Selasa, 01 November 2016

MENDIDIK ANAK


159.Renungan Pagi !!!
*MENJADIKAN ANAK SHALIH*

Dalam al-qur’an surat Al-Ahzab ayat : 21.
ﻟﻘﺪ ﻛﺎﻥ ﻟﻜﻢ ﻓﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺳﻮﺓ ﺣﺴﻨﺔ

“Telah ada dalam diri Rasulullah Suri tauladan yang baik”.
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻟُﻘْﻤَﺎﻥُ ﻟِﺎﺑْﻨِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻌِﻈُﻪُ ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻟَﺎ ﺗُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ۖ ﺇِﻥَّ
ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada
anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya,
‘Wahai anakku! Janganlah engkau memperskutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
kezhaliman yang besar.’” [Luqman: 13]
ﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﺭَﺍﻉٍ، ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﻣَﺴْﺆُﻭﻝٌ ﻋَﻦْ ﺭَﻋِﻴَّﺘِﻪِ، ﻭَﺍْﻷَﻣِﻴْﺮُ ﺭَﺍﻉٍ،
ﻭَﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺭَﺍﻉٍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺭَﺍﻋِﻴَﺔٌ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻴْﺖِ
ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﻭَﻟَﺪِﻩِ، ﻓَﻜُﻠُّﻜُﻢْ ﺭَﺍﻉٍ، ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﻣَﺴْﺆُﻭﻝٌ ﻋَﻦْ ﺭَﻋِﻴَّﺘِﻪِ .
“Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu
sekalian bertanggung jawab atas orang yang
dipimpinnya. Seorang Amir (raja) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas
keluarganya, dan isteri juga pemimpin bagi rumah
suaminya dan anak-anaknya. Kamu sekalian
adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta
pertanggungjawabannya ataskepemimpinannya.”
[HR al Bukhari]
*Anak Shalih Ala RasuluKlanah saw.*
ﻟﻘﺪ ﻛﺎﻥ ﻟﻜﻢ ﻓﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺳﻮﺓ ﺣﺴﻨﺔ

“Telah ada dalam diri Rasulullah Suri tauladan yang baik”.
Lalu bagaimanakah cara Rasulullah SAW mendidik
putra-putrinya, melalui sabda-sabdanya mari kita simak langkah-langkah Rasulullah SAW dalam mendidik anak:
1. Membuka kehidupan anak dengan kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah
Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Al Hakim
dari Ibnu Abbas RA bahwa nabi bersabda:
ﺍﻓﺘﺤﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺻﺒﻴﺎﻧﻜﻢ ﺍﻭﻝ ﻛﻠﻤﺔ ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ

“Bukakanlah untuk anak-anak kalian pertama kalinya
dengan kalimat La ilaha illallah (tiada sesembahan
yang hak kecuali Allah)”.
[HR al Baihaqi]
Mengenalkan kepada anak akan siapakah
dirinya?...Makhluk yang telah diciptakan. Siapakah
yang menciptakannya?...Allah SWT. Apa sajakah
kewajiban ia terhadap penciptanya?...Mengabdi
kepada Allah SWT. Kepada siapakah harus mengambil
teladan hidup?...Kepada Rasulullah SAW (Nabi&Rasul
Terakhir pilihan Allah SWT).
2. Mengajarkan anak tentang aturan hidup menurut al-qur’an dan as-sunnah .
Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ibn Jarier
dan Ibnu Al-Mundzir dari hadits Ibnu Abbas RA bahwa beliau bersabda:
ﺍﻋﻤﻠﻮﺍ ﺑﻄﺎﻋﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺗﻘﻮﺍ ﻣﻌﺎﺻﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﺮﻭﺍ ﺍﻭﻻﺩﻛﻢ ﺑﺎﻣﺘﺜﺎﻝ
ﺍﻻﻭﺍﻣﺮ ﻭﺍﺟﺘﻨﺎﺏ ﺍﻟﻨﻮﺍﻫﻰ ﻓﺬﺍﻟﻚ ﻭﻗﺎﻳﺔ ﻟﻬﻢ ﻭﻟﻜﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ

“Ajarkanlah mereka untuk taat kepada Allah dan takut
bermaksiat kepada-Nya, serta suruhlah anak-anakmu untuk menaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya, karena hal itu akan memelihara mereka
dan kamu dari api neraka”.
3. Memerintahkannya untuk shalat saat umurnya
tujuh tahun
Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Abu Daud dari hadits
Ibnu Amru bin Al-Ash RA bahwa Rasulullah SAW
bersabda:
ﻣﺮﻭﺍ ﺍﻭﻻﺩﻛﻢ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻭﻫﻢ ﺍﺑﻨﺎﺀ ﺳﺒﻊ ﺳﻨﻴﻦ ﻭﺍﺿﺮﺑﻮﻫﻢ ﻋﻠﻴﻬﺎ
ﻭﻫﻢ ﺍﺑﻨﺎﺀ ﻋﺸﺮ ﻭﻓﺮﻗﻮﺍ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﻀﺎﺟﻊ
“Perintahkanlah anak-anakmu melaksanakan shalat pada usia tujuh tahun dan disaat mereka telah berusia
sepuluh tahun pukullah mereka jika tidak
melaksanakkannya dan pisahkanlah tempat tidurnya”.
4. Mendidik anak untuk cinta kepada Nabi,
keluarganya dan cinta membaca Al-Qur’an.
Diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa nabi bersabda:
ﺍﺍﺩﺑﻮﺍ ﺍﻭﻻﺩﻛﻢ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺙ ﺣﺼﺎﻝ: ﺣﺐ ﻧﺒﻴﻜﻢ ﻭﺣﺐ ﺍﻝ ﺑﻴﺘﻪ
ﻭﺗﻼﻭﺓ ﺍﻟﻘﺮﺍًﻥ ﻓﺎﻥ ﺣﻤﻠﺔ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻓﻰ ﻇﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﻻﻇﻞ ﺍﻻ ﻇﻠﻪ
ﻣﻊ ﺍﻧﺒﻴﺎﺀﻩ ﻭﺍﺻﻔﻴﺎﺋﻪ
“Didiklah anak-anakmu atas tiga hal; mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca al-Qur’an, karena
orang mengamalkan al-Qur’an nanti akan mendapatkan
naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya bersama para nabi dan orang-orang yang suci”
5. Menceritakan kisah-kisah teladan hidup Para
Nabi&Rasul
Terutama kisah teladan Rasulullah SAW, para sahabat, para ‘Alim ‘Ulama dan orang-orang sholeh. Terutama perjuangan dakwah mereka, karena ternyata perjuangan hidup mereka semata-semata untuk menegakkan kalimat tauhid di bumi Allah SWT ini, sehingga mereka rela mengorbankan harta bahkan nyawa mereka sendiri. Sungguh teladan yang indah
yang insyaallah akan meninspirasi kita dan anak-anak untuk hidup semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Sebagaimana yang diungkapkan oleh para generasi terbaik kita.
Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Kami mengajari
anak-anak kami tentang sejarah peperangan
Rasulullah SAW. Sebagaimana kami mengajarkan mereka al-Qur’an.”
Imam al-Ghazali berpesan dalam bukunya Ihya’
Ulumuddin, “(yaitu) dengan mengajari anak al-
Qur’an al-Kariem, hadits-hadits, kisah orang-orang
sholeh, kemudian beberapa hukum agama.”
*Semoga berguna... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman