Selasa, 15 November 2016

KAMPUNG AKHIRAT


198.Renungan Pagi !!!
*MENGABAIKAN AKHIRAT*

1.Kematian tidak bisa diganti dgn harta
ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺘَﻬَﺎ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟْﻘَﺎﺿِﻴَﺔَ﴿٢٧﴾ﻣَﺎ ﺃَﻏْﻨَﻰٰ ﻋَﻨِّﻲ ﻣَﺎﻟِﻴَﻪْ﴿
٢٨﴾ﻫَﻠَﻚَ ﻋَﻨِّﻲ ﺳُﻠْﻄَﺎﻧِﻴَﻪْ
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan
segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi
manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku
daripadaku.
[al-Hâqqah/69:27-29]
2.Tertipu dgn dunia
ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻧُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺄَﺧْﺴَﺮِﻳﻦَ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟًﺎ﴿١٠٣﴾ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺿَﻞَّ ﺳَﻌْﻴُﻬُﻢْ
ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ ﺻُﻨْﻌًﺎ
Katakanlah, “Apakah akan Kami beritahukan
kepadamu tentang orang-orang yang paling
merugi perbuatannya ?” Yaitu orang-orang yang
telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan
dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa
mereka berbuat sebaik-baiknya. [alKahfi/18:103-104]
3.Beda nasib orang yg bertaqwa dgn kafir
ﺳَﻴَﺬَّﻛَّﺮُ ﻣَﻦْ ﻳَﺨْﺸَﻰٰ﴿١٠﴾ﻭَﻳَﺘَﺠَﻨَّﺒُﻬَﺎ ﺍﻟْﺄَﺷْﻘَﻰ﴿١١﴾ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺼْﻠَﻰ
ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺍﻟْﻜُﺒْﺮَﻯٰ﴿١٢﴾ﺛُﻢَّ ﻟَﺎ ﻳَﻤُﻮﺕُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰٰ
Orang yang takut (kepada Allâh) akan mendapat
pelajaran, dan orang-orang yang celaka (kafir)
akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan
memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia
tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula)
hidup. [al-A’la/87:10-13]
4.Berbuat yg bermanfaat
ﺍﺣْﺮِﺹْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻌْﺠَﺰْ
“Bersemangatlah kamu untuk melakukan apa
yang bermanfaat bagimu dan mohonlah
pertolongan kepada Allah, serta janganlah
kamu malas.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
5.Anjuran berdoa duwaktu miskin apalagi kaya
ﻣَﻦْ ﺳَﺮَّﻩُ ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺘَﺠِﻴﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﺸَّﺪَﺍﺋِﺪِ ﻭَﺍﻟﻜَﺮْﺏِ
ﻓَﻠْﻴُﻜْﺜِﺮِ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ
"Barang siapa yang suka Allah mengabulkan
doanya ketika susah dan menderita, maka
hendaknya ia memperbanyak doa ketika
lapang."
(HR. Tirmidzi dan Hakim)
6.Nasib kematian mukmin dan kafir
Jika dia seorang Mukmin, maka kalimat yang dia
dengar dari malakul maut adalah :
ﺃَﻳَّﺘُﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺔُ ﺍﺧْﺮُﺟِﻲ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻐْﻔِﺮَﺓٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭِﺿْﻮَﺍﻥٍ
Wahai nafs (jiwa; ruh; nyawa) yang baik, keluarlah
menuju ampunan Allâh dan keridhaan-Nya ! [HR.
Ahmad; dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam
Shahîh al-Jâmi’ no: 1672 dan Ahkâmul Janâiz]
Sebaliknya, jika dia seorang yang kafir, maka
kalimat yang dia dengar dari malakul maut adalah
:
ﺃَﻳَّﺘُﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲُ ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺜَﺔُ ﺍﺧْﺮُﺟِﻲ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺨَﻂٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻏَﻀَﺐٍ
“Wahai nafs (jiwa; ruh; nyawa) yang keji,
keluarlah menuju kemurkaan Allâh.
[ HR Ahmad]
7.Perbandingan Nikmat dunia dg siksa neraka..
ﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺄَﻧْﻌَﻢِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
ﻓَﻴُﺼْﺒَﻎُ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺻَﺒْﻐَﺔً ﺛُﻢَّ ﻳُﻘَﺎﻝُ: ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ، ﻫَﻞْ
ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻗَﻂُّ، ﻫَﻞْ ﻣَﺮَّ ﺑِﻚَ ﻧَﻌِﻴﻢٌ ﻗَﻂُّ؟ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ: ﻟَﺎ
ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ . ﻭَﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺄَﺷَﺪِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑُﺆْﺳًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣِﻦْ
ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴُﺼْﺒَﻎُ ﺻَﺒْﻐَﺔً ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻪُ : ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ
ﺁﺩَﻡَ، ﻫَﻞْ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺑُﺆْﺳًﺎ ﻗَﻂُّ، ﻫَﻞْ ﻣَﺮَّ ﺑِﻚَ ﺷِﺪَّﺓٌ ﻗَﻂُّ؟
ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ: ﻟَﺎ ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ، ﻣَﺎ ﻣَﺮَّ ﺑِﻲ ﺑُﺆْﺱٌ ﻗَﻂُّ ﻭَﻟَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ
ﺷِﺪَّﺓً ﻗَﻂُّ
“Didatangkan orang yang paling nikmat
hidupnya di dunia dari kalangan penghuni
neraka pada hari kiamat, kemudian dia
dicelupkan ke dalam neraka sekali celupan.
Kemudian dia ditanya: ‘Wahai anak Adam,
apakah kamu pernah melihat kebaikan?
Apakah pernah terlintas pada dirimu
kenikmatan?’ Maka dia menjawab: ‘Tidak,
demi Allah, wahai Rabbku.’
Didatangkan pula orang yang paling susah
hidupnya di dunia namun dia dari kalangan
penghuni surga, kemudian dicelupkan ke
dalam surga sekali celupan. Kemudian dia
ditanya: ‘Wahai anak Adam, apakah kamu
pernah melihat kesusahan? Apakah pernah
terlintas pada dirimu kesempitan hidup?’ Maka
dia menjawab: ‘Tidak, demi Allah, wahai
Rabbku. Tidak pernah terlintas padaku
kesempitan dan aku tidak pernah melihat
kesusahan’.” (HR. Muslim)
ANTARA DUNIA DAN AKHIRAT              
Nasehat Para Ulama, apabila Allah tidak mengkehendaki kita (sebagai CALON AHLI SURGA) lagi, Maka :
• Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.
• Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.
• Allah akan sibukkan kita dengan urusan perniagaan.
• Allah akan sibukkan kita dengan harta.
• Allah akan sibukkan kita dengan mencari pengaruh pangkat dan kuasa.
• Alangkah ruginya karena semua itu akan kita tinggalkan. Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dahulu menemui Allah SWT dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi sudah pasti mereka memilih tidak lagi akan bertarung bermati-matian untuk merebut dunia.
• Tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan beribadat kepada Allah SWT. Sebenarnya apa pun yang kita dapat di dunia ini telah ditentukan oleh Allah SWT.
• Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih daripada kita dari segi gaji, pangkat, harta dan keluarga.
• Tapi, kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu dan amalan orang lain lebih daripada kita. Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat orang lain bangun disepertiga malam untuk solat tahajjud.
• Kita cemburu melihat orang lain tukar mobil baru, tetapi jarang kita cemburu melihat orang lain mampu khatam Al-Quran sebulan 2 kali.
• Semua tanda ini menunjukkan dunia telah sampai di akhir zaman, sebab uang, pangkat dan harta telah mengalahkan segalanya.
• Setiap kali menyambut hari, kita sibuk dgn rencana yg ingin dilakukan sebaik mungkin, tetapi lupa bahwa dgn bergantinya hari berarti telah bertambah pula umur kita.
• Sesungguhnya mati itu benar, alam kubur itu benar, pertanyaan munkar dan nakir itu benar, mahsyar Allah itu benar, syurga dan neraka itu benar.
*Semoga berguna... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman