Senin, 07 Desember 2015

KEMULIAAN SAHABAT ABU BAKAR




MENGENAL SAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ ?


Muqaddimah
Nama lengkap beliau adalah ‘Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu-ay At Taimy Al Qurasy. Pada masa jahiliyah, dahulu beliau bernama ‘Abdul Ka’bah, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggantinya dengan ‘Abdullah.
Beliau memiliki kunyah Abu Bakar, ada yang mengatakan dikarenakan bersegeranya dalam masuk Islam. Beliau juga diberi gelar Ash Shiddiq karena pembenarannya terhadap apapun yang diberitakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Gelar Al ‘Atiq juga disematkan kepada beliau karena ketampanan wajahnya. Pendapat yang lain mengatakan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kabar gembira berupa terbebasnya beliau dari api neraka. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ’anha beliau berkata, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya berada disekitar ka’bah. Ketika Abu Bakar datang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Siapa yang ingin melihat orang yang terbebas dari api neraka, maka hendaknya ia melihat Abu Bakar’”.
Abu Bakar radhiyallahu ’anhu tumbuh dengan akhlak yang mulia, perilaku yang terpuji, dan pribadi yang luhur. Beliau adalah pedagang dan termasuk pembesar dan penasehat kaum Quraisy. Beliau juga dicintai oleh kaumnya dan akrab dengan mereka.
Tidak terdapat berita yang mengabarkan bahwasanya beliau radhiyallahu ’anhu menyembah berhala dan meminum khamr pada masa jahiliyyah. Hal ini disebabkan karena baiknya fitrahnya dan bagusnya kualitas akalnya. Beliau terkenal dengan sifat tawadhu’, zuhud, dan meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga ketika beliau dipuji, beliau berdo’a,
Allāhumma anta a’lamu bii minnafsii wa ana a’lamu binafsii minhum, allāhumma-j’alnii khoiron mimmaa yazhunnuun waghfirlii maa laa ya’lamuun
Yang artinya, “Ya Allah engkau lebih tahu tentang diriku daripada aku, dan aku lebih tahu tentang diriku daripada mereka, Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka, ampunilah aku dari apa yang mereka tidak ketahui dan jangan siksa aku atas (pujian) yang mereka katakan.” (Al Ishabah, 2/335)
Abu Bakar radhiyallahu ’anhu adalah orang yang pertama masuk Islam dari kalangan lak-laki dewasa. Tidak ada yang menunjukkan sempurnanya keimanan Abu Bakar radhiyallahu ’anhu kecuali karena bersegeranya dalam membenarkan apa yang diberitakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika peristiwa Isra Mi’raj. Dimana pada saat itu kaum Quraisy mendustakannya dan banyak dari kaum muslimin yang murtad tidak mempercayai berita tersebut. Akan tetapi Abu Bakar radhiyallahu ’anhu membenarkan peristiwa Isra Mi’raj
Kemuliaan Beliau ?
Kaum muslimin ahlus sunnah wal jama’ah bersepakat bahwasanya Abu Bakar radhiyallahu ’anhu adalah manusia paling mulia pada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah Nabinya. Meskipun sangat singkat, berikut adalah keutaman-keutamaan yang dimiliki Abu Bakar radhiyallahu ’anhu :
Pertama, Abu Bakar radhiyallahu ’anhu merupakan sahabat yang paling sering menemani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menemani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di gua tsur dalam perjalanan hijrah ke madinah.
Kedua, Abu Bakar radhiyallahu ’anhu memiliki peran yang besar dalam berinfaq di jalan Allah Ta’ala. Beberapa budak yang beliau merdekakan adalah Bilal bin Robah, ‘Amir bin Fuhair, dan yang lainnya. Ketika berhijrah beliau menawarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menggunakan seluruh hartanya. Beliau juga meninfakkan hartanya (secara rutin) kepada para fakir miskin muslim yang ada di Madinah seperti Misthoh bin Atsatsah dan selainnya.
Ketiga, peran Abu Bakar radhiyallahu ’anhu dalam jihad (berperang) di jalan Allah. Beliau mengikuti seluruh peperangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diganggu oleh kaum kafir Quraisy di Makkah, Abu Bakar-lah yang membelanya. Beliau termasuk (diantara yang sedikit) yang terus menemani dan melindungi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat perang Hunain dimana saat itu banyak diantara kaum muslimin lari dari peperangan.
Keempat, kesungguhan Abu Bakar radhiyallahu ’anhu dalam menyebarkan Islam. Beberapa sahabat yang masuk Islam melalui perantara Abu Bakar adalah ‘Utsman bin ‘Affan, Zubair bin ‘Awwam, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’id bin Abi Waqqosh, Tholhah bin ‘Ubaidillah dan yang lainnya radhiyallahu ’anhum ajma’in. Jasa beliau dalam Islam yang lain adalah pengumpulan Al Qur’an dan kegigihan beliau dalam menghadapi gerakan murtad setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tentu masih banyak lagi yang lain.
Kelima, berikut dua hadits yang menunjukkan keutamaan Abu Bakar radhiyallahu ’anhu.
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang manusia yang paling dicintai dari kalangan laki-laki, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab Abu Bakar. (HR Bukhari dan Muslim)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Apabila aku diperbolehkan mengambil kekasih dari umatku maka aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasih, akan tetapi dia adalah saudaraku (se-Islam) dan sahabatku.” (HR. Bukhari)
Kedermawanannya ?
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para shahabatnya untuk bersedekah, maka mereka pun melaksanakannya”. Suatu hari, ‘Umar berkata: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?”. Kujawab, ‘Semisal dengan ini’. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?”. Abu Bakar menjawab, “Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya”. ‘Umar berkata, “Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’” (HR. Tirmidzi)
Semangat  dalam beribadah dan beramal shalih ?
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang hari ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab, ‘Saya’”
“Siapa yang hari ini ikut mengantar jenazah?” Abu Bakar menjawab, ‘Saya’”
“Siapa yang hari ini memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab, ‘Saya’”
“Siapa yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, ‘Saya’”
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda, “Tidaklah semua ini dilakukan oleh seseorang kecuali dia akan masuk surga” (HR. Muslim)
Pujian Rasulullah saw kepada Abu Bakar ?
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berjasa kepadaku dengan ikatan persahabatan dan dukungan hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang Khalil -kekasih terdekat- selain Rabb-ku niscaya akan aku jadikan Abu Bakar sebagai Khalil-ku. Namun, cukuplah -antara aku dengan Abu Bakar- ikatan persaudaraan dan saling mencintai karena Islam. Dan tidak boleh ada satu pun pintu yang tersisa di [dinding] masjid ini kecuali pintu Abu Bakar.”
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, di Kitab Fadha’il ash-Shahabah (lihat Syarh Nawawi Juz 8 hal. 7-8)
Berikut ini pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dari hadits di atas. Kami sarikan dari keterangan al-Hafizh Ibnu Hajar dan Imam an-Nawawi. Semoga bermanfaat.
  1. Hadits ini mengandung keistimewaan yang sangat jelas pada diri Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu yang tidak ditandingi oleh siapapun -di antara para sahabat-. Hal itu disebabkan beliau berhak mendapat predikat Khalil -kekasih terdekat- bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kalaulah bukan karena faktor penghalang yang disebutkan oleh Nabi di atas (lihat Fath al-Bari [7/17 dan 19])
  2. Abu Bakar radhiyallahu’anhu mengetahui bahwa seorang hamba yang diberikan tawaran tersebut adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu beliau pun menangis karena sedih akan berpisah dengannya, terputusnya wahyu, dan akibat lain yang akan muncul setelahnya (lihat Syarh Nawawi [8/7])
  3. Hadits ini menunjukkan bahwa semestinya masjid dijaga agar tidak menjadi seperti jalan tempat berlalu-lalangnya manusia kecuali dalam kondisi darurat yang sangat penting (lihat Fath al-Bari [7/19])
  4. Para ulama itu memiliki pemahaman yang bertingkat-tingkat. Setiap orang yang lebih tinggi pemahamannya maka ia layak untuk disebut sebagai a’lam (orang yang lebih tahu) (lihat Fath al-Bari [7/19])
  5. Hadits ini mengandung motivasi untuk lebih memilih pahala akhirat daripada perkara-perkara dunia (lihat Fath al-Bari [7/19])
  6. Hendaknya seorang berterima kasih kepada orang lain yang telah berbuat baik kepadanya dan menyebutkan keutamaannya (lihat Fath al-Bari [7/19])
Keutamaan Beliau dalam Hadits ?
1. Hadis riwayat Abu Bakar Sidik ra., ia berkata:
Aku melihat kaki orang-orang musyrik di atas kepala kami tatkala kami berada dalam gua. Aku berkata: Wahai Rasulullah kalau saja salah seorang dari mereka melihat ke kedua kakinya sendiri, niscaya dia akan melihat kita yang berada di bawahnya. Beliau bersabda: Wahai Abu Bakar, apa dugaanmu yang bakal terjadi pada dua orang di mana yang ketiganya adalah Allah. (Shahih Muslim No.4389)
2.Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa Rasulullah saw. pada satu hari berada di atas mimbar lalu beliau bersabda: Ada seorang hamba yang diberikan pilihan oleh Allah antara Allah akan memberinya kemewahan dunia atau memberi sesuatu yang ada di sisi-Nya. Ternyata hamba itu memilih sesuatu yang ada di sisi-Nya. Setelah itu Abu Bakar tampak menangis kemudian berkata: Kami bersedia menebus engkau dengan bapak dan ibu kami. Abu Said Al-Khudri ra. mengatakan: Rasulullah saw. lah hamba yang telah diberikan pilihan itu. Dan Abu Bakar sendiri yang memberitahukan hal itu kepada kami. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang yang paling setia kepadaku baik dalam hartanya maupun dalam persahabatannya adalah Abu Bakar. Kalau saja aku boleh mengangkat seorang khalil (kekasih), niscaya aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasih. Akan tetapi dia adalah saudaraku di dalam Islam. Sungguh tidak akan diciptakan pada mesjid ini sebuah pintu kecil pun kecuali hal itu memang milik Abu Bakar. (Shahih Muslim No.4390)
3.Hadis riwayat Amru bin Ash ra.:
Bahwa Rasulullah saw. pernah mengutusnya untuk memimpin pasukan tentara Zatussalasil. Aku menemui beliau dan bertanya: Siapakah orang yang paling Anda cintai? Beliau menjawab: Aisyah. Aku bertanya: Dari kaum lelaki? Beliau menjawab: Ayah Aisyah. Aku bertanya: Lalu siapa? Beliau menjawab: Umar. Setelah itu beliau menyebutkan nama beberapa orang sahabat yang lain. (Shahih Muslim No.4396)
4.Hadis riwayat Jubair bin Muth`im ra.:
Dari Muhammad bin Jubair bin Muth`im dari ayahnya bahwa seorang wanita pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah saw. kemudian beliau menyuruh wanita itu supaya kembali lagi kepada beliau di lain waktu. Lalu wanita itu bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana menurut engkau kalau aku nanti datang dan tidak menjumpaimu. Bapakku berkata: Tampaknya wanita itu bermaksud kematian. Beliau bersabda: Jika kamu nanti tidak menjumpaiku, maka temuilah Abu Bakar. (Shahih Muslim No.4398)
5.Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Sewaktu Rasulullah saw. sakit, beliau berkata kepadaku: Tolong panggilkan Abu Bakar dan saudara lelakimu sehingga aku dapat menulis surat (wasiat). Sesungguhnya aku merasa khawatir terhadap orang yang ambisius yang mengatakan: Aku adalah orang yang lebih berhak sementara Allah dan orang-orang mukmin enggan kecuali Abu Bakar. (Shahih Muslim No.4399)
6.Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ketika seorang lelaki sedang menuntun seekor sapi miliknya yang sedang memikul beban, tiba-tiba sapi tersebut menoleh kepadanya dan berkata: Sesungguhnya aku diciptakan bukan untuk ini, melainkan untuk membajak tanah pertanian. Lalu para sahabat berseru: Maha Suci Allah! Karena merasa terheran-heran dan terkejut seekor sapi dapat berbicara. Rasulullah saw. bersabda: Tetapi sesungguhnya aku, Abu Bakar dan Umar mempercayainya. Seterusnya Abu Hurairah ra. mengatakan: Rasulullah saw. bersabda: Ketika seorang penggembala sedang menggembalakan kambing-kambingnya, tiba-tiba ada seekor srigala menerkam dan membawa lari salah satu kambingnya. Lalu penggembala tadi mengejar srigala itu dan berhasil menyelamatkan kambingnya. Tiba-tiba saja srigala menoleh kepadanya dan berkata: Siapakah yang akan melindungi kambing-kambing itu pada hari binatang buas yaitu suatu hari yang tidak terdapat seorang penggembalapun selain aku? Lalu para sahabat kembali berseru: Maha Suci Allah! Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku, Abu Bakar dan Umar mempercayainya. (Shahih Muslim No.4401)

Sumber:1.http://www.islam2u.net
2.https://muslim.or.id
3.http://buletin.muslim.or.id
Jakarta 8/12/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman