Jumat, 05 Juli 2013

RAMADHAN BULAN BEBAS DARI API NERAKA


RAMADHAN BULAN PEMBEBASAN

Ketika awal malam bulan Ramadan  tiba… -diantara yang disebutkan- Dan Allah menetapkan (orang-orang yang) dibebaskan dari siksa neraka, dan hal itu (terjadi pada) setiap malam.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Muqaddimah
Bulan Ramadhan tak sekedar bulan yang hari-harinya dihabiskan dengan menahan rasa haus dan lapar saja, selebihnya Ramadhan adalah bulan pembebasan. Ramadhan pulalah yang membekali perjalanan hidup kita selam satu tahun dengan gemblengan jiwa, berupa kemampuan menahan hasrat dan nafsu kita yang senantiasa bisa membawa pada jalan kehinaan.

Pembebasan yang ditawarkan bulan ramadhan adalah pembebasan diri dari nafsu dan penawar bagi mazmumah (sifat tercelah). Pembebasan pada bulan ramadhan juga mencakup pada pembebasan manusia dari hawa nafsu yang selama ini diagung-agungkan hingga menjadi Tuhan bagi mereka.
Dengan bulan ramadhan orang bisa bebas dan suci dari pengarug lingkungan. Secara terperinci, suci dalam Islam artinya bersih. Nah, kesucian itu kemudian menjadi kotor karena pengaruh-pengaruh dari lingkungan. Pengaruh ayah, ibu atau lingkungannya. Supaya seseorang kembali pada kesucian, bebas dari pengaruh lingkungan, ia harus mensucikan kembali dengan menjalankan ibadah seperti shaum (puasa) dengan sebenar-benarnya, yaitu berhenti dari hal yang membatalkan puasa, berhenti dari perbuatan yang mengurangi nilai puasa. Setiap orang yang melaksanakan puasa dengan baik, ia akan kembali pada kesucian, jiwa yang fitri.

Ramadhan Penuh Pembebasan
Mari kita jadikan bulan Ramadhan kesempatan untuk memperkuat kehendak dan keinginan dan menjauhkan diri dari syahwat dan hal-hal yang dibolehkan, kebebasan dari belenggu adat istiadat, sehingga kita menjadi orang mendapatkan rahmat Allah dan melakukan puasa dan qiyam dengan penuh keimanan dan harapan pahala sehingga kitapun akan mendapatkan ampunan. Puasa merupakan olahraga hati (spiritual) bukan sekedar pengharaman fisik belaka, Karena itu pula kita sangat membutuhkan sarana untuk meningkatkan jati diri pada bulan Ramadhan melalui penguatan dan pengokohan kehendak dan keinginan, dan tanda terbesar dari itu semua adalah menunaikan segala perintah Allah dan mencegah diri dari apa yang diharamkan atas kita, sehingga mampu mengobati jiwa dan bertambah kuat, lalu berinteraksi secara intensif dengan Al-Qur’an:

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (Syura: 52).

Bahwa kekuatan tekad dan kehendak yang ditanamkan dalam ibadah puasa pada diri, juga merupakan kebutuhan umat dalam menghadapi hawa nafsu, syahwat, fitnah dan berbagai rintangan, dan dibutuhkan untuk menghadapi kecendrungan diri pada kelemahan dan kemalasan serta yang mengutamakan keselamatan daripada berjihad, berkorban, dan memberi.

Bulan Ramadhan adalah bulan pembebasan dari api neraka.  Maka wahai kaum muslimin… Perhatikanlah hal-hal berikut ini:
1.  Hisablah dirimu di setiap hari-hari puasa mu di bulan Ramadhan
Apakah kamu telah menjaga dirimu dari hal-hal yang membatalkan puasamu? Apakah kamu telah menjaga dirimu dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa seperti ghibah, berkata  dusta,  dan melakukan kebohongan?.  Hisablah dirimu atas pelaksanaan ibadah yang diwajibkan kepadamu seperti shalat lima waktu pada waktunya, shalat (bagi laki-laki) secara berjamaah. Sesungguhnya seorang hamba yang memelihara puasanya, melaksanakan kewajiban-kewajibannya , dan meninggalkan perkara yang diharamkan, maka Allah akan anugerahkan kepadanya pembebasan dari api neraka.
Rasulullah  bersabda:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ... وفيه : وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
“Ketika awal malam bulan Ramadan  tiba… -diantara yang disebutkan- Dan Allah menetapkan (orang-orang yang) dibebaskan dari siksa neraka, dan hal itu (terjadi pada) setiap malam.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
2.  Senantiasa beramal
Ketahuilah –wahai para hamba Allah- bahwa jika kalian hidup di kehidupan ini dan senantiasa beramal, maka kalian tidak akan terlepas dari dua keadaan, amalmu akan membebaskanmu dari neraka jahannam atau justru amalmu yang akan menjatuhkanmu ke dalam neraka jahannam.  Maka bersungguh-sungguhlah dalam membebaskan dan menebus dirimu dari neraka sebelum kematian menjemputmu dan ketika itu tiada berguna penyesalan.
Rasulullah  bersabda:
)) الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآَنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا ((
“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanAllah walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar, dan Al Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Allah) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-Nya).” (HR Muslim)
Berilah perhatian kepada mentauhidkan Allah, bersuci, bertahmid, bertasbih, shalat, shadaqah, sabar, membaca Al Qur’an, memahaminya, dan mengamalkannya.  Ambillah pelajaran dari ibadah-ibadah ini serta tunaikanlah. Semoga Allah membebaskanmu dari adzab neraka jahannam.
3.  Sibukkan diri dengan ketaatan dan beribadah kepada Allah
Bila engkau mengetahui bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan memiliki keutamaan, maka sibukkanlah dirimu setiap saat dengan melakukan ketaatan kepada tuhanmu  dan beribadahlah lebih semangat pada malam-malamnya dan sepertiga malam terakhirnya.  Manfaatkanlah sepertiga malam terakhirnya untuk shalat, berdoa, memohon kepada Allah, beristighfar, bertaubat, dan berserah diri kepada Allah.
Rasulullah  bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرِ، يَقولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan siapa yang yang memohon ampun kepadaKu, maka akan Aku ampuni” (HR. Bukhari dan Muslim)
4.  Jagalah ibadahmu
Wahai kaum muslimin.. Sesungguhnya Ramadhan adalah sebuah kesempatan yang tak dapat tergantikan bagi orang yang menyia-nyiakannya. Maka berjagalah untuk beribadah di bulan ini mulai dari malam pertama.
Jadilah engkau termasuk orang yang bertaubat serta kembali kepada Allah.. Orang yang merendahkan diri dan berserah diri kepada-Nya..  Orang yang senantiasa berusaha mencari keselamatan dari adzab Allah.. mengharapkan rahmat, surga, dan ampunan-Nya…  Jauhilah dosa-dosa! Jalanilah hidupmu pada bulan Ramadhan ini dan juga pada bulan-bulan selainnya dengan senantiasa memikirkan keselamatanmu di hari kiamat kelak.. Jadikanlah dirimu sebagai pengawas dirimu sendiri.. Jagalah raga dan lisanmu seakan-akan  kamu terpenjara.. Agar engkau tidak membiarkan dirimu lepas tanpa kendali..  Sehingga ukuran kecintaan dan kebahagiaanmu didasarkan atas pertimbangan akhiratmu.
JAKARTA  5/7/2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar