484.Renungan Ahad !!!
1.Dzikir yang paling utama dan berikrar adalah bertahlil...
ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ
”Dzikir yang paling utama adalah bacaan
’laa ilaha illallah’. ” (alhadits)
’laa ilaha illallah’. ” (alhadits)
2.Surga tempat kembali bagi orang beriman yang diakhir kematiannya berucap atau beraqidah tahlil...
ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﺁﺧِﺮُ ﻛَﻠَﺎﻣِﻪِ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔَ
”Barangsiapa yang akhir perkataannya
sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha
illallah’, maka dia akan masuk surga”
(HR. Abu Daud)
sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha
illallah’, maka dia akan masuk surga”
(HR. Abu Daud)
3.Kalimat tahlil sumber kebaikan dan penghabus dosa yaitu tahlil...
ﻗُﻠْﺖُ ﻳﺎَ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻛَﻠِّﻤْﻨِﻲ ﺑِﻌَﻤَﻞٍ ﻳُﻘَﺮِّﺑُﻨِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻳُﺒَﺎﻋِﺪُﻧِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ، ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺫﺍَ ﻋَﻤَﻠْﺖَ
ﺳَﻴِّﺌَﺔً ﻓَﺎﻋْﻤَﻞْ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻋَﺸْﺮَ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ، ﻗُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ،
ﻗَﺎﻝَ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺍﻟﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ﻭَﻫِﻲَ ﺗَﻤْﺤُﻮْ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮْﺏَ ﻭَﺍﻟْﺨَﻄَﺎﻳَﺎ
ﺳَﻴِّﺌَﺔً ﻓَﺎﻋْﻤَﻞْ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻋَﺸْﺮَ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ، ﻗُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ،
ﻗَﺎﻝَ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺍﻟﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ﻭَﻫِﻲَ ﺗَﻤْﺤُﻮْ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮْﺏَ ﻭَﺍﻟْﺨَﻄَﺎﻳَﺎ
”Katakanlah padaku wahai Rasulullah,
ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan
menjauhkanku dari neraka .” Nabi shallallahu
’alaihi wa sallam bersabda,” Apabila engkau
melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan
melakukan kebaikan itu engkau akan
mendapatkan sepuluh yang semisal. ” Lalu
Abu Dzar berkata lagi,” Wahai Rasulullah,
apakah ’laa ilaha illallah’ merupakan
kebaikan?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,” Kalimat itu (laa ilaha
illallah, pen) merupakan kebaikan yang
paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan
kesalahan" (alhadits)
ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan
menjauhkanku dari neraka .” Nabi shallallahu
’alaihi wa sallam bersabda,” Apabila engkau
melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan
melakukan kebaikan itu engkau akan
mendapatkan sepuluh yang semisal. ” Lalu
Abu Dzar berkata lagi,” Wahai Rasulullah,
apakah ’laa ilaha illallah’ merupakan
kebaikan?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,” Kalimat itu (laa ilaha
illallah, pen) merupakan kebaikan yang
paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan
kesalahan" (alhadits)
4.Perbanyak baca tahlil laa ilaaha illallah tutup dengan doa bihusnil khatimah...
BERSYAHADAT KEPADA ALLAH SWT TARTANAM DALAM HATI
BERSYAHADAT KEPADA RASUL TERCERMIN DALAM AKHLAK MULIA
DZIKRULLAH PENAWAR HATI DAN PEMBUKA RAHMATNYA
pinjem kan ya gak bisa jalan usahamu itu, iya kan?
*tersenyum penuh arti*
Lha, gitu kan enak. Kamu terbantu, mbak juga dapat manfaat.
tetap wajib mengembalikan uang 20juta itu. Tapi jika akadnya kerjasama, maka kalau usaha
saya lancar, mbak akan dapat bagian laba. Namun sebaliknya, jika usaha tidak lancar atau
merugi maka mbak juga turut menanggung resiko. Bisa berupa kerugian materi→uangnya
tidak bisa saya kembalikan, atau rugi waktu→ kembali tapi lama.
utuh, dapat bunga pula.
bulan. Jadi kalau dia pinjam 10juta selama dua bulan, maka dua bulan kemudian uangku
kembali 10juta+400ribu.
Dan disini selaku investor berarti mbak tidak menanggung
resiko apapun donk. Mau dia untung atau rugi mbak tetep dapet 2%. Lalu
apa bedanya sama deposito?
mbak tetap ada hasil berupa pahala.
Amiiin..
▶▶▶▶▶
Notes : perhatikan dlm bisnis akad kerjasama kah?? Atau akad peminjaman uang..
ini 2 hukum islam yg berbeda dan efeknya pun di dunia dan akhirat juga berbeda.
ini 2 hukum islam yg berbeda dan efeknya pun di dunia dan akhirat juga berbeda.
“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”
(QS.Al-baqarah:275)
(QS.Al-baqarah:275)
Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?
Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia
mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan
siapapun sekecil-kecilnya.
Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:
1. Saya membeli sebuah sepeda
motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil
untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.
2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak
menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-.
Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.
Apa bedanya? Khan kalau dihitung2 ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?
Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar'i.
*TRANSAKSI PERTAMA RIBA,* karena:
1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem
bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika
dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-.
Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal
ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena
bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-.
Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan.
Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang
menambahi embel2 DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang
kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak
terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.
2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin
penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal
namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.
*TRANSAKSI KEDUA SYARIAH,* karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan
pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk
diangsur selama 12 bulan.
2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap
Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan.
Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan.
Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis
itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung
dan orang lain yang merasakan kerugian.
Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya,
harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama
bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara.
Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi
yang sangat lemah.
Nah, sudah lebih paham hikmahnya Allah melarang RIBA?
Kalau menurut anda informasi ini akan bermanfaat untuk anda dan orang lain, silakan share status ini, untuk menebar kebaikan.
Dakwah anda hanya dengan meng-KLIK SHARE/BAGIKAN, maka anda
akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share anda, dan
juga jika dishare lagi anda akan mendapatkan pahala dari orang yang
membaca dari share kawan anda.
Mungkin lebih tepatnya MULTI LEVEL PAHALA..
Mungkin lebih tepatnya MULTI LEVEL PAHALA..
ISLAM AGAMA UNIVERSAL
HIDUP MENJADI BERKAH BILA PATUH BERAGAMA
HIDUP MENJADI BERKAH BILA PATUH BERAGAMA
Wassalam
Anak bangsa
cinta tanah air
Anak bangsa
cinta tanah air
Tidak ada komentar:
Posting Komentar