Rabu, 05 April 2017

MENGABAIKAN ALQURAN


1.Tadabbur Al-Quran !!!
😎TIDAK BELA
AL-QURAN🌑🌒🌕

Kata hajr ( ﺍﻟﻬَﺠْﺮُ) dalam bahasa Arab adalah
lawan kata dari washl ( ﺍﻟﻮَﺻْﻞُ ) yang bermakna
menyambung. Dengan demikian kata hajr
bermakna memutus. Sedangkan maksud dari
hajrul Qur’an adalah meninggalkan al-Qur’an dan berpaling darinya, seperti tidak mengimaninya,
tidak membacanya, tidak mau mendengarkannya,
tidak mau memahami dan mentadabburinya, serta
tidak mengamalkannya.
1.Al-Quran sebagai petunjuk bagi orang beriman yang mengikuti keriridhaanNya kejalan kesekamatan.
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻧُﻮﺭٌ ﻭَﻛِﺘَﺎﺏٌ ﻣُﺒِﻴﻦٌ ﴿١٥﴾ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﺑِﻪِ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻣَﻦِ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﺭِﺿْﻮَﺍﻧَﻪُ ﺳُﺒُﻞَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺟُﻬُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈُّﻠُﻤَﺎﺕِ ﺇِﻟَﻰ
ﺍﻟﻨُّﻮﺭِ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ﻭَﻳَﻬْﺪِﻳﻬِﻢْ ﺇِﻟَﻰٰ ﺻِﺮَﺍﻁٍ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻢٍ
… Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya
dari Allâh, dan Kitab yang menerangkan. Dengan
kitab itulah Allâh memberikan petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya kejalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula)
Allâh mengeluarkan orang-orang itu dari gelap
gulita kepada cahaya yang terang benderang
dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke
jalan yang lurus.
[Al-Mâidah/5:15-16]
2.Al-Quran petunjuk yang paling lurus.
ﺇِﻥَّ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻟِﻠَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﻗْﻮَﻡُ
Sesungguhnya al-Quran ini memberikan petunjuk
kepada (jalan) yang lebih lurus. [Al-Isrâ’/17:9]
3.Banyak ummat Islam mengabaikan petunjuk al-Quran.
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ ﺇِﻥَّ ﻗَﻮْﻣِﻲ ﺍﺗَّﺨَﺬُﻭﺍ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ
ﻣَﻬْﺠُﻮﺭًﺍ
Berkatalah Rasul, “Ya Rabbku, sesungguhnya
kaumku menjadikan al-Quran itu sesuatu yang
tidak diacuhkan.”
[Al-Furqân/25:30]
4.Orang-orang kafir menyuruh mengabaikan perintah dan larangan al-Quran.
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺴْﻤَﻌُﻮﺍ ﻟِﻬَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻭَﺍﻟْﻐَﻮْﺍ ﻓِﻴﻪِ
ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﻐْﻠِﺒُﻮﻥَ
Dan orang-orang yang kafir berkata, “Janganlah
kamu mendengarkan al-Qur’an ini dengan
sungguh-sungguh dan buatlah hiruk-pikuk
terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan
mereka.” [Fushshilat/41:26]
Berdasarkan apa yang dikemukakan oleh Ibnu
Katsir t dan Ibnul Qayyim rahimahullah di atas
mengenai macam-macam ‘hajrul Qur’an’ , berikut
kami akan paparkan beberapa di antaranya:
Pertama: Enggan Mendengar Dan Menyimak Al-Qur’an
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗُﺮِﺉَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻓَﺎﺳْﺘَﻤِﻌُﻮﺍ ﻟَﻪُ ﻭَﺃَﻧْﺼِﺘُﻮﺍ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ
Dan apabila dibacakan al-Quran, maka
dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah
dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. [Al-
A’râf/7:204]
Kedua: Tidak Membaca Al-Qur’an
Membaca al-Qur’an merupakan bentuk dzikir
kepada Allâh Azza wa Jalla yang paling agung.
Membacanya saja dinilai sebagai ibadah, setiap
hurufnya bernilai kebaikan yang akan dibalas
dengan sepuluh kali lipat.
(( ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺣَﺮْﻓًﺎ ﻣِﻦْ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻠَﻪُ ﺑِﻪِ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻭَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ
ﺑِﻌَﺸْﺮِ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﻟَﺎ ﺃَﻗُﻮﻝُ: } ﭑ { ﺣَﺮْﻑٌ ﻭَﻟَﻜِﻦْ : ﺃَﻟِﻒٌ ﺣَﺮْﻑٌ ﻭَﻟَﺎﻡٌ
ﺣَﺮْﻑٌ ﻭَﻣِﻴﻢٌ ﺣَﺮْﻑٌ ))
Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah
maka baginya memperoleh kebaikan, dan
kebaikan tersebut dibalas dengan sepuluh kali
lipatnya. Aku tidak mengatakan “alif lam mim” itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu
huruf, dan mim juga satu huruf.” [HR. At-Tirmidzi
dan al-Hakim]
Ketiga: Tidak Mau Memahami Dan
Mentadabburi Makna Ayat-Ayat Al-Qur’an
ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ ﻟِﻴَﺪَّﺑَّﺮُﻭﺍ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻟِﻴَﺘَﺬَﻛَّﺮَ ﺃُﻭﻟُﻮ
ﺍﻟْﺄَﻟْﺒَﺎﺏِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya
mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai
fikiran.” [Shad/38:29]
Keempat: Tidak Mengimani Al-Qur’an
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻓَّﺔً ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺑَﺸِﻴﺮًﺍ ﻭَﻧَﺬِﻳﺮًﺍ ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَ
ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan
kepada umat manusia seluruhnya sebagai
pembawa berita gembira dan sebagai pemberi
peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada
mengetahui. [Saba’/34:28]
Kelima: Tidak Mengamalkan Petunjuk
Al-Qur’an
ﺍﺗَّﺒِﻌُﻮﺍ ﻣَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari
Rabbmu. [Al-A’râf/7:3]
ﻛَﺎﻥَ ﺧُﻠُﻘُﻪُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ
Akhlaqnya adalah al-Qur’an. [HR. Ahmad,
Muslim, dan Abu Daud]
Keenam: Tidak Berpegang Dengan Hukum Al-Qur’an
ﻭَﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻣُﺼَﺪِّﻗًﺎ ﻟِﻤَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻭَﻣُﻬَﻴْﻤِﻨًﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِۖ  ﻓَﺎﺣْﻜُﻢْ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﺃَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُۖ ﻭَﻟَﺎ
ﺗَﺘَّﺒِﻊْ ﺃَﻫْﻮَﺍﺀَﻫُﻢْ ﻋَﻤَّﺎ ﺟَﺎﺀَﻙَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ
Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Quran
dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang
diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap
kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah
perkara mereka menurut apa yang Allâh turunkan
dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.
[Al-Mâidah/5:48]
Hukum Selain Hukum Allah
swt. 
1.Ahlul kitab dan orang-orang munafiq menolak kebenaran al-Quran mereka tergolong orang-orang kafir.
ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺤْﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﺃَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ
Barangsiapa tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allâh, maka mereka itu adalah orang- orang yang kafir. [Al-Mâidah/5:44]
2.Orang beriman tapi melanggar ajaran al-Quran mereka tergolong orang-orang zhalim.
ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺤْﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﺃَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤُﻮﻥَ
Barangsiapa tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allâh, maka mereka itu adalah orang- orang yang zhalim.
[Al-Mâidah/5:45]
3.Orang beriman tapi tidak mengamalkan ajaran al-Quran termasuk orang-orang fasiq.
ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺤْﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﺃَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻔَﺎﺳِﻘُﻮﻥَ
Barangsiapa tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allâh, maka mereka itu adalah orang- orang yang fasik. [Al-Mâidah/5:47]
Ketujuh: Tidak Menjadikan Al-Qur’an Sebagai
Obat Bagi Berbagai Penyakit.
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﺗْﻜُﻢْ ﻣَﻮْﻋِﻈَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ ﻭَﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻟِﻤَﺎ
ﻓِﻲ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭﺭِ ﻭَﻫُﺪًﻯ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada)
dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman. [Yûnus/10:57]
ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَۙ  ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺰِﻳﺪُ
ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇِﻟَّﺎ ﺧَﺴَﺎﺭًﺍ
Dan Kami turunkan dari al-Quran suatu yang
menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman dan al-Quran itu tidaklah
menambah kepada orang-orang yang zhalim
selain kerugian. [Al-Isrâ/17:82]
ALQURAN PEDOMAN HIDUP BAGI ORANG BERIMAN
ALQURAN SEBAI KHABAR GEMBIRA BAGI ORANG ORANG BERIMAN DAN KERUGIAN BAGI YANG TIDAK MENGIMANINYA

🔅🌵  HADIAH UNTUK
SAHABAT2KU DI MANAPUN BERADA   💐💐🌹🌹🌹🌹❤
════════
```Berkata Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu: Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati teman yang sholih, peganglah ia erat-erat":```
══════════
```Berkata Imam Syafi'i:
" Apabila kalian memiliki teman - yg membantumu dalam ketaatan- maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah":```
══════════
```Berkata Al Hasan Al Bashri:
" Sahabat2 kami lebih kami cintai daripada keluarga dan anak2 kami, karena keluarga kami mengingatkan kami pada dunia, sedangkan sahabat2 kami mengingatkan kami pada akhirat. Dan sebagian sifat mereka adalah : itsar (mendahulukan orang lain dalam perkara dunia):```
═════💠💠═════
```💞 Berkata Luqman Al hakim pada anaknya:
" Wahai anak ku hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang jujur. Karena ia ibarat pohon, bila engkau duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhimu, bila engkau mengambil buahnya dia akan mengenyangkanmu, dan bila ia tidak memberimu manfaat, ia tidak merugikanmu"```
═════💠💠═════
```💞 Ketika Imam Ahmad rahimahullah sakit, sampai terbaring di tempat tidurnya, sahabat beliau, Imam Syafi'i rahimahullah menjenguknya. Maka tatkala Imam Syafii melihat sahabatnya sakit keras, beliau sangat sedih, sehingga menjadi sakit karenanya. Maka ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, beliau menguatkan diri untuk menjenguk Imam Syafi'i. Ketika beliau melihat Imam Syafi'i beliau berkata:
Kekasihku sakit, dan aku menjenguknya
Maka aku ikut menjadi sakit
karenanya
Kekasihku telah sembuh dan ia
menjengukku
Maka aku menjadi sembuh
setelah melihatnya
═════💠💘💠═════
🍁 Ya Allah berikan kepada kami sahabat sahabat yang soleh
🍁 Allah berfirman :
: {وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا} .
Imam Ibnul Qayyim berkata menafsirkan ayat ini: "Allah enggan memasukkan manusia ke dalam syurga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk syurga bersama sama dengan sahabatnya"
🌿 Aku memohon kepada Allah, dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki syurgaNya. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊💛💙💜💚❤
Wahai para sahabat-sahabat ku yg soleh dan solehah ingatlah diriku ketika kelak ALLAH memasukan dirimu ke syurga-NYA.. gandenglah tanganku agar aku dapat beriring bersama denganmu menuju SurgaNya. Aamiin ya rabbal aalamiin.
ALQURAN
HIDAYAH BAGI ORANG BERTAQWA
PETUNJUK BAGI MANUSIA
HIDAYAH DAN RAHMAT BAGI ORANG BERIMAN
KERUGIAN BAGI ORANG YANG TIDAK MENGIMANINYA
JIKA TIDAK MENGAMALKAN PERINTAH DAN LARANGANNYA MAKA DIANGGAP MENGACUHKAN ALQURAN (HAJRUL QURAN)
YA HAADI BIMBINGLAH KAMI KEJALAN YANG ENGKAU RIDHAI. AAMIIN.
Wassalam
Anak bangsa
cinta al-Quran dan tanah air
😎SEMOGA BERMANFAAT. AAMIIN.💞💞🇮🇩

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman