Selasa, 09 Oktober 2018

MUHARRAM SYAHRULLAH


Kajian Qur'an dan Sunnah

*Muharram Bulannya Allah swt*

*SELAMAT TAHUN BARU
HIJRIYAH 1 MUHARRAM
               1440 H*

*Muharram Bulannya Allah swt*

} ﺇِﻥَّ ﻋِﺪَّﺓَ ﺍﻟﺸُّﻬُﻮﺭِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﺛْﻨَﺎ ﻋَﺸَﺮَ ﺷَﻬْﺮﺍً ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺃَﺭْﺑَﻌَﺔٌ ﺣُﺮُﻡٌ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﺪِّﻳﻦُ ﺍﻟْﻘَﻴِّﻢُ ﻓَﻼ ﺗَﻈْﻠِﻤُﻮﺍ ﻓِﻴﻬِﻦَّ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ {

“ Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu ” 
(QS At-Taubah: 36)

Diriwayatkan dari Abu Bakrah
radhiallahu ‘anhu , bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

…)) ﺍﻟﺴَّﻨَﺔُ ﺍﺛْﻨَﺎ ﻋَﺸَﺮَ ﺷَﻬْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺃَﺭْﺑَﻌَﺔٌ ﺣُﺮُﻡٌ ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﻣُﺘَﻮَﺍﻟِﻴَﺎﺕٌ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻘَﻌْﺪَﺓِ ﻭَﺫُﻭ ﺍﻟْﺤِﺠَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡُ ﻭَﺭَﺟَﺐُ ﻣُﻀَﺮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻴْﻦَ ﺟُﻤَﺎﺩَﻯ ﻭَﺷَﻌْﺒَﺎﻥ ((.

“ Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Al-Muharram, serta RajabMudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.
(HR al-Bukhari)

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:
…) ﻓَﺠَﻌَﻠَﻬُﻦَّ ﺣُﺮُﻣﺎً ﻭَﻋَﻈَّﻢَ ﺣُﺮُﻣَﺎﺗِﻬِﻦَّ ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﺬَّﻧْﺐَ ﻓِﻴْﻬِﻦَّ ﺃَﻋْﻈَﻢُ، ﻭَﺍﻟْﻌَﻤَﻞُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢُ ﻭَﺍْﻷَﺟْﺮُ ﺃَﻋْﻈَﻢُ . ‏)

“…Kemudian Allah menjadikannya bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan *menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amalan soleh dan pahala juga lebih besar.”*
(tafsir ibnu abi Hatim)

Di bulan Muharram, berpuasa ‘Asyura tanggal 10 Muharram sangat ditekankan, karena Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

…)) ﻭَﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺎﺷُﻮﺭَﺍﺀَ ﺃَﺣْﺘَﺴِﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥْ ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻗَﺒْﻠَﻪُ ((.

“ … Dan puasa di hari ‘Asyura’ saya berharap kepada Allah agar *dapat menghapuskan (dosa)* setahun yang lalu.”
(HR Muslim)

*Keutamaan Muharram*

As Suyuthi mengatakan: Dinamakan syahrullah – sementara bulan yang lain tak mendapat gelar ini – karena nama bulan ini “Al Muharram” nama nama islami. Berbeda dgn bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dgn nama : Shafar Awwal. Kemudian ketika islam datanng, Allah ganti nama bulan ini dgn Al Muharram, sehingga *nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah)*

Semua ahli tafsir sepakat bahwa empat bulan yang tersebut dalam ayat di atas adalah Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharram dan Rajab.

Ketika haji wada’ Rasulallah bersabda : Dari Abi Bakrah RA bahwa Nabi bersabda: “Setahun ada dua belas bulan, empat darinya adalah bulan suci. Tiga darinya berturut-turut; Zulqa’dah, Zul-Hijjah, Muharram dan Rajab ”. (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)

*Ibnu Abbas* radhiyallahu’anhuma menjelaskan tentang firman Allah surah at-taubah ayat 36 di atas, “Allah menghusukan 4 bulan yang haram dan menegaskan keharamnnya. *Allah juga menjadikan dosa pada bulan tersebut lebih besar.* demikian pula pahala amal saleh pada bulan tersebut juga menjadi lebih besar.

*Ibnu Rajab al-Hambali* ( 736 – 795 H ) mengatakan, Muharram disebut dengan
syahrullah (bulan Allah) karena memiliki dua hikmah. Pertama , untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharram.
Kedua , untuk menunjukkan otoritas Allah SWT dalam mensucikankan dan memuliakan bulan Muharram.

Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, ketika ada seorang yang datang kepada beliau dan bertanya tentang shalat yang paling utama dan puasa yang paling utama, maka beliau menjawab:

ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻟْﻤَﻜْﺘُﻮﺑَﺔِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﻓِﻰ ﺟَﻮْﻑِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡِ ﺑَﻌْﺪَ ﺷَﻬْﺮِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺻِﻴَﺎﻡُ ﺷَﻬْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡِ

"Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah *shalat di penghujung malam,* dan puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah *pada bulan yang disebut dengan Muharram."* 
(HR. Muslim: 1163)

Para ulama sudah mengklasifikasikan jenis amalan yang hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram yaitu; 1) melakukan shalat, 2) berpuasa, 3) menyambung silaturrahim, 4) bershadaqah, 5) mandi, 6)memakai celak mata, 7) berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal), 8) menjenguk orang sakit, 9) menambah nafkah keluarga, 10) memotong kuku, 11) mengusap kepala anak yatim, 12) membaca surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.

*Pesan Muharram*

1.Larangan berbuat zhalim dan dosa.

2.Meningkatkan ibadah dan amal shalih terutama puasa sunnah dibulan Muharram, terutama tgl 9 dan10 atau 10 dan 11atau 9 dan 10 dan 11 atau 10 saja(asyuraa)

2.Boleh memperbanyak puasa sunnah disamping amal shalih lainnya.

3.Muharram bulan kemenangan para nabi dan para rasul juga ummat muslim.

4.Jaga ukhwah islamiyah, sesama muslim utamanya dan persatuan sesama bangsa !

*Keagungan Muharram*


Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺃﻓﻀﻞ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺑﻌﺪ ﺭﻣﻀﺎﻥ ، ﺷﻬﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” 
(HR. Muslim)

a. Imam An Nawawi mengatakan: Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah. ( Syarah Shahih Muslim, 8/55)

b. As Suyuthi mengatakan: Dinamakan syahrullah – sementara bulan yang lain tidak mendapat gelar ini – karena nama bulan ini “Al Muharram” nama nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama : Shafar Awwal. Kemudian ketika islam datanng, Allah ganti nama bulan ini dengan Al Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya ( Syahrullah ). ( Syarh Suyuthi ‘Ala shahih Muslim, 3/252)

c. Bulan ini juga sering dinamakan:
Syahrullah Al Asham [arab: ﺷﻬﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻷﺻﻢ ] (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian, karena sangat terhormatnya bulan ini ( Lathaif al-Ma’arif , hal. 34). 

*MUHARRAM BULANNYA ALLAH SWT DAN BULAN DIMULIAKAN SERTA AMAL IBADAH BESAR PAHALANYA*

SATU MUHARRAM
LURUSKAN NIAT DAN MENJAGA UKHWAH ISLAMIYAH DAN WATHANIYAH MENUJU BANGSA YANG BERTAQWA DAN BERADAB

*Wassalam*
Anak bangsa
Muharram Syahrullah

Kajian Qur'an dan Sunnah

*Berkata Santun*

قال اللَّه تعالى: { واخفض جناحك للمؤمنين } .

وقال تعالى: { ولو كنت فظاً غليظ القلب لانفضوا من حولك } .

693- عَنْ عدِيِّ بن حَاتمٍ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يجدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ » متفقٌ عليه .

694- وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه أن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : والكلِمةُ الطَّيِّبَةُ صدَقَةٌ » متفقٌ عليه . وهو بعض حديث تقدم بطولِه

1.Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): "Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil."(al-Israa:23-24)

Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda: “Sungguh hina, sungguh hina, kemudian sungguh hina orang yang mendapatkan salah seorang atau kedua orang tuanya di sisinya (semasa hidupnya), namun ia (orang tuanya) tidak memasukkannya ke surga.”

Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami, bahwasanya Jahimah pernah datang kepada Nabi dan berkata: “Ya Rasulullah, aku ingin ikut perang dan aku datang kepadamu untuk meminta saran.” Maka beliau pun bertanya: “Apakah kamu masih mempunyai ibu?” “Ya, masih,” jawabnya. Maka beliau berkata: “Kalau begitu, temanilah ia, karena surga itu terletak di kedua kakinya.”

2.Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
(Ali Imran:159)


Menurut Ibnu Kaisan, Maa adalah
Maa Nakirah yang berada pada posisi majrur dengan sebab ba’, sedangkan
Rahmatin adalah badalnya. Maka makna ayat adalah ketika Rasulullah SAW bersikap lemah-lembut dengan orang yang berpaling pada perang uhud dan tidak bersikap kasar terhadap mereka maka Allah SWT menjelaskan bahwa beliau dapat melakukan itu dengan sebab taufik-Nya kepada beliau.

Prof Hamka Menjelaskan tentang QS. Ali Imran ini, dalam ayat ini bertemulah pujian yang tinggi dari Allah terhadap Rasul-Nya, karena sikapnya yang lemah lembut, tidak lekas marah kepada ummatNya yang tengah dituntun dan dididiknya iman mereka lebih sempurna. Sudah demikian kesalah beberapa orang yang meninggalkan tugasnya, karena laba akan harta itu, namun Rasulullah tidaklah terus marah-marah saja. Melainkan dengan jiwa besar mereka dipimpin. 

3.“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma...” 
(Muttafaq ‘Alaih)

4.Kalimat/berkata yang baik itu sedekah (Muttafaq 'Alaih)

*Pesan Adab dan Berkata Baik*

1.Perintah berakhlak mulia terhadap ibi-bapak dengan sopan santun dalam berbicara,bertindak,
bergaul dan merendahkan diri tawadhu' dihadapannya serta membahagiakannya.

2.Mendoakan orang tua sesuadah shalat dengan istiqamah disamping memintak ampunkan dengan istighfar yang banyak serta doa khusus buat ibu dan bapak.

3.Bila orang tua sudah meninggal maka menyambung shilaturahim kerabat dan meneruskan amal shalihnya.

4.Menggembirakan dan membahagiakan ibu-bapak sebagai sarana ladang beramal dan membuka pintu surgaNya Allah swt.

5.Bersikap lemah lembut terhadap sesama dengan menebar kasih-sayang dan berkata baik dan santun itulah keteladan rasulullah saw dalam berumah tangga,
bermasyarakat bahkan bernegara.

6.Rasulullah saw adalah uswatun hasanah bagi ummatnya yang beriman dan bertaqwa khususnya dengan akhlak yang agung,lemah lembut,berkata santun dan sabar dalam berdakwah ikhlas.

7.Dakwah Rasulullah saw mengajak beriman kepada Allah swt,berakhlak mulia dan mematuhi perintahNya juga menjauhi
laranganNya. 

8.Ummat atau golongan yang mengajak berbuat baik,beramar ma'ruf dan bernahi mungkar dengan bil hikmah/bijaksana sesuai al-quranul karim dan sunnah rasul adalah sebaik-baik ummat dan golongan, merekalah hamba-hamba Allah swt yang beruntung dunia dan akhirat.

9.Sangat dianjurkan banyak bersedekah dengan ikhlas sehingga terhindar dari siksa api neraka.

10.Termasuk kemuliaan seseorang jika berucap dengan baik dan santun terhadap sesama.

11.Sesungguhnya anak shalih adalah mereka beriman dan berakhlak mulia terhadap ibu-bapak dan sanggup membahagian keduanya lahir-bathin.

*Memuliakan Orang Tua*

Birrul walidain
sekurang-kurangnya mencakup sikap: al-ihsaanu ilaihima (berbuat baik kepada keduanya), al-qiyaamu bi huquuqihima (menegakkan hak-hak keduanya), iltizaamu thaa’atihima
(komitmen mentaati keduanya),
ijtinaabu isaa-atihima (menjauhi perbuatan yang menyakiti keduanya), dan fi’lu maa yurdhiihimaa
(melakukan apa-apa yang diridhai keduanya).

1.Beribadah kepadaNya dan berbuat baik kepada ibu dan bapak.

ﻭَﻗَﻀَﻰٰ ﺭَﺑُّﻚَ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺇِﻟَّﺎ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻭَﺑِﺎﻟْﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧًﺎ

“ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya ” 
(QS. Al Isra: 23)

2.Membahagiakan orang tua.

ﺭﻏﻢَ ﺃﻧﻒُ ، ﺛﻢ ﺭﻏﻢ ﺃﻧﻒُ ، ﺛﻢ ﺭﻏﻢ ﺃﻧﻒُ ﻗﻴﻞ : ﻣﻦ ؟ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ! ﻗﺎﻝ : ﻣﻦ ﺃﺩﺭﻙ ﺃﺑﻮﻳﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻜﺒﺮِ ، ﺃﺣﺪَّﻫﻤﺎ ﺃﻭ ﻛﻠﻴﻬﻤﺎ ﻓﻠﻢ ﻳَﺪْﺧﻞِ ﺍﻟﺠﻨﺔَ

“ Kehinaan, kehinaan, kehinaan “. Para sahabat bertanya: “siapa wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab: “ Orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup ketika mereka sudah tua, baik salah satuya atau keduanya, namun orang tadi tidak masuk surga ” (HR. Muslim 2551)

. An Nawawi menjelaskan hadits Muslim ini: “Para ahli bahasa mengatakan bahwa raghima anfun maknanya kehinaan dan kenistaan, kemurkaan baginya dan ia pantas dipermalukan, yaitu dengan huruf
ghain di fathah atau di- kasrah, huruf ra di- dhammah atau di- fathah atau di-kasrah. Kata ini makna aslinya: ‘dilempar hidungnya dengan righam’. Righam adalah pasir yang bercampur dengan kerikil. Sebagian ahli bahasa juga mengatakan bahwa ar ragham adalah segala sesuatu yang mengganggu jika mengenai hidung. Dalam hadits ini adalah anjuran untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua), dan penjelasan tentang betapa besar pahalanya. Artinya, berbakti kepada kedua orang tua ketika mereka sudah tua, dalam bentuk
khidmah (bantuan fisik), atau nafkah, atau dalam bentuk lain, merupakan sebab untuk masuk surga. Barangsiapa yang lalai terhadap hal ini maka ia melewatkan kesempatan masuk surga dan ia juga mendapat kehinaan di sisi Allah” ( Syarh Shahih Muslim, 1/85).

*MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA MERUPAKAN PEMBUKA PINTU SURGA*

BERDAKWAH MERUPAKAN PERJALANAN PARA RASUL DAN PARA ULAMA YANG SANGAT BESAR TAKUTNYA KEPADA ALLAH SWT

*Wassalam*
Anak bangsa
Muharram Syahrullah

Kajian Qur'an dan Sunnah

*Membangun Masjid/Mushalla*

1.Memakmurkan masjid.

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﻌْﻤُﺮُ ﻣَﺴَﺎﺟِﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ﻭَﺃَﻗَﺎﻡَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺁﺗَﻰ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺨْﺶَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪَ ۖ ﻓَﻌَﺴَﻰٰ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ

“ Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk ” (QS. At Taubah : 18).

(Sesungguhnya yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut) kepada seorang pun (selain kepada Allah, maka mereka orang-orang yang diharapkan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk).
[tafsir jalalayn]

Bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Apabila kalian melihat seorang lelaki biasa pergi ke masjid, maka saksikanlah oleh kalian bahwa dia beriman. Allah Swt. telah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.” 
(At-Taubah: 18)
Imam Turmuzi, Ibnu Murdawaih, dan Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya telah meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Wahb dengan sanad yang sama.

2.Keutamaan membangun masjid.

ﻣَﻦْ ﺑَﻨَﻰ ﻣَﺴْﺠِﺪًﺍ ﻳَﺒْﺘَﻐِﻰ ﺑِﻪِ ﻭَﺟْﻪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺑَﻨَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻣِﺜْﻠَﻪُ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“ Barangsiapa yang membangun masjid (karena mengharap wajah Allah), Allah akan membangunkan bangunan yang semisalnya di surga .” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Utsman bin ‘Affan).

3.Mendapat cintanya Allah swt.

ﺃَﺣَﺐُّ ﺍﻟْﺒِﻠَﺎﺩِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣَﺴَﺎﺟِﺪُﻫَﺎ، ﻭَﺃَﺑْﻐَﺾُ ﺍﻟْﺒِﻠَﺎﺩِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﺳْﻮَﺍﻗُﻬَﺎ

“ Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar .” 
(HR. Muslim. Dari Abu Hurairah).

4.Pahala mengalir terus.

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ ﻭَﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ ﻭَﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ

“ Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh.” 
(HR. Muslim no. 1631)

*Agungnya Membangun Masjid*

Kata ’masjid’ sendiri secara harfiah menurut makna ahasa Arab adalah bentuk isim makan yang berarti “tempat untuk bersujud” . Namun secara terminologis, masjid dapat dimaknai sebagai tempat khusus untuk melakukan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah dalam arti yang luas. Salah satu bentuk aktivitas ibadah tersebut adalah aktivitas pengajaran dan pendidikan. Melalui lembaga nonformal inilah Rasulullah saw melakukan *proses pembinaan moral, mental dan spiritual umat, sehingga masjid pada saat itu berfungsi strategis sebagai lembaga pendidikan yang efektif untuk menghimpun potensi ummat dari berbagai latar belakang dan unsurnya.*

1.Allah swt menegaskan bahwa yang layak memakmurkan masji hanyalah orang-orang beriman,mendirikan shalat,menunaikan zakat dan takut kepada Allah swt.

2.Memakmurkan masjid termasuk shalat berjamaah,beriktikaf,
mengikuti kajian ilmu,ikut andil menjaga dan memelihara keindahan dan kesucian masjid baik dengan tenaga atau uang   ikhlas karena Allah swt semata.

3.Merekalah hamba-hamba Allah swt yang layak termasuk memakmurkan masjid dan mendapat hidayah dariNya.

4.Besar keutamaan orang-orang yang ikut andil membangun masjid dan memakmurkannya dengan sebaik-baik pahala,dibangunkan bangunan di surga.

5.Bangunan yang paling dicintai Allah swt adalah masjid-masjidNya dan yang dibenciNya adalah pasar-pasarnya.

6.Tiga amalan yang terus mengalir pahalanya meskipun pelakunya sudah meninggal yaitu amal jariyah,ilmu bermanfaat dan doanya anak shalih.

7.Keberuntungan besar dan dibangunkan bangunan dalam surga mereka itulah yang ikut andil dan memakmurkan masjid.

*Memakmurkan Masjid*

Imam Ibnu Katsir berkata: “Bukanlah yang dimaksud dengan memakmurkan masjid-masjid Allah hanya dengan menghiasi dan mendirikan fisik (bangunan)nya saja, akan tetapi memakmurkannya adalah dengan berdzikir kepada Allah dan menegakkan syariat-Nya di dalamnya, serta membersihkannya dari kotoran (maksiat) dan syirik (menyekutukan Allah Ta’ala )”

Imam Ibnu Katsir menukil dengan sanad beliau ucapan shahabat yang mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas
radhiallahu’anhu , beliau berkata: “Barangsiapa yang mendengar seruan adzan untuk shalat (berjamaah) kemudian dia tidak menjawabnya dengan mendatangi masjid dan shalat (berjamaah), maka tidak ada shalat baginya dan sungguh dia telah bermaksiat (durhaka) kepada Allah dan Rasul-Nya”. Kemudian ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu’anhu membaca ayat tersebut di atas.

Imam an-Nawawi berkata: “Artinya: dia sangat mencintai masjid dan selalu menetapinya untuk melaksanakan shalat berjamaah”

*HAMBA TERPILIH DAN DICINTAI MEREKA ITU IKUT ANDIL MEMAKMURKAN MASJID DENGAN IKHLAS*

*Wassalam*
Anak bangsa
Muharram Syahrullah

Kajian Qur'an dan Sunnah

*Amanat Jabatan*

1.Jabatan amanat dariNya.

ﻗُﻞِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚِ ﺗُﺆْﺗِﻲ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺗَﻨْﺰِﻉُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻣِﻤَّﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺗُﻌِﺰُّ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺗُﺬِﻝُّ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ۖ ﺑِﻴَﺪِﻙَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ۖ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰٰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ


26. Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Ali Imran:26)

(Katakanlah, "Wahai Tuhan) atau ya Allah (yang mempunyai kerajaan! Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki) di antara makhluk-makhluk-Mu (dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki) dengan memberinya kemuliaan itu (dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki) dengan mencabut darinya. (Di tangan-Mulah segala kebaikan) demikian pula segala kejahatan; artinya dalam kekuasaan-Mulah semua itu. (Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.)
[tafsir jalalayn]

Artinya, Engkaulah Yang memberi dan Engkaulah Yang mencegah. Semua apa yang Engkau kehendaki pasti terjadi, dan semua yang tidak Engkau kehendaki pasti tidak akan terjadi.
Di dalam ayat ini terkandung isyarat dan bimbingan yang menganjurkan untuk mensyukuri nikmat Allah Swt., ditujukan kepada Rasul-Nya dan umatnya. Karena Allah Swt. mengalihkan kenabian dari kaum Bani Israil kepada nabi dari kalangan bangsa Arab, yaitu dari keturunan kabilah Quraisy yang ummi dari Mekah sebagai penutup semua nabi, serta sebagai utusan Allah kepada segenap manusia dan jin. Allah Swt. telah menghimpun di dalam dirinya semua kebaikan yang ada pada sebelumnya, dan menganugerahkan kepadanya beberapa
khususiyat yang belum pernah Allah berikan kepada seorang pun dari kalangan para nabi dan para rasul sebelumnya.
...(tafsir ibnu katsir)

2.Larangan memintak jabatan.

ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺳَﻤُﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻲْ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻳَﺎ ﻋَﺒْﺪَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦَ ﺳَﻤُﺮَﺓَ ﻟَﺎ ﺗَﺴْﺄَﻝْ ﺍﻟْﺈِﻣَﺎﺭَﺓَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﺇِﻥْ ﺃُﻭﺗِﻴﺘَﻬَﺎ ﻋَﻦْ ﻣَﺴْﺄَﻟَﺔٍ ﻭُﻛِﻠْﺖَ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﻭَﺇِﻥْ ﺃُﻭﺗِﻴﺘَﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﻣَﺴْﺄَﻟَﺔٍ ﺃُﻋِﻨْﺖَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺣَﻠَﻔْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﻳَﻤِﻴﻦٍ ﻓَﺮَﺃَﻳْﺖَ ﻏَﻴْﺮَﻫَﺎ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻓَﻜَﻔِّﺮْ ﻋَﻦْ ﻳَﻤِﻴﻨِﻚَ ﻭَﺃْﺕِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ

Dari Abdurrahman bin Samurah dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepadaku, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan! Karena sesungguhnya jika diberikan jabatan itu kepadamu dengan sebab permintaan, pasti jabatan itu (sepenuhnya) akan diserahkan kepadamu (tanpa pertolongan dari Allâh). Dan jika jabatan itu diberikan kepadamu bukan dengan permintaan, pasti kamu akan ditolong (oleh Allâh Azza wa Jalla) dalam melaksanakan jabatan itu. Dan apabila kamu bersumpah dengan satu sumpah kemudian kamu melihat selainnya lebih baik darinya (dan kamu ingin membatalkan sumpahmu), maka bayarlah kaffârah (tebusan) dari sumpahmu itu dan kerjakanlah yang lebih baik (darinya)”.
[HR al-Bukhari]

3.Balasan amanah dengan jabatannya.

ﻣَﻦْ ﻃَﻠَﺐَ ﻗَﻀَﺎﺀَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻨَﺎﻟَﻪُ ﺛُﻢَّ ﻏَﻠَﺐَ ﻋَﺪْﻟُﻪُ ﺟَﻮْﺭَﻩُ ﻓَﻠَﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔُ ﻭَﻣَﻦْ ﻏَﻠَﺐَ ﺟَﻮْﺭُﻩُ ﻋَﺪْﻟَﻪُ ﻓَﻠَﻪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ

Barangsiapa meminta menjadi qadhi (hakim) bagi kaum Muslimin sampai dia memperoleh jabatannya itu, kemudian keadilannya (dalam memutuskan hukum) mengalahkan kecurangannya, maka baginya adalah surga. Dan barangsiapa kecurangannya (dalam memutuskan hukum) mengalahkan keadilannya, maka baginya adalah neraka.
[HR Abu Dawud]

4.Bertanggungjawab atas 
Jabatannya.

ﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﺭَﺍﻉٍ ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﻣَﺴْﺆُﻭﻝٌ ﻋَﻦْ ﺭَﺍﻋِﻴَّﺘِﻪِ ﻭَﺍﻷَﻣِﻴْﺮُ ﺭَﺍﻉٍ ﻭَﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺭَﺍﻉٍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﻭَﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺭَﺍﻋِﻴَّﺔٌ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻴْﺖِ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﻭَﻟَﺪِﻩِ ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﺭَﺍﻉٍ ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﻣَﺴْﺆُﻭﻝٌ ﻋَﻦْ ﺭَﺍﻋِﻴَّﺘِﻪِ

“Masing-masing dari kalian adalah pemimpin, dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dia pimpin. Seorang penguasa adalah pemimpin, (dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya). Seorang laki-laki adalah pemimpin di lingkup keluarganya, (dan bertanggung jawab atas anggota keluarga yang ia pimpin). Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suami dan anaknya. Setiap dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dia pimpin.” (HR. Muslim)

*Pesan Buat Pemimpin*

1.Allah swt Tuhan yang maha Kuasa atas semua makhlukNya.

2.Apapun jabatan manusia sudah menjadi suratan takdir dariNya dan juga Allah swt yang mengambil jabatan darinya suka atau tidak.

3.Manusia ada yang di muliakan olehNya dengan patuh beragan dan ada yang dihinakannya dengan bermaksiat.

4.Semua kekuasaan dan kemuliaan milik Allah swt dan hamba-hambaNya yang dikendaki olehNya.

5.Sebagai muslim yang bertaqwa tidak sepatutnya memintak suatu jabatan karena ditakutkan tidak amanah sehingga bisa menjadi calon penghuni neraka.

6.Sungguhpun demikian,jabatan itu amanat dari masyarakat juga bisa dari Tuhan dan pada akhirnya akan dimintak pertanggungjawaban dunia-akhirat.

7.Setiap jabatan yang diberikan kepada seseorang akan mendapat balasan baik dari masyarakatnya ataupun dari Tuhan yang maha Adil.
8.Pada hari kiamat hari pembalasan setiap perbuatan manusia akan mendapat balasan dari Allah swt yang maha Adil dan Bijaksana.

9.Amanat jabatan adalah ladang beribadah dan ladang beramal shalih bagi setiap pemimpin dan penguasa.

*Pemimpin yang Adil*

ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺳَﺘَﺤْﺮِﺻُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻹِﻣَﺎﺭَﺓِ ، ﻭَﺳَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻧَﺪَﺍﻣَﺔً ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ، ﻓَﻨِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻤُﺮْﺿِﻌَﺔُ ﻭَﺑِﺌْﺴَﺖِ ﺍﻟْﻔَﺎﻃِﻤَﺔُ

“ Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, ujungnya hanya penyesalan pada hari kiamat . Di dunia ia mendapatkan kesenangan, namun setelah kematian sungguh penuh derita ” (HR. Bukhari no. 7148)

Ath Thobroni dengan sanad yang shahih dari ‘Auf bin Malik dengan lafazh,

ﺃَﻭَّﻟﻬَﺎ ﻣَﻠَﺎﻣَﺔ ؛ ﻭَﺛَﺎﻧِﻴﻬَﺎ ﻧَﺪَﺍﻣَﺔ ، ﻭَﺛَﺎﻟِﺜﻬَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔ ، ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﻋَﺪَﻝَ

“ Awal (dari ambisi terhadap kekuasaan) adalah rasa sakit, lalu kedua diikuti dengan penyesalan, setelah itu ketiga diikuti dengan siksa pada hari kiamat, kecuali bagi yang mampu berbuat adil. ”

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ini pokok penting yang menunjukkan agar kita menjauhi kekuasaan lebih-lebih bagi orang yang lemah. Orang lemah yang dimaksud adalah yang mencari kepemimpinan padahal ia bukan ahlinya dan tidak mampu berbuat adil. Orang seperti ini akan menyesal terhadap keluputan dia ketika ia dihadapkan pada siksa pada hari kiamat. Adapun orang yang ahli dan mampu berbuat adil dalam kepemimpinan, maka pahala besar akan dipetik sebagaimana didukung dalam berbagai hadits. Akan tetapi, masuk dalam kekuasaan itu perkara yang amat berbahaya. Oleh karenanya, para pembesar (orang berilmu) dilarang untuk masuk ke dalamnya. Wallahu a’lam .”

*AMANAT JABATAN BISA UNTUK LADANG BERAMAL SHALIH DAN ATAU JUGA BISA MENJADI CALON PENGHUNI NERAKA*

*Wassalam*
Anak bangsa
Muharram Syahrullah

Kajian Qur'an dan Sunnah

*Berlomba Dalam Kebaikan*

1.Perintah bersegera berbuat kebaikan.

ﻭَﻟِﻜُﻞٍّ ﻭِﺟْﻬَﺔٌ ﻫُﻮَ ﻣُﻮَﻟِّﻴﻬَﺎ ﻓَﺎﺳْﺘَﺒِﻘُﻮﺍْ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﺃَﻳْﻦَ ﻣَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍْ ﻳَﺄْﺕِ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّﻪُ ﺟَﻤِﻴﻌﺎً ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﴿١٤٨ ﴾

Artinya :
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
( Q.S Al-Baqarah : 148 )

2.Derajat keimanan penerima warisan dari kitab suci.

ﺛُﻢَّ ﺃَﻭْﺭَﺛْﻨَﺎ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺻْﻄَﻔَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻧَﺎ ۖ ﻓَﻤِﻨْﻬُﻢْ ﻇَﺎﻟِﻢٌ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣُﻘْﺘَﺼِﺪٌ ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺳَﺎﺑِﻖٌ ﺑِﺎﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻔَﻀْﻞُ ﺍﻟْﻜَﺒِﻴﺮ

Artinya :
"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri; ada yang pertengahan; dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan *) dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar." 
(QS. Faatir : 32)

Menzalimi diri sendiri ialah orang yang lebih banyak kesalahannya daripada kebaikannya,
dan “ pertengahan “ 
ialah orang yang kebaikannya berbanding sama dengan kesalahannya, sedang yang dimaksud dengan “ orang yang lebih dahulu dalam berbuat kebaikan” ialah orang-orang yang kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.

3.Kehidupan yang baik.

ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ ﺃَﻭْ ﺃُﻧْﺜَﻰٰ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﻓَﻠَﻨُﺤْﻴِﻴَﻨَّﻪُ ﺣَﻴَﺎﺓً ﻃَﻴِّﺒَﺔً ۖ ﻭَﻟَﻨَﺠْﺰِﻳَﻨَّﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮَﻫُﻢْ ﺑِﺄَﺣْﺴَﻦِ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." 
(QS. An-Nahl : 97)

ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : " ﻗَﺪْ ﺃَﻓْﻠَﺢَ ﻣَﻦْ ﺃَﺳْﻠَﻢَ ﻭﺭُﺯﻕ ﻛَﻔَﺎﻓًﺎ، ﻭﻗَﻨَّﻌﻪ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﺁﺗَﺎﻩُ ."

Bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya beruntunglah orang yang telah masuk Islam dan diberi rezeki secukupnya serta Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana'ah terhadap apa yang diberikan kepadanya.
(HR Muslim)

4.Perintah beramal shalih.

ﺑَﺎﺩِﺭُﻭْﺍ ﺑِﺎﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻓِﺘَﻨًﺎ ﻛَﻘِﻄَﻊِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻲ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻲ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﺼْﺒِﺢْ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ، ﻳَﺒِﻴْﻊُ ﺩِﻳْﻨَﻪُ ﺑِﻌَﺮَﺽٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ

“Bersegeralah kalian beramal saleh sebelum kedatangan fitnah (ujian) yang seperti potongan malam. Seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman (mukmin) namun di sore harinya menjadi kafir; dan ada orang yang di sore hari dalam keadaan beriman namun di pagi hari menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” 
(HR. Muslim no. 309)

*Pesan Bersegera Berbuat Kebaikan*

1.Allah swt memerintahkan agar ummat berlomba dalam kebaikan bukan mudah menyebar ujaran kebencian sesama bangsa.

2.Semua perbuatan manusia akan diperhitungkan dan terbalas perbuatan baik ataupun kejahatannya dari Allah swt.

3.Terbagi tiga golongan orang-orang beriman yang menerima kitab suci yaitu al-Qur'an al-karim pertama zhalim terhadap dirinya sendiri sering berbuat dosa,kedua muqtashid terkadang patuh dan juga bermaksiat dan golongan ketiga sabiq bil khairat istiqamah berbuat kebaikan.

4.Siapapun yang beriman dan banyak beramal shalih Allah swt akan memberi kehidupan kepadanya dengan kehidupan yang baik dan
berkah.

5.Kehidupan yang baik maksudnya kehidupan yang patuh berama dengan rezki cukup dan qana'ah menerima pemberian dariNya serta bersyukur.

6.Perintah bersegera memperbanyak beramal shalih,bersedekah dan ikhlas beragama.

7.Siapapun yang beriman tapi tidak bertaqwa dan menjual agamanya dengan perhiasan dunia seperti orang-orang munafik dan tidak bertaubat maka neraka tempat kembalinya.

8.Bersegera berbuat kebaikan sesuai dengan kemampuan dan profesinya seseorang merupakan pembuka rahmat dan berkah dariNya,hidup patuh beragama dan rezki cukup serta punya jiwa qana'ah, pandai mensyukuri nikmat.

*Hayaatan Thaiyibatan*

Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwa mereka menafsirkannya *dengan pengertian rezeki yang halal lagi baik.*

Dari Ali ibnu Abu Talib, disebutkan bahwa dia menafsirkannya *dengan pengertian al-qana'ah*
(puas dengan apa yang diberikan kepadanya).

Ad-Dahhak mengatakan, makna yang dimaksud ialah rezeki yang halal dan *kemampuan beribadah dalam kehidupan di dunia.* Ad-Dahhak mengatakan pula bahwa yang dimaksud ialah *mengamalkan ketaatan, dan hati merasa lega dalam mengerjakannya.*

*KEHIDUPAN YANG BAIK BISA DIDAPAT JIKA SESEORANG BERSEGERA BANYAK BETAMAL SHALIH DAN IKHLAS BERAGAMA*

PANDAI MENSYUKURI NIKMAT SURGA DUNIA DIDAPAT !!!

*Wassalam*
Anak bangsa
Muharram Syahrullah
READ MORE - MUHARRAM SYAHRULLAH

TAKUTNYA ULAMA


KAJIAN QUR'AN DAN HADITS

*Takutnya Ulama*

1.Ulama yang takut.

( ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻏَﻔُﻮﺭٌ )

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” 
(QS Surat Fathir: 28)

*Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:* “Sesungguhnya yang takut kepada Allah dan benar-benar takut adalah para Ulama yang mereka paham betul tentang hakekat Allah Ta’ala, karena ketika pengetahuan kepada Yang Maha Agung dan Maha Kuasa sudah sempurna dan bekal ilmu tentang-NYA sudah memadai maka perasaan takut kepada-NYA akan semakin besar..”

2.Tinggi derajat orang beriman dan berilmu.

ﻳَﺮْﻓَﻊِ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﻣِﻨﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕٍ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. [al-Mujadilah/58 : 11].

3.Ulama pewaris Nabi.

ﺇﻥ ﺍﻟْﻌُﻠُﻤَﺎﺀُ ﻭَﺭَﺛَﺔُ ﺍْﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ، ﺇِﻥَّ ﺍْﻷَﻧْﺒِﻴﺎَﺀَ ﻟَﻢْ ﻳُﻮَﺭِّﺛُﻮْﺍ ﺩِﻳْﻨﺎَﺭًﺍ ﻭَﻻَ ﺩِﺭْﻫَﻤﺎً ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻭَﺭَّﺛُﻮْﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﺧَﺬَ ﺑِﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺧَﺬَ ﺑِﺤَﻆٍّ ﻭَﺍﻓِﺮٍ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud)

4.Allah swt tidak mencabut ilmu...

Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍ ﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻻَ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌِﺒﺎَﺩِ، ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤﺎَﺀِ . ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋﺎَﻟِﻤﺎً ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺭُﺅُﻭْﺳﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ﻓَﺴُﺄِﻟُﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” 
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

*Pesan Takutnya Ulama*

1.Allah swt memberitahukan kepada orang-orang beriman bahwa yang disebut ulama adalah mereka yang beriman,beramal shalih,dalam ilmu agamanya disamping ilmu pengetahuan lainnya dan sangat besar takut kepadaNya.

2.Para alim-ulama adalah pewaris para Nabi dan Allah swt akan meninggikan derajad orang-orang beriman dan berilmu.

3.Ilmu akan sirna jika para alim-ulama diwafatkan sehingga tinggal orang-orang yang bukan ulama dan mereka berfatwa tanpa dasar ilmu serta sesat menyesatkan.

4.Dengar dan ikuti ulama yang besar takutnya kepada Allah swt, mereka adalah hamba-hambaNya  yang beriman,berilmu,
banyak beramal shalih,beramar ma'ruf dan nahi mungkar serta ikhlas beragama !

*Hakekat Ulama*

Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radliyallahu Anhu tentang firman Allah Ta’ala :

ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺨﺸﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ

Dia berkata, "Mereka yang takut kepada Allah adalah mereka yang mengetahui sesungguhnya Allah Kuasa atas segala sesuatu." Said bin Jubair berkata, "Yang dinamakan takut adalah yang menghalangi anda dengan perbuatan maksiat kepada Allah Azza wa Jalla." Al Hasan Al Bashri berkata, "Orang Alim adalah yang takut kepada yang Maha Pemurah terkait perkara yang Ghaib, menyukai apa yang disukai oleh Allah, dan menjahui apa-apa yang mendatangkan kemurkaan Allah. Lalu beliau membaca Ayat:

ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺨﺸﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰﻳﺰ ﻏﻔﻮﺭ

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Dari Abdullah bin Mas’ud Radliyallahu Anhu dia berkata, "Bukanlah yang dikatakan orang berilmu itu orang yang banyak hafal hadits, akan tetapi yang dinamakan orang berilmu itu orang yang rasa takutnya amat besar."

*Al Hasan Al Bashri berkata:* “ Raja’ dan khauf adalah kendaraan seorang mukmin ”. 

*Al Ghazali pun berujar:* “ Raja’ dan khauf adalah dua sayap yang dipakai oleh para muqarrabin untuk menempati kedudukan yang terpuji”.

*Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:* “

Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya ” 
(HR. Bukhari-Muslim).

*HANYALAH ULAMA YANG SANGAT BESAR TAKUTNYA KEPADA ALLAH SWT DAN IKHLAS BERAGAMA*

*Berbuat ma'siat berarti siapapun namanya tidak punya rasa takut kepada Allah swt padahal luas ilmu agamanya*

*Wassalam*
Putra Lamongan
Dzul Hijjah Bulan Mulia

KAJIAN QUR'AN DAN SUNNAH

*ANTARA ULAMA AKHIRAT DAN DUNIA*

1.Ragamnya hamba Allah swt menerima kitab.

ﺛُﻢَّ ﺃَﻭْﺭَﺛْﻨﺎَ ﺍﻟْﻜِﺘﺎَﺏَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺍﺻْﻄَﻔَﻴْﻨﺎَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒﺎَﺩِﻧﺎَ

“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.” (Fathir: 32)

Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Kemudian Kami menjadikan orang-orang yang menegakkan (mengamalkan) Al-Kitab (Al-Quran) yang agung sebagai pembenar terhadap kitab-kitab yang terdahulu yaitu orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, mereka adalah dari umat ini. ” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/577)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: “Ayat ini sebagai syahid (penguat) terhadap hadits yang berbunyi Al-’Ulama waratsatil anbiya (ulama adalah pewaris para nabi) .” (Fathul Bari, 1/83)

2.Pewaris para Nabi.

ﺇﻥ ﺍﻟْﻌُﻠُﻤَﺎﺀُ ﻭَﺭَﺛَﺔُ ﺍْﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ، ﺇِﻥَّ ﺍْﻷَﻧْﺒِﻴﺎَﺀَ ﻟَﻢْ ﻳُﻮَﺭِّﺛُﻮْﺍ ﺩِﻳْﻨﺎَﺭًﺍ ﻭَﻻَ ﺩِﺭْﻫَﻤﺎً ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻭَﺭَّﺛُﻮْﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﺧَﺬَ ﺑِﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺧَﺬَ ﺑِﺤَﻆٍّ ﻭَﺍﻓِﺮٍ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak .” (Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya (5/169), Ad-Darimi di dalam Sunan-nya (1/98), Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimahnya dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan: “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 1/33/68)

3.Iman dan ilmu manusia terangkat derajadnya.

ﻳَﺮْﻓَﻊِ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺩَﺭَﺟﺎَﺕٍ

“Allah mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu ke beberapa derajat.” 
(Al-Mujadalah: 11)

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu berkata: “(Kedudukan) ulama berada di atas orang-orang yang beriman sampai 100 derajat, jarak antara satu derajat dengan yang lain seratus tahun.” 
(Tadzkiratus Sami’, hal. 27)

4.Keutamaan hamba yang ahli dzikir.

ﻓَﺎﺳْﺄَﻟُﻮﺍ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻻَ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮْﻥَ

“Maka bertanyalah kalian kepada ahli dzikir (ahlinya/ ilmu) jika kalian tidak mengetahui.” 
(An-Naml: 43)

Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir-nya mengatakan: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada siapa saja yang tidak mengetahui untuk kembali kepada mereka (ulama) dalam segala hal. Dan dalam kandungan ayat ini, terdapat pujian terhadap ulama dan rekomendasi untuk mereka dari sisi di mana Allah memerintahkan untuk bertanya kepada mereka .” (Tafsir As-Sa’di, hal. 394)

*Pesan Mencintai Ulama*

1.Terbagi tiga golongan hamba Allah swt yang terpilih menerima kitab yaitu pertama zhalim,kedua muqtashid( terkadang baik atau sebaliknya) dan ketiga fastabiq(istiqamah segera berbuat kebaikan).

2.Para alim-ulama yang bertaqwalah menjadi pewaris para Nabi dan bisa menjadi panutan ummat menuju jalan yang diridhai Allah swt serta berkah hidupnya.

3.Siapapun yang beriman dan istiqamah menuntut ilmu agama disamping lainnya niscaya Allah swt meninggikan derajatnya dan dimudahkan beribadah dan beramal shalih.

4.Para ulama yang tafaqquh fiddin,ahli ilmi, istiqamah dzikrullah merekalah yang menjadi tempat bertanyak khususnya bidang agama dan lainnya.

5.Ulama yang bertaqwa,sangat besar takutnya kepada Allah swt dan ikhlas beragama mereka ulama akhirat sedangkan jika ada yang sebaliknya mereka ulama dunia.

*Ragamnya Ulama*

Al-Ghazali membagi kriteria ulama kepada tiga kelompok:

Pertama:

ﺇﻣَّﺎ ﻣُﻬْﻠِﻚٌ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﻏَﻴْﺮَﻩُ , ﻭَﻫُﻢْ ﺍَﻟْﻤُﺼَﺮِّﺣُﻮْﻥَ ﺑِﻄَﻠَﺐِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺍَﻟْﻤُﻘْﺒِﻠُﻮْﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ .

“Ada ulama yang mencelakakan dirinya dan orang lain, yaitu ulama yang terang-terangan mencari dunia dengan ilmu dan jabatannya.”

Kedua:

ﻭَﺇﻣَّﺎ ﻣُﺴْﻌِﺪٌ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﻏَﻴْﺮَﻩُ , ﻭَﻫُﻢْ ﺍَﻟﺪَّﺍﻋُﻮْﻥَ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻇَﺎﻫِﺮًﺍ ﻭَ ﺑَﺎﻃِﻨًﺎ .

“Ulama yang membahagiakan dirinya dan orang lain, yaitu ulama yang mengajak ummat ke jalan Allah, baik lahir ataupun batin.”

Ketiga,:

ﻭَﺇﻣَّﺎ ﻣُﻬْﻠِﻚٌ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻣُﺴْﻌِﺪٌ ﻏَﻴْﺮَﻩُ , ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺪْﻋُﻮْ ﺇﻟَﻰ ﺍﻷَﺧِﺮَﺓِ ﻭَﻗَﺪْ ﺭَﻓَﺾَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓِﻲ ﻇَﺎﻫِﺮِﻩِ ﻭَﻗَﺼْﺪُﻩُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺒَﺎﻃِﻦِ ﻗَﺒُﻮْﻝُ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖِ ﻭَﺇﻗَﺎﻣَﺔُ ﺍﻟْﺠَﺎﻩِ .

“Ada ulama yang mencelakakan dirinya tetapi dapat membahagiakan yang lain, yaitu ulama yang mengajak kepada akhirat dan pada lahiriyahnya ia menolak dunia, tetapi tujuan bathinnya adalah diterima oleh semua makhluk (mendapatkan penghargaan dari mereka) dan mendapatkan sanjungan dan kemuliaan di sisi mereka.”
(Ihya Ulumiddin).

*ULAMA AKHIRAT ADALAH MEREKA MENGAJAK UMMAT KE JALAN ALLAH BAIK LAHIR ATAUPUN BATIN MAKA IKUTILAH !*

Wassalam
Anak bangsa
Dzul Hijjah Bulan mulia

KAJIAN QUR'AN DAN SUNNAH

*Kasih-Sayang Allah*

1.Luas rahmat Allah.

ﺇِﻥَّ ﺭَﺣْﻤَﺖَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺮِﻳﺐٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ

Sesungguhnya rahmat Allâh amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. [Al-A’râf/7:56]

2.Patuh pada Allah swt dan rasulNya.

ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ

Dan taatilah Allâh dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. [Ali ‘Imrân/3:132]

3.Mengikuti petunjuk alQuran.

ﻭَﻫَٰﺬَﺍ ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ

Dan Al-Qur`ân itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. 
[Al-An’âm/6:155]

4.Shalat dan bayar zakat.

ﻭَﺃَﻗِﻴﻤُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺁﺗُﻮﺍ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat . [An-Nûr/24:56]

5.Memintak ampun.

ﻗَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﻗَﻮْﻡِ ﻟِﻢَ ﺗَﺴْﺘَﻌْﺠِﻠُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِۖ ﻟَﻮْﻟَﺎ ﺗَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ

Dia berkata, “Hai kaumku, mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allâh, agar kamu mendapat rahmat” . [An-Naml/27:46]

6.Islam sangat toleran.

ﺣَﺪَّﺛَﻨِﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺪﺛﻨﻰ ﺃﺑﻰ ﺣﺪﺛﻨﻰ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﻗَﺎﻝَ ﺃﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺇِﺳْﺤَﺎﻕَ ﻋَﻦْ ﺩَﺍﻭُﺩَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺤُﺼَﻴْﻦِ ﻋَﻦْ ﻋِﻜْﺮِﻣَﺔَ ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﻗَﺎﻝَ ﻗِﻴﻞَ ﻟِﺮَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻱُّ ﺍْﻷَﺩْﻳَﺎﻥِ ﺃﺣﺐ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﻨﻴﻔﻴَّﺔُ ﺍﻟﺴﻤﺤﺔ 

[Telah menceritakan kepada kami Abdillah, telah menceritakan kepada saya Abi telah menceritakan kepada saya Yazid berkata; telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Dawud bin Al Hushain dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Ditanyakan kepada Rasulullah saw. “Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?” maka beliau bersabda: “ Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran).” 
(H.R. al-Bukhori)

*Pelajaran Ayat dan Hadits*

1.Betapa banyak Allah swt merahmati dan mengasihi makhlukNya khususnya manusia sehingga tidak mampu menghitungnya.

2.Rahmat Allah swt sangat dekat terhadap orang-orang beriman yang banyak beramal shalih dengan ikhlas dan berakhlak mulia.

3.RahmatNya sangat luas dan terbuka bagi yang mau memintak kepadaNya.

4.Banyak cara untuk mendapatkannya diantaranya dengan mematuhi Allah swt dan rasulNya.

5.Mematuhi Allah swt dengan mencintai al Quran dan mengamalkannya dengan ikhlas.

6.Mentaati rasul dengan menghidupkan sunnah-sunnah nabi Muhammad saw.

7.Membaca,mempelajari dan mengamalkan isi kandungan al Quran mendatangkan kasih sayang dariNya.

8.Shalat dan membayar zakat sebagaima rasulullah saw dapat menghadirkan rahmat dariNya.

9.Juga memperbanyak istighfar bisa mengalirkan kasih sayang dariNya.

10.Islam agama sangat toleran sesama muslim dan lainnya.

11.Sungguh sangat penting bagi setiap muslim harus istiqamah memintak rahmat dariNya sehingga menjalani hidup ini mudah beribadah dan menolong sesama.

*Menggapai Rahmat*

ﻭَﻣﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨﺎﻙَ ﺇِﻻَّ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌﺎﻟَﻤِﻴﻦَ

“ Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia ” 
(QS. Al Anbiya: 107)

*Muhammad bin Ahmad Al Qurthubi* dalam Tafsir Al Qurthubi
“Said bin Jubair berkata: dari Ibnu Abbas, beliau berkata:

ﻛﺎﻥ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﺣﻤﺔ ﻟﺠﻤﻴﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻤﻦ ﺁﻣﻦ ﺑﻪ ﻭﺻﺪﻕ ﺑﻪ ﺳﻌﺪ , ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﻪ ﺳﻠﻢ ﻣﻤﺎ ﻟﺤﻖ ﺍﻷﻣﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺴﻒ ﻭﺍﻟﻐﺮﻕ

“ Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Bagi yang beriman dan membenarkan ajaran beliau, akan mendapat kebahagiaan. Bagi yang tidak beriman kepada beliau, diselamatkan dari bencana yang menimpa umat terdahulu berupa ditenggelamkan ke dalam bumi atau ditenggelamkan dengan air ”

*RAHMAT ALLAH SWT SANGAT LUAS DAN MENGALIR KEPADA HAMBANYA YANG BAIK IBADAH DAN AMAL SHALIHNYA*

*Wassalam*
Anak bangsa
Dzul Hijjah Bulan Mulia

KAJIAN QUR'AN DAN SUNNAH

*Adakah Kebahagiaan ?*

1.Ujian dan cobaan hidup terkadang tidak menyenangkan atau sebaliknya.

ﻭَﻧَﺒْﻠُﻮﻛُﻢْ ﺑِﺎﻟﺸَّﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻓِﺘْﻨَﺔً ۖ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ

“Wahai manusia, Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan, untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali” 
(QS. Al-Anbiya: 35).

Ikrimah – rahimahullah – pernah mengatakan,

ﻟﻴﺲ ﺃﺣﺪ ﺇﻻ ﻭﻫﻮ ﻳﻔﺮﺡ ﻭﻳﺤﺰﻥ، ﻭﻟﻜﻦ ﺍﺟﻌﻠﻮﺍ ﺍﻟﻔﺮﺡ ﺷﻜﺮﺍً ﻭﺍﻟﺤﺰﻥ ﺻﺒﺮ

“Setiap insan pasti pernah merasakan suka dan duka. Oleh karena itu, jadikanlah sukamu adalah syukur dan dukamu adalah sabar.”

2.Keimananlah penentu sedih dan tidaknya.

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻬِﻨُﻮﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﺰَﻧُﻮﺍ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢُ ﺍﻟْﺄَﻋْﻠَﻮْﻥَ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻣُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

“Janganlah kamu lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” 
(QS. Ali Imran: 139).

3.Senang berbuat baik.

ﻣَﻦْ ﺳَﺮَّﺗْﻪُ ﺣَﺴَﻨَﺎﺗُﻪُ ﻭَﺳَﺎﺀَﺗْﻪُ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗُﻪُ ﻓَﻬُﻮَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ

“Barangsiapa yang merasa bergembira karena amal kebaikannya dan sedih karena amal keburukannya, maka ia adalah seorang yang beriman” (HR. Tirmidzi).

4.Mematuhi perintah Allah dan rasulNya.

ﻭَﻣَﻦ ﻳُﻄِﻊِ ﭐﻟﻠَّﻪَ ﻭَﭐﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻓَﺄُﻭْﻟَٰٓﺌِﻚَ ﻣَﻊَ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃَﻧۡﻌَﻢَ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴۡﻬِﻢ ﻣِّﻦَ ﭐﻟﻨَّﺒِﻴِّۧﻦَ ﻭَﭐﻟﺼِّﺪِّﻳﻘِﻴﻦَ ﻭَﭐﻟﺸُّﻬَﺪَﺍٓﺀِ ﻭَﭐﻟﺼَّٰﻠِﺤِﻴﻦَۚ ﻭَﺣَﺴُﻦَ ﺃُﻭْﻟَٰٓﺌِﻚَ ﺭَﻓِﻴﻘٗﺎ . ﺫَٰﻟِﻚَ ﭐﻟۡﻔَﻀۡﻞُ ﻣِﻦَ ﭐﻟﻠَّﻪِۚ ﻭَﻛَﻔَﻰٰ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠِﻴﻤٗﺎ

Artinya : Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui. (An-Nisa : 69 -70)

5.Istiqamah berlindung dan tawakal kepada Allah swt.

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻬﻢ ﻭﺍﻟﺤﺰﻥ ..

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari gundah gulana dan rasa sedih…” 
(HR. Bukhari dan Muslim).

*Pesan Kedamaian*

1.Allah swt senantiasa menguji manusia dengan kesenangan dan kesempitan.

2.Ujian harta,tahta,
keturunan,ilmu,sehat dan lainnya semua datang dariNya jika bersyukur beruntung dan bila sabar juga beruntung atau sebaliknya.

4.Semua perbuatan manusia dalam menyikapi hidup ini akan dimintak pertanggungjawaban dan dibalas dengan seadil-adilnya.

5.Jadikan sukamu dengan bersyukur dan juga jadikan dukamu dengan kesabaran niscaya hidup penuh kedamaian.

6.Orang beriman yang bertaqwa hidupnya damai dan bahagia.

7.Berbuat kebajikan mendatangkan kedamaian sedang berbuat dosa juga bisa manghadirkan kesedian.

8.Sebaik-baik teman adalah mereka yang patuh kepada Allah swt dan rasulNya dan pastinya karuniaNya tercurah kepada mereka.

9.Beriman dan bertawakal kepada 
Allah swt niscaya hidup damai santausa disamping istiqamah berlindung dan berdoa.

*Hakekat Kebahagiaan*

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ
“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” 
(QS. Yunus: 58)

ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻣِّﻦ ﺫَﻛَﺮٍ ﺃَﻭْ ﺃُﻧﺜَﻰ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﻓَﻠَﻨُﺤْﻴِﻴَﻨَّﻪُ ﺣَﻴَﺎﺓً ﻃَﻴِّﺒَﺔً ﻭَﻟَﻨَﺠْﺰِﻳَﻨَّﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮَﻫُﻢْ ﺑِﺄَﺣْﺴَﻦِ ﻣَﺎﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” 
(QS. An-Nahl: 97)

*Al Hasan al-Bashri mengatakan,*
“Carilah kenikmatan dan kebahagiaan dalam tiga hal, *dalam sholat, berzikir dan membaca Al Quran,* jika kalian dapatkan maka itulah yang diinginkan, jika tidak kalian dapatkan dalam tiga hal itu maka sadarilah bahwa pintu kebahagiaan sudah tertutup bagimu.”

*ADAKAH KEBAHAGIAN DIDALAM DIRI KITA ?*

IMAN DAN TAWAKAL MENGHADIRKAN KETENANGAN JIWA DISAMPING BERDZIKRULLAH

*Wassalam*
Anak bangsa
Dzul Hijjah Bulan Mulia

KAJIAN QUR'AN DAN SUNNAH

*Nikmat Kemerdekaan*

1.Pertolongan Allah swt.

ﺇﺫﺍ ﺟﺎﺀ ﻧﺼﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ . ﻭﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺪﺧﻠﻮﻥ ﻓﻲ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻓﻮﺍﺟﺎ . ﻓﺴﺒﺢ ﺑﺤﻤﺪ ﺭﺑﻚ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻩ ﺇﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺗﻮﺍﺑﺎ

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.(an Nashr: 1sd 2)

2.Mensyukuri nikmat.

ﻭَﺇِﺫْ ﺗَﺄَﺫَّﻥَ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﻟَﺌِﻦْ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻟَﺄَﺯِﻳﺪَﻧَّﻜُﻢْ ۖ ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢْ ﺇِﻥَّ ﻋَﺬَﺍﺑِﻲ ﻟَﺸَﺪِﻳﺪٌ

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. [Ibrâhîm/14:7]

3.Bertambah syukur.

ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺸْﻜُﺮِ ﺍﻟْﻘَﻠِﻴﻞَ ﻟَﻢْ ﻳَﺸْﻜُﺮِ ﺍﻟْﻜَﺜِﻴﺮَ

“ Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak .” (HR. Ahmad)

4.Mematuhi perintah dan menjauhi larangan dariNya.

ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻳُﻘَﺮِّﺑُﻜُﻢْ ﺍﻟﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺇِﻟَّﺎ ﻗَﺪْ ﺃَﻣَﺮْﺗُﻜُﻢْ ﺑِﻪِ , ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻳُﻘَﺮِّﺑُﻜُﻢْ ﺍﻟﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
ﺇِﻟَّﺎ ﻗَﺪْ ﻧَﻬَﻴْﺘُﻜُﻢْ ﻋَﻨْﻪُ

Artinya: “Tidak satu pun amal yang bisa mendekatkan kalian ke surga melainkan aku memerintahkannya kepada kalian. Dan tidak satupun amal yang bisa mendekatkan kalian ke neraka melainkan aku telah melarang kalian darinya.”(HR al Hakim)

*Pesan Kemerdekaan*

1.Semua nikmat dan pertolongan dari Allah swt.

2.Perbanyak bertasbih dan istighfar.

3.Bersyukurlah kepadaNys niscaya ditambah nikmat lainnya !

4.Mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah swt merupakan ciri orang beriman yang bertaqwa.

5.Nikmat kemerdekaan datangnya dariNya sebagai balasan perjuangan para pahlawan muslim dan lainnya dengan kebersamaan melawan dan mengusir para penjajah bangsa asing.

6.Kita bangsa Indonesia wajib menjaga persatuan dari penjajah asing dengan mematuhi ajaran Agama masing-masing.

*Cara Mengisi Kemerdekaan*

ﻭَﻗُﻞِ ﺍﻋْﻤَﻠُﻮﺍ ﻓَﺴَﻴَﺮَﻯ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻤَﻠَﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻭَﺳَﺘُﺮَﺩُّﻭﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﺎﻟِﻢِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﺎﺩَﺓِ ﻓَﻴُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

Artinya: “Dan katakanlah (wahai Muhammad): Bekerjalah kamu, maka sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kamu kerjakan dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib dan yang nyata, kemudian Dia menerangkan kepada kamu tentang apa yang telah kamu kerjakan.”
(at Taubah:105)

Jadi betul bahwa kemerdekaan 17 Agustus 1945 karena rahmat Allah swt semata. Lihat alinea ke 4 Pembukaan UUD 45 bahwa Negara berdasarkan Pancasila dan pasal 29 ayat 1 bahwa Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa . Oleh karena itu kepada siapakah kita bersyukur?

ﻭَﺇِﺫْ ﺗَﺄَﺫَّﻥَ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﻟَﺌِﻦْ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻟَﺄَﺯِﻳﺪَﻧَّﻜُﻢْ ۖ ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢْ ﺇِﻥَّ ﻋَﺬَﺍﺑِﻲ ﻟَﺸَﺪِﻳﺪٌ
Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. [Ibrâhîm/14:7]

1. Yang utama adalah bersyukur kepada Allah swt yang telah memberi Rahmat Kemerdekaan. Caranya bagaimana? Caranya adalah kita juga sebagai hamba Allah swt maka harus beribadah yang sesuai dengan apa yang diperintah dan menjauhi larangannya. Itupun masih kurang yaitu mencontoh Rasulullah saw yang sebagai suri tauladan yang dibenarkan oleh Allah swt.

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺟَﺎﺀُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟِﺈِﺧْﻮَﺍﻧِﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺳَﺒَﻘُﻮﻧَﺎ ﺑِﺎﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻨَﺎ ﻏِﻠًّﺎ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻚَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ

“Dan orang-orang yang datang setelah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a: ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi MahaPenyayang.” 
[Al-Hasyr: 10]

2. Berterimakasihlah kepada para pejuang kita , yang telah merintis cita-citanya dan sudah menjadi kenyataan. Caranya adalah kita ikut mendoakan kepada Allah swt agar para pejuang kemerdekaan dapat diterima disisinya.

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣَﻊَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﻘَﻮْﺍ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻫُﻢْ ﻣُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. 
[an-Nahl/16:128].

3. Mengisi kemerdekaan ini dengan baik yang
tidak melanggar aturan Allah swt ataupun
aturan dari Rasulullah saw.

*MENJAGA DAN MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN MENINGKATKAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA INDONESIA AKAN MENJADI NEGARA YANG MAKMUR RAKYATNYA DAN BERMARTABAT*

*Wassalam*
Putra Lamongan
1/9/2018
READ MORE - TAKUTNYA ULAMA

Kamis, 30 Agustus 2018

PANGGILAN IBADAH HAJI


DZUL QA`DAH BULAN MULIA*
PANGGILAN HAJI
1.Kewajiban menunaikan haji bagi yang mampu.
ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺣِﺞُّ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻉَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ
“Mengerjakan haji adalah kewajiban menusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”
[Ali-Imran :97]
Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
ﻫﺬﻩ ﺁﻳﺔ ﻭُﺟُﻮﺏ ﺍﻟﺤﺞ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ
“Ini adalah ayat yang menunjukkan wajibnya
haji menurut pendapat jumhur ulama”
ﺗَﻌَﺠَّﻠُﻮﺍﺍﻟْﺤَﺞَّ- ﻳَﻌْﻨِِﻰ ﺍﻟْﻔَﺮِﺿَﺔَ- ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺣَﺪَﻛُﻢْ ﻻَﻳَﺪْﺭِﻱْ ﻣَﺎﻳَﻌْﺮِﺽُ
ﻟَﻪُ
“Bersegeralah berhaji -yakni haji yang wajib-,
sebab sesungguhnya seseorang tidak mengetahui
apa yang akan menimpa kepadanya”
[HR Ahmad ]
2.Haji dan umrah hanya ikhlas karena Allah swt.
ﻭَﺃَﺗِﻤُّﻮﺍْ ﺍﻟْﺤَﺞَّ ﻭَﺍﻟْﻌُﻤْﺮَﺓَ ﻟِﻠّﻪِ
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan
‘umrah karena Allah.” (QS. Al Baqarah:196).
3.Larangan berbuat rafats...
ﻓَﻤَﻦْ ﻓَﺮَﺽَ ﻓِﻴﻬِﻦَّ ﺍﻟْﺤَﺞَّ ﻓَﻠَﺎ ﺭَﻓَﺚَ ﻭَﻟَﺎ ﻓُﺴُﻮﻕَ ﻭَﻟَﺎ ﺟِﺪَﺍﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺞِّ
“Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh
rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan
dalam masa mengerjakan haji”
[Al-Baqarah : 197]
4.Keutamaan haji.
ﻣَﻦْ ﺣَﺞَّ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺮْﻓُﺚْ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻔْﺴُﻖْ ﺭَﺟَﻊَ ﻛَﻴَﻮْﻡِ ﻭَﻟَﺪَﺗْﻪُ ﺃُﻣُّﻪُ
“Barangsiapa haji dan dia tidak rafats dan tidak
berbuat fasik, maka dia kembali seperti hari
dilahirkan ibunya” [Hadits Riwayat Ahmad,
Bukhari, Nasa’i dan Ibnu Majah]
5.Bakasan haji mabrur.
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﺍﻟﻌﻤﺮﺓُ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻤﺮﺓِ
ﻛﻔَّﺎﺭَﺓٌ ﻟﻤَﺎ ﺑﻴﻨَﻬﻤَﺎ ، ﻭﺍﻟﺤﺞُّ ﺍﻟﻤﺒﺮﻭﺭُ ﻟﻴﺲَ ﻟﻪُ ﺟﺰﺍﺀٌ
ﺇﻻ ﺍﻟﺠﻨَّﺔُ
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu ,
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
bersabda, “ Ibadah umrah ke ibadah umrah
berikutnya adalah penggugur (dosa) di
antara keduanya, dan haji yang mabrur
tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan
surga ” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan keutamaan haji yang
mabrur (baik), dan balasan orang yang
mendapatkannya adalah surga. Haji yang
mabrur, telah dijelaskan oleh Imam Ibnu
Abdil Barr, “Adalah haji yang tidak
tercampur dengan perrbuatan riya’ (ingin
dipuji dan dilihat orang), sum’ah (ingin
didengar oleh orang), rafats (berkata-kata
keji dan kotor, atau kata-kata yang
menimbulkan birahi), fusuq (berbuat
kefasikan dan kemaksiatan), dan
dilaksanakan dari harta yang halal…” (lihat
at-Tamhid , 22/39).
*PELAJARAN AYAT DAN HADITS*
1.Allah swt mewajibkan orang-orang beriman yang mampu bersegera manjankan ibadah haji.
2.Terancam suul khatimah bagi yang mampu mrnjalankannya lalu mengabaikannya sampai meninggal dunia.
3.Perintah ikhlas beribadah haji dan umrah,sesuai petunjuk rasulullah saw dan dari harta yang halal.
4.Haji dan umrah dilaksanakan tidak riyaa,tidak syirik dan tidak munafik hanya karena Allah swt semata.
5.Menjauhi larangan berbuat rafats/jorok,barbuat fasik dan berbantah yang tanpa ilmu dan dosa lainnya.
6.Haji yang mabrur balasannya diampuni dosanya seperti bayi baru dilahirkan dari ibunya.
7.Umrah keumrah berikutnya dihabus dosanya dan haji yang mabrur sesuai syariat dan ikhlas balasannya masuk surga tentu dengan izin dan ridhaNya.
8.Sungguh beruntunglah orang-orang beriman yang mendapat panggilan dariNya dan mendengar panggilan untuk berhaji sehingga diampuni dosa dan masuk surga nanti di hari pembakasan.
*RAHASIA HAJI MABRUR*
Contoh yang paling unik adalah Imam Abû Yazîd al-
Bisthâm (804-875 M). Suatu ketika ia dalam perjalanan
menuju Mekkah. Di tengah perjalanan, ia bertemu
dengan orang miskin. Orang itu bertanya: “Kemana kau
hendak pergi?” Abû Yazîd menjawab: “Berhaji ke
Mekkah.” Orang itu bertanya lagi: “Berapa banyak
bekalmu?” Abû Yazîd menjawab: “Dua ratus dirham.”
Orang itu mendekat, kemudian berkata: “Kemarilah,
berikan bekal itu kepadaku. Aku memiliki keluarga yang
perlu dinafkahi. Tawaflah mengelilingiku tujuh kali. Itu
akan menjadi hajimu.” Abu Yazid memberikan uangnya
dan bertawaf tujuh kali mengelilingi orang itu, kemudian
ia kembali ke rumahnya. (Fariduddin Attar, Tadkhirah
Auliya, 2000, hlm 139-140)
Contoh lain yang tidak kalah menariknya adalah Imam
Abdullah bin Mubârak (726-797 M). Setelah
menyelesaikan semua ritual hajinya, Ia tertidur,
kemudian bermimpi melihat dialog dua malaikat.
“Berapa banyak yang berhaji tahun ini?” tanya salah
satunya. “Enam ratus ribu,” jawab lainnya. “Berapa
banyak yang hajinya diterima?” tanya malaikat itu lagi.
“Tidak seorang pun,” tegasnya. “Tapi ada seorang
tukang batu bernama Ali bin Muwaffaq di Damaskus. Ia
tidak berhaji, tapi hajinya diterima dan semua dosanya
diampuni.”
...
Ali bin Muwaffaq menangis dan jatuh pingsan. Setelah
sadar, Abdullah bin Mubârak berkata padanya:
“Ceritakanlah padaku.” Ali bin Muwaffaq mulai
bercerita: “Tiga puluh tahun lamanya aku merindukan
ibadah haji. Aku menabung hingga uangku berjumlah
350 dirham dari pekerjaanku. Tahun ini aku berniat
berangkat haji. Suatu hari isteriku yang hamil mencium
bau masakan dari luar. Ia memohon padaku untuk
mendapatkan makanan itu. Aku pergi dan mengetuk
pintunya dan menyampaikan tujuan kedatanganku. Ia
berderai air mata. Makanan ini halal untuk kami, tapi
haram untukmu. Aku bertanya, kenapa? Ia menjawab,
tiga hari anak-anaknya tidak makan, Ia menemukan
bangkai keledai di jalan dan memasaknya. Hatiku
tersentuh dan kuberikan 350 dirham itu
kepadanya.” (Fariduddin Attar, 2000, hlm 159-161).
Apa yang dilakukan Abû Yazîd al-Bisthâm dan Abdullah
bin Mubârak menandakan bahwa para sufi
mengedepankan makna terdalam dari sebuah ibadah.
Imam Abu Yazid memang gagal berangkat haji,
meskipun di lain waktu dia berhasil melakukannya, tapi
perbuatannya lebih bernilai dari sekedar pahala.
Kecintaan mereka kepada Tuhan, membias menjadi
kepedulian sosial yang tinggi.
*BERSEGERALAH MEMENUHI PANGGILAN HAJI AGAR TERAMPUNI DOSA DAN MENDAPAT TIKET SURGA DARINYA !*
*HAJI MABRUR MEREKA YANG IKHLAS DAN PEDULI NASIB SAUDARANYA YANG MEMBUTUHKAN DISAMPING SYARAT RUKUNNYA DIPENUHI*
*WASSALAM*
Anak bangsa
*DZUL QA`DAH BULAN MULIA*
KEMULIAAN DIRI WANITA
1.Perintah menutup aurat dengan berjilbab.
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻗُﻞْ ﻟِﺄَﺯْﻭَﺍﺟِﻚَ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳُﺪْﻧِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﺟَﻠَﺎﺑِﻴﺒِﻬِﻦَّ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰٰ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﺮَﻓْﻦَ ﻓَﻠَﺎ ﻳُﺆْﺫَﻳْﻦَ ۗ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ
Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu,
anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang
Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
[al-Ahzâb/33:59]
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan
dalam tafsir Al Ahzab ayat 59 atau
dikenal juga dengan ayat hijab, “Dahulu
orang-orang fasiq di Madinah keluar
pada malam hari ketika kegelapan
menaungi jalan-jalan di kota Madinah.
Mereka keluar untuk mengganggu kaum
wanita. Maka apabila mereka melihat
wanita berjilbab mereka berkata, ‘Ini
wanita merdeka’ dan mereka menahan
diri dari mengganggunya. Bila mereka melihat wanita yang tidak berjilbab
mereka berkata, ‘Ini budak’ dan mereka
pun mengganggunya”.
2.Perintah memakai pakian yang sopan.
ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﺧُﺬُﻭﺍ ﺯِﻳﻨَﺘَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﻛُﻞِّ ﻣَﺴْﺠِﺪٍ ﻭَﻛُﻠُﻮﺍ ﻭَﺍﺷْﺮَﺑُﻮﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺴْﺮِﻓُﻮﺍ ۚ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﺴْﺮِﻓِﻴﻦَ
Wahai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan
minumlah, dan jangan berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allâh tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.
[al-A’râf/7:31]
3.Perintah menjaga dan memutup aurat.
ﺍﺣْﻔَﻆْ ﻋَﻮْﺭَﺗَﻚَ ﺇﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺯَﻭْﺟِﻚَ ﺃَﻭْ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜَﺖْ ﻳَﻤِﻴﻨُﻚَ .
Jagalah auratmu kecuali terhadap (penglihatan)
istrimu atau budak yang kamu miliki.
[HR. Abu Dâwud, no.4017; Tirmidzi, no. 2794; Nasa’i dalam
kitabnya Sunan al-Kubrâ, no. 8923; Ibnu Mâjah, no. 1920.]
4.Batasan menutup aurat sesama laki dan sesama perempuan.
ﻻَ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﻮْﺭَﺓِ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ، ﻭَﻻَ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﻮْﺭَﺓِ
ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓِ، ﻭَﻻَ ﻳُﻔْﻀِﻲ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺜَّﻮْﺏِ ﺍﻟْﻮَﺍ ﺣِﺪِ،
ﻭَﻻَ ﺗُﻔْﻀِﻲ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺜَّﻮْﺏِ ﺍﻟْﻮَﺣِﺪِ
Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki
(lainnya), dan janganlah pula seorang wanita
melihat aurat wanita (lainnya). Seorang pria tidak boleh bersama pria lain dalam satu kain, dan
tidak boleh pula seorang wanita bersama wanita
lainnya dalam satu kain.” [HR. Muslim, no. 338
dan yang lainnya]
5.Semua perbuatan akan dimintak pertanggungjawaban.
ﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﺭَﺍﻉٍ، ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﻣَﺴْﺌُﻮﻝٌ ﻋَﻦْ ﺭَﻋِﻴَّﺘِﻪِ، ﻓَﺎﻟْﺄَﻣِﻴﺮُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺭَﺍﻉٍ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﻫُﻮَ ﻣَﺴْﺌُﻮﻝٌ ﻋَﻨْﻬُﻢْ .
Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan di tanya tentang kepemimpinannya, seorang amir maka dia adalah pemimpin bagi rakyatnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.
[HR. al-Bukhâri , no. 893,2409,2554; dan Muslim, no.1829]
*PELAJARAN AYAT DAN HADITS*
1.Allah swt menyuruh kaum wanita agar mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.
2.Kaum wanita muslimah waktu zaman Nabi saw pada waktu itu dikenal dengan menutupi seluruh tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangannya bahkan bercadar sehingga mereka aman dari gangguan sedangkan kaum wanita yang tidak berjilbab mendapat fitnah gangguan dari orang-orang fasiq.
3.Sangat dianjurkan berpakian yang baik dan bagus bagi mereka yang setiap memasuki masjid dan larangan berlebihan dalam makan dan minum.
4.Kewajiban menjaga dan menutup aurat terhadap didepan istri dan budak yang dimiliki.
5.Larangan terlihat aurat lelaki sesama lelaki dan juga terlihat aurat perempuan sesama perempuan.
6.Setiap lelaki ataupun perempuan wajib menjaga auratnya dari penglihatan orang lain dan semua pelanggaran tsb akan dimintak pertanggunghawaban nanti dihari pembakasan.
7.Kemuliaan seorang wanita tergantung pada keshalihan perbuatannya disamping terjaga auratnya dari pandangan orang lain.
*BATAS AURAT*
Aurat laki-laki adalah dari pusar hingga
lutut. Tidak boleh menampakkan maupun
memperlihatkannya pada orang asing.
Berdasarkan hadits dari ‘Ali radhiyallahu
‘anhu, “Jangan engkau perlihatkan pahamu, dan janganlah engkau lihat
paha orang yang masih hidup maupun
yang sudah meninggal” (HR. Ibnu Majah)
Sedangkan aurat wanita di hadapan
lelaki ialah seluruh anggota badan
kecuali wajah dan telapak tangan. Allah
Ta’ala berfirman (yang artinya), “ Dan
janganlah menampakkan perhiasannya
(auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat”
(QS. An Nur : 31).
Ibnu Katsir
rahimahullah membawakan perkataan
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Yaitu
wajah dan kedua telapak tangan”.
*Pendapat madzhab Hanafi,* wajah wanita
bukanlah aurat, namun memakai cadar
hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi
wajib jika dikhawatirkan menimbulkan
fitnah.
*Mazhab Maliki* berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai
cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan
menjadi wajib jika dikhawatirkan
menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian
ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat.
*Pendapat madzhab Syafi’i,* aurat wanita di
depan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah
seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita memakai cadar di
hadapan lelaki ajnabi.
*Imam Ahmad bin Hambal berkata:*
“Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat,
termasuk pula kukunya” (Dinukil dalam Zaadul Masiir , 6/31)
*Menurut pendapat jumhur,* suara orang perempuan tidak dikira sebagai aurat, kerana para sahabat
mendengar suara isteri-isteri Nabi Muhammad s.a.w. untuk mempelajari hukum-hukum agama. Tetapi diharamkan mendengar suaranya yang berbentuk
lagu dan irama sekalipun bacaan al-Qur’an, kerana dikhuatiri akan menimbulkan fitnah.
*WANITA SHALIHAH TERTUTUP AURATNYA DAN MULIA AKHLAKNYA*
*SEBAIK BAIK PAKIAN ADALAH PAKIAN TAQWA LAHIRNYA MENUTUP AURAT SEDANGKAN BATHINNYA BERDZIKRULLAH SELALU*
*WASSALAM*
Anak bangsa
READ MORE - PANGGILAN IBADAH HAJI

TIKET MASUK SURGA


DZUl QA'DAH BULAN 
MULIA

Tiket Masuk Surga

1.Rasulullah saw teladan terbaik.

ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh [al-Ahzâb/33:21]

Imam Ibnu Katsîr rahimahullah berkata tentang ayat ini, “Ayat yang mulia ini merupakan fondasi/dalil yang agung dalam meneladani Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua perkataan, perbuatan, dan keadaan beliau. Orang-orang diperintahkan meneladani Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Ahzâb, dalam kesabaran, usaha bersabar, istiqomah, perjuangan, dan penantian beliau terhadap pertolongan dari Rabbnya. Semoga sholawat dan salam selalu dilimpahkan kepada beliau sampai hari Pembalasan”. [Tafsir Ibnu Katsir, 6/391, penerbit: Daru Thayyibah]

2.Semua ummat muslim masuk surga.

ﻛُﻞُّ ﺃُﻣَّﺘِﻲْ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮْﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺇِﻻَّ ﻣَﻦْ ﺃَﺑَـﻰ، ﻓَﻘِﻴْﻞَ : ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺄْﺑَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﻦْ ﺃَﻃَﺎﻋَﻨِﻲْ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻣَﻦْ ﻋَﺼَﺎﻧِﻲْ ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺑَﻰ

“ Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan. (Lalu) dikatakan kepada beliau: ‘Siapa yang enggan itu wahai Rasulullah ?’ Maka beliau menjawab: ‘Barangsiapa mentaati aku ia pasti masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka ia enggan (masuk surga).” 
[Shahih Bukhari: 7280 ‏]

Pelajaran Ayat dan Hadits:

1.Uswatun hasanah baginda rasulullah saw buat orang  beriman yang nengharap perjumaan dengan Allah swt,meyakini hari kiamat/hari pembalasan dan banyak berdzikrullah.

2.Siapapun yang ingin berjumpa denganNya maka hendaklah beramal shalih dan ikhlas beribadah,sesuai petunjuk Nabi saw.

4.Setiap ummat Muhammad saw dijamin masuk surga kecuali yang enggan mengikuti sunnahnya.

5.Surga dipersiapkan buat orang-orang beriman yang bertaqwa sedangkan neraka buat orang-orang non muslim,musyrikin dan munaafikiin yang mati dalam kaadaan belum bertaubat.

6.Hidup berkah jika menghidupkan sunnah Nabi saw shalat tidak sendirian,tetap ikut majlis taklim,suka bersedekah,senang bershilaturahim dan bersegera bertaubat.

7.Hidup butuh perlindungan,berkah rezki dan hidayah dari Allah swt.

Ikhtitam

ﺳَﺌَﻠَﺖْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﻋَﻦْ ﺧُﻠُﻖِ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻲ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻘَﺎﻟَﺖْ ﻛَﺎﻥَ ﺧُﻠُﻘُﻪُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ

Artinya:
Aisyah ditanya tentang akhlak Rasulullah, maka ia menjawab : “Akhlak Rasulullah saw. adalah Al-Qur’an”. (HR. Ahmad)

Baca al Quranul karim dengan tartil,fahami dengan ilmu dan amalkan isi kandungannya dengan ikhlas niscaya mendapat syafaat darinya !

Wassalam
Anak bangsa

*Dzul Qa'dah Bulan Mulia*

Haji Mabrur

1.Panggilan Haji.

ﻭَﺃَﺫِّﻥْ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّـﺎﺱِ ﺑِﺎﻟْﺤَﺞِّ ﻳَﺄْﺗُﻮﻙَ ﺭِﺟَﺎﻟًﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺿَﺎﻣِﺮٍ ﻳَﺄْﺗِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻓَﺞٍّ ﻋَﻤِﻴـﻖٍ

“ Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji , niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,” (QS. Al-Hajj [22]; ayat: 27)

2.Bersegera berhaji bagi yang mampu.

ﺗَﻌَﺠَّﻠُﻮﺍﺍﻟْﺤَﺞَّ - ﻳَﻌْﻨِِﻰ ﺍﻟْﻔَﺮِﺿَﺔَ - ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺣَﺪَﻛُﻢْ ﻻَﻳَﺪْﺭِﻱْ ﻣَﺎﻳَﻌْﺮِﺽُ ﻟَﻪُ

“Bersegeralah berhaji -yakni haji yang wajib-, sebab sesungguhnya seseorang tidak mengetahui apa yang akan menimpa kepadanya” 
[HR Ahmad]

3.Larangan berbuat dosa.

ﻓَﻤَﻦْ ﻓَﺮَﺽَ ﻓِﻴﻬِﻦَّ ﺍﻟْﺤَﺞَّ ﻓَﻠَﺎ ﺭَﻓَﺚَ ﻭَﻟَﺎ ﻓُﺴُﻮﻕَ ﻭَﻟَﺎ ﺟِﺪَﺍﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺞِّ

“Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam masa mengerjakan haji” [Al-Baqarah : 197]

4.Ikhlas beribadah.

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﺍﻟﺘَّﻘِﻰَّ ﺍﻟْﻐَﻨِﻰَّ ﺍﻟْﺨَﻔِﻰَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka menyembunyikan amalannya.”
[HR. Muslim]

5.Balasan haji mabrur.

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْـﻪُ : ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْـﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : )) ﺍَﻟْﻌُﻤْﺮَﺓُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻌُﻤْﺮَﺓِ ﻛَﻔَّﺎﺭَﺓٌ ﻟِﻤَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ، ﻭَﺍﻟْﺤَﺞُّ ﺍﻟْﻤَﺒْﺮُﻭﺭُ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَـﻪُ ﺟَﺰَﺍﺀٌ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﺠَﻨَّـﺔُ (( ﴿ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒـﺨﺎﺭﻱ : ١٧٧٣﴾

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: “’umrah yang satu dengan ‘umrah berikutnya adalah penghapus dosa yang dilakukan antara masa keduanya, sedangkan haji mabrur balasannya tiada lain adalah surga.” 
[HR. Al-Bukhari]

*Palajaran Ayat dan Hadits*

1.Allah swt mewajibkan berhaji bagi yang mampu dengan segera memenuhi panggilalan dariNya.

2.Bagi orang beriman yang mampu memenuhi haji wajib segera mendaftarkan diri dan bertawakal kepada Allah swt kapan berangkat itu taqdir dariNya.

3.Terancam bagi yang mengabaikan panggilan haji bagi yang sudah mampu dengan ancaman keras jika tidak dilakukannya dengan suul khatimah,mati dalam kaadaan bukan muslim.

4.Bagi para tamu Allah swt yang sedang menjalani ibadah haji hendaknya mengikuti petunjuk Nabi saw,syarat rukun dipenuhi,harta halal,niat ikhlas dan tidak berbuat maksiat dan tidak melanggar syariat haji.

5.Haji mabrur atau haji maqbul adalah haji yang dilakukan oleh setiap hamba yang beriman dan bertaqwa,ikhlas dan mengikuti petunjuk rasulullah saw serta sepulangnya menhadi hamba yang rijin ibadah,banyak beramal shalih,sering bersedekah,suka berbagi,senang bershilaturahim dan mulia akhlaknya terhadap sesama.

6.Allah swt tidak membalas berhaji mabrur kecuali ampunan dan surga.

*Memaknai Haji Mabrur*

Imam al-‘Iyni berkata – mengenai makna sabda beliau Shallallâhu ‘alaihi wasallam:’ Haji yang mabrur’ – ; ” berkata Ibnu Khalawaih: al-Mabrur artinya al-Maqbul (yang diterima). Berkata selain beliau: ‘ (maknanya adalah) Haji yang tidak terkontaminasi oleh sesuatu dosa. Pendapat ini didukung oleh Imam an-Nawawi..”.

Imam al-Qurthubi berkata: “pendapat-pendapat seputar penafsirannya hampir mendekati maknanya satu sama lain, yaitu haji yang dilaksanakan tersebut memenuhi hukum-hukum yang berkaitan dengannya dan manakala dituntut dari seorang Mukallaf (orang yang dibebani perintah syara’) agar melakukannya secara sempurna, hajinya tersebut kemudian menempati posisi tertentu”.

Dalam syarahnya terhadap kitab Muwaththa Malik, Imam az-Zarqany menyatakan bahwa makna sabda beliau Shallallâhu ‘alaihi wasallam : “dan haji yang mabrur” ; dapat berarti bahwa orang yang melakukan haji tersebut mengimplementasikan perbuatannya setelah itu ke jalan kebajikan (karena kata Mabrur diambil dari kata al-Birr yang artinya kebajikan-red).

*MERAIH HAJI MABRUR DENGAN IKHLAS DAN MENGIKUTI PETUNJUK RASULULLAH SAW SERTA HIDUPNYA BERGUNA BAGI KELUARGA DAN ORANG LAIN*

*Wassalam*
Anak bangsa

DZUL QA'DAH BULAN MULIA

*Bernilai Ibadah*

1.Perintah beribadah hanya kepada Allah swt semata.

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. [Adz-Dzâriyât/51:56]

Para ulama ahli tafsir mengatakan, yang dimaksud dengan “beribadah kepada-Ku”
adalah “mentauhidkan Aku”. Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menjelaskan bahwa tujuan utama pencipatan makhluk adalah beribadah hanya kepada Allah Ta’ala saja.
Oleh karena itu, tauhid adalah perintah Allah Ta’ala yang terbesar. Karena dengan melaksanakannya, mereka dapat mewujudkan tujuan penciptaan dirinya. (Lihat Syarh Tsalaatsatul Ushuul, hal. 17, karya Syaikh Shalih Alu Syaikh).

2.Kematian dan kehidupan adalah ujian.

ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻭَﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ ﻟِﻴَﺒْﻠُﻮَﻛُﻢْ ﺃَﻳُّﻜُﻢْ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻋَﻤَﻠًﺎ
 
(Allâh) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. 
[Al-Mulk/67: 2]

3.Keutamaan bekerja.

ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤِﻘْﺪَﺍﻡِ ﺭَﺿِﻲ ﺍﻟﻠَّﻬﻢ ﻋَﻨْﻪ ﻋَﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻬﻢ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : )) ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻞَ ﺃَﺣَﺪٌ ﻃَﻌَﺎﻣًﺎ ﻗَﻂُّ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﻛُﻞَ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞِ ﻳَﺪِﻩِ ﻭَﺇِﻥَّ ﻧَﺒِﻲَّ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺩَﺍﻭُﺩَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺄْﻛُﻞُ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞِ ﻳَﺪِﻩِ (( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ .

Dari al-Miqdam Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Dawud ‘alaihissalam makan dari hasil usaha tangannya (sendiri) ” 
(HR Al Bukhari)

4.Dianggap ibadah memberi nafkah keluarga.

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻧْﻔَﻖَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻪِ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺒُﻬَﺎ ﻓَﻬُﻮَ ﻟَﻪُ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ

Dari Abu Mas’ûd Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Jika seorang laki-laki mengeluarkan nafkah kepada keluarganya yang dia mengharapkan wajah Allâh dengan-Nya, maka itu shadaqah baginya”. [HR. Al-Bukhâri, no. 55]

*Pelajaran Ayat dan hadits*

Ibadah mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya memang merupakan ibadah, berdasarkan nash atau lainnya yang menunjukkan perkataan dan perbuatan tersebut haram dipersembahkan kepada selain Allâh Azza wa Jalla .

Ibadah ghairu mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya bukan ibadah, akan tetapi berubah menjadi ibadah dengan niat yang baik.

1.Allah swt menciptakan jin dan manusia agar hanya beribadah kepadaNya bukan kepada selain Dia.

2.Beribadah dalam islam banyak ragamnya,rukun islam dan rukun iman (ibadah mahdhah) disamping ada ibadah lainnya atau ghairu mahdhah.

3.Ibadah dalam arti luas mencakup segala aktifitas yang diperintahkan Allah swt baik lahir ataupun bathin yang dicintai dan diridhai olehNya.

4.Ibadah yang diterima syaratnya beriman,mengikuti petunjuk nabi saw dan ikhlas kerena Allah swt.

5.Setiap peribadatan dalam islam andingnya adalah peningkatan taqwa kepada Allah swt.

6.Allah swt akan menguji kepada hamba-hambaNya yang beriman sesuai kadar keimanan dan kemampuannya sehingga siapakah yang pandai bersyukur,bersabar dan ikhlas beragama.

7.Islam sangat menghargai dan memuliakan orang-orang beriman yang rajin beribadah,banyak beramal shalih bahkan bekerja keras untuk meraih berkah dariNya dan kesejahteraan keluarga.

8.Etos kerja dalam islam sangat dihargai dan bisa bernilai ibadah jika dilakukan sesui petunjuk Agama.

9.Hasil kerja yang baik dan halal buat diri dan keluarga termasuk sedekah yang utama.

*Berkah Qana'ah*

ﻗَﺪْ ﺃَﻓْﻠَﺢَ ﻣَﻦْ ﺃَﺳْﻠَﻢَ ﻭَﺭُﺯِﻕَ ﻛَﻔَﺎﻓًﺎ ﻭَﻗَﻨَّﻌَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﺁﺗَﺎﻩُ

“Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya” 
[HR Muslim]

*MENGAMBIL REZKI DENGAN HALAL DAN MENERIMA DARINYA DENGAN RIDHA MENJADI SEBAB HIDUP BERKAH*

*Wassalam*
Anak bangsa
READ MORE - TIKET MASUK SURGA
 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Halaman