakit Dari tubuhmu Dan ucapkanlah, 'Bismillah (Mencari Google Artikel nāma Allah)' kali Tiga sebanyak. Lalu ucapkanlah:
أعوذ بالله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر
'Aku berlindung Kepada Allah Dan Kekuasaan-Nya Dari keburukan Sesuatu Yang kurasakan Dan kuhindarkan,' sebanyak Tujuh kali. "(HR. Muslim)
5. Dari 'Abdullah bin' Abbas radhiallahu 'anhuma, Nabi Shallallahu Dari' alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda:
من عاد مريضا لم يحضر أجله فقال عنده سبع مرات: أسألك الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك, إلا عافاه الله في ذلك
"Barangsiapa mengunjungi orangutan sakit selama Belum Datang ajalnya, Lalu dia Bacakan di sisinya sebanyak Tujuh kali:
أسألك الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك
'Aku memohon Kepada Allah Yang Maha Agung, Pemilik' Arsy Yang gede, semoga menyembuhkanmu, 'niscaya Allah akan disembuhkannya Dari penyakit ITU. "(HR. Abu Dawud, At-Turmudzi, Dan dihasankan Diposkan Al-Hafizh hearts Takhrij Al-Adzkar)
6. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash radhiallahu 'anhu, beliau Berkata: "Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam mengunjungiku (ketika aku sakit) Dan beliau membaca:
اللهم اشف سعدا, اللهم اشف سعدا, اللهم اشف سعدا
"Ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad Ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad. "(HR. Muslim)

Doa Perlindungan Nabi saw ?
1. Bagi orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan seraya mengatakan بِسْمِ الله (Bismillah, 3 kali).

أعُوذُ بِالله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ وَ أحَاذِرُ

2."Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti".[3]

Dalam riwayat lain disebutkan “Dalam setiap usapan”. Doa tersebut diulangi sampai tujuh kali.
Atau membaca :

بِسْمِ الله أعُوذُ بِعزَِّةِ الله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ مِنْ وَجْعِيْ هَذَا

3."Aku berlindung kepada keperkasaan Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dari rasa sakitku ini".[4]
4.Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam masih meludahi kedua tanganmu seraya membaca doa:

أَذْهِبْ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

5."Hilangkan penyakit ini wahai Penguasa manusia. Sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali penyembuhanMu, obat yang tidak meninggalkan penyakit"[6].
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam PERNAH mengucapkan hearts doanya:
اللهم إني أعوذ برضاك من سخطك, وبمعافاتك من عقوبتك, وأعوذ بك منك
"Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung DENGAN ridha-Mu Dari Murka-Mu, with Pemeliharaan-Mu Dari siksa-Mu. Dan aku berlindung DENGAN-Mu dari-Mu. "(HR. Muslim Dan Abu Dawud)
Ikhtitam
SECARA Garis Besar, berobat merupakan perkara Yang disyariatkan selama TIDAK menggunakan Sesuatu Yang haram. Hal inisial sebagaimana ditegaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam hearts sabdanya:
إن الله أنزل الداء والدواء وجعل لكل داء دواء فتداووا ولا تداووا بحرام
"Sesungguhnya Allah Telah Menurunkan penyakit Dan obatnya, demikian pula Allah menjadikan Bagi SETIAP penyakit ADA obatnya. Maka berobatlah Kalian Dan janganlah berobat DENGAN Yang haram. "(HR. Abu Dawud Dari Abud Darda` radhiallahu 'anhu)
Footnote
[3]. HR Muslim, kitab As Salam (14/189).
[4]. Shahihul Jami’, no. 346.
[6]. Al Fathu Ar Rabbani (17/182) dan Mawaridu Azh Zham-an, no. 1415-1416.
2.https://ucuega07tekniksipil.wordpress.com
3.http://almanhaj.or.id
Jakarta 15/12/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman