Senin, 07 Maret 2016

BELAJAR KAIDAH-KAIDAH TAFSIR




MENGENAL KAIDAH-KAIDAH TAFSIR

PENDAHULUAN
Segala puji milik Allah swt yang menjadikan kematian dan kehidupan manusia sebagai ujian, agar diketahui siapa yang paling beriman, bersungguh-sungguh, jujur, paling baik amalnya dan bertaqwa kepadaNya dalam menjalani kehidupan ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Pemimpin besar Nabi Muhammad saw yang paling faham terhadap al-Qur’an dan mampu mengamalkannya dengan ikhlas serta kepada para sahabatnya juga kepada ummatnya sampai hari kiamat.Amiin.
Ada Satu pandangan teologis  Islam bahwa al-Qur'an shalihun li kulli zaman wa Makan.Sebagian Umat Islam Memandang Keyakinan tersebut sebagai Doktrin Kebenaran Yang bersifat Pasti.Akibatnya Muncul respon reaktif Terhadap SETIAP Perkembangan situasi Yang Terjadi hearts Perjalanan Sejarah Peradaban Manusia.Such as inviting participation DENGAN pernyataan bahwa SEMUA Ilmu Pengetahuan Yang ADA Sekarang Penyanyi Dan PADA masa Yang akan Datang Sudah ADA Semuanya dalam al-Qur'an.Seperti Yang disampaikan Oleh al-Ghazali  Jawahir al-Qur'an.
Sebab JIKA ADA penemuan baru berdasarkan Metodologi Ilmu Pengetahuan kontemporer Yang kontradiktif DENGAN al-Qur'an respon Muncul defensif Yang seringkali menempatkan informasi-information hearts Teks al-Qur'an PADA dataran mistik.Ada semacam pemaksaan teologis hearts Rangka menyelamatkan keshahihan al-Qur'an tersebut.Padahal Upaya Penyanyi justru akan memposisikan al-Qur'an Beroperasi sempit.Pemahaman al-Qur'an Hanya Terbatas PADA Ruang Dan Waktu ketika al-Qur'an ITU turun-, ATAU pagar TIDAK Sampai PADA Waktu ulama-ulama Klasik Saja.
Untuk review mencapai tujuan tersebut Perlu adanya penelusuran Sejarah TENTANG different Upaya ulama hearts mengembangkan kaidah-kaidah penafsiran.Tujuannya Adalah untuk review mengetahui prosedur pengajian kerja para ulama tafsir hearts menafsirkan al-Qur'an sehingga penafsiran tersebut can be digunakan Beroperasi Fungsional Oleh 'masyarakat Islam hearts Menghadapi different Persoalan Kehidupan.Kaidah-kaidah Penyanyi kemudian can be digunakan sebagai Referensi Bagi pemikir Islam kontemporer untuk review mengembangkan kaidah penafsiran Yang Sesuai DENGAN Perkembangan zaman.
Namun kaidah-kaidah penafsiran here TIDAK berperan sebagai alat justifikasi Benar-shalat Terhadap Suatu penafsiran al Qur'an.Kaidah-kaidah Penyanyi LEBIH berfungsi sebagai pengawal metodologis agar tafsir Yang dihasilkan bersifat obyektif Dan Ilmiah Serta can be dipertanggungjawabkan.Sebab Produk tafsir PADA dasarnya Adalah Produk Pemikiran Manusia Yang dibatasi Oleh Ruang Dan Waktu.
ADA beberapa Persoalan Yang diajukan dalam penulisan ini Yaitu:
1.Kapan kaidah-kaidah tafsir dibukukan ?
2.Apakah Yang dimaksud dengan kaidah-kaidah penafsiran?
3.Bagaimanakah penerapan kaidah penafsiran  al-Qur'an ?
4.Bagaimanakah  kaidah penafsiran tersebut pada era kontemporer Sekarang ?
5.Apa Etika Seorang Mufassir ?
1.Sejarah kaidah-kaidah Tafsir
Para Pakar Al-Qur'an Memberi Perhatian menyangkut APA  dinamai kaidah-kaidah Tafsir, bahkan Lahirnya aneka Disiplin ilmu agama PADA hakikatnya dipicu Oleh dorongan Memahami ayat-ayat Al-Qur'an.
Dalam Penulisan kitab-kitab Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur'an, SEMENTARA ulama masa lampau menguraikan kaidah-kaidah tafsir. Antara berbaring Badruddin Muhammad bin Abdillah Az-Zarkasyi (w. 794 H / 1392 M) hearts kitabnya "Al-Burhan fi 'Ulum al-Qur'an", Jalaluddin Abdurrahman as-Sayuthy (w. 911 H / 11505 M) dalam al -Itqân.
Namun demikian, Penulisan kaidah-kaidah ITU Beroperasi Berdiri Sendiri baru dikenal JAUH Penghasilan kena pajak Generasi Umat Yang Pertama. Ahmad bin Abdul Halim Yang LEBIH dikenal DENGAN nama di Ibnu Taimiyah (w. 728 H / 1328 M) can be dicatat sebagai shalat Seorang perintis Penulisan kaidah tafsir Beroperasi Berdiri Sendiri. Tokoh Penyanyi menulis buku Yang Bernama "Muqaddimah ushul al-tafsir". Di sana Ibnu Taimiyah mengemukakan sekian Persoalan Yang can be dinilai sebagai kaidah Seperti: Sifat Perbedaan Pendapat ulama masa lampau, cara penafsiran Yang Terbaik, Persoalan Sebab Nuzul, Israiliyât Dan sebagainya. Penghasilan kena pajak Ibnu Taimiyah menyusul Muhammad Bin Sulaiman al-Kâfîjiy (w. 879 H) Yang menulis "al-Taisir fi qawa'id 'Ilm al-Tafsir".
Penulisan kaidah-kaidah Tafsir Beroperasi Berdiri Sendiri, seakan-akan sejak ITU mandek Dan baru Mulai Segar Kembali Akhir-Akhir Penyanyi. Buku-buku Yang Relatif baru hearts Bidang Penyanyi ANTARA berbaring "ushul al-Tafsir wa Qawâ'iduhu" karya Syekh Khalid Abdurrahman al-'Ak, "qawa'id al-Tarjih 'Inda al-mufassirin" karya Husain bin Ali bin al Husain al-Harby, "qawa'id al-Tafsir jam '(an) wa Dirasat (an)" karya Khalid bin Usman sebagai-Sabt. Buku "al-qawa'id al-Hisan Li Tafsir Al-Qur'an karya Syekh Abdurrahman al-Sa'dy merupakan also shalat Satu kitab Yang Cukup Baik hearts Bidang Penyanyi. Kitab Penyanyi memaparkan Tujuh puluh masalah Yang dinamainya kaidah.
2.Pengertian kaidah-kaidah Tafsir
Kata "kaidah" ​​Oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan DENGAN "Rumusan asas-asas Yang Menjadi hukum;Tertentu Aturan;patokan;dalil (hearts matematika) ".
Dalam english Arab, قاعدة / kaidah diartikan "asas / fondasi" JIKA besarbesaran DENGAN Bangunan dikaitkan, Dan besarbesaran bermakna "tiang" JIKA dikaitkan DENGAN Kemah.
Dalam pengertian Istilah, ditemukan beberapa Penjelasan.Syarif al-Jurjâny (1339- 1413) hearts bukunya "di Ta'rifât" menulis bahwa: kaidah Adalah قضية كلية منطبقة على جميع جزئيتها RumusanYang bersifat kully (umum) mencakup SEMUA Bagian-bagiannya ".
Khalid bin Usman sebagai-Sabt, shalat Seorang ulama kontemporer, hearts bukunya "qawa'id di-Tafsir Jam '(an) Wa Dirasat (an), mendifiniskan kaidah sebagai حكم كلي يتعرف بها على احكام جزئية yakni" KETENTUAN Sales managerYang dengannya diketahui KETENTUAN menyangkut DISETOR
Kaidah-kaidah tafsir, dalam Bahasa Arab dikenal DENGAN Istilah qawa'id al tafsir.Qawaid merupakan Bentuk jamak Dari Qaidah Yang Berarti undang-undang, Peraturan Dan asas.Beroperasi Istilah didefinisikan DENGAN undang-undang, Sumber, dasar dasar Yang digunakan Beroperasi Sales manager Yang mencakup SEMUA Yang partikular.Adapun kata tafsir Beroperasi bahasa berasal Dari kata fassara, yufassiru, tafsiran Yang Berarti mengungkapkan.Beroperasi Istilah tafsir diartikan sebagai alat ATAU Ilmu Pengetahuan hearts Memahami Petunjuk-Petunjuk al-Qur'an.
Salah Satu difinisi Tafsir Yang Singkat TAPI Cukup mencakup Adalah: Penjelasan TENTANG Maksud firman-firman Allah Sesuai DENGAN kemampuan Manusia.Tafsir / Penjelasan ITU lahir Dari Upaya menyanyikan penafsir untuk beristinbath / menarik -sesuai kemampuan Dan kecenderungannya- Makna-Makna Yang Teks ditemukannya PADA ayat-ayat Al-Qur'an.
Jelas pengertian kaidah Yang diuraikan SEBELUM , agaknya  dikemukakan pengertian "kaidah Tafsir" Yaitu:. Ketetapan Yang bersifat kully Yang membantu Seorang penafsir untuk review menarik Makna / Pesan-Pesan Al-Qur'an "
Qowaid al tafsir merupakan kata majemuk;terdiri Dari kata qowaid Dan kata tafsir.Qowaid, Beroperasi etimologis, merupakan Bentuk jamak Dari kata qoi'dah ATAU kaidah dalam Bahasa Indonesia.Kata qo'idah Sendiri, Beroperasi Semantik, asas Berarti, Dasar, Pedoman, ATAU Prinsip (Supiana-M Paman, Ulumul Qur'an (Bandung:..Pustaka Islamika, 2002), hlm 273.)
Menurut Qurais Shihab Komponen kaidah-kaidah penafsiran Al Qur'an mencakup:
1. KETENTUAN-KETENTUAN Yang Harus diperhatikan dalam menafsirkan Al-Quran
2.     Sistematika Yang hendaknya ditempuh hearts menguraikan penafsiran
3. Patokan-patokan KHUSUS Yang membantu pemahaman ayat-ayat Al-Quran, baik Dari ilmu-ilmu bantu seperti Bahasa dan ushul fiqh, maupun Yang ditarik Langsung Dari PENGGUNAAN Al-Quran.
Para Ahli tafsir BERBEDA pandangan HAL menentukan kaidah-kaidah penafsiran Al-Qur'an. Berikut akan dipaparkan doa orangutan ulama Yang merumuskan kaidah tafsir. Abd ar-Rahman ibn Nasir al-Sa'adi hearts kitabnya al-Qawaid al-Hisan li Tafsir al-Qur'an mengembangkan kaidah-kaidah Beroperasi Sales manager through pendekatan pemahaman keagamaan Beroperasi Sales manager seperti Hukum dan tauhid.Beberapa kaidah pokok diklasifikasikan sebagai berikut:
1.    Kaidah Yang Berkaitan dengan kebahasaan
2.    Kaidah Yang Berkaitan dengan Hukum
3.    Kaidah Yang Berhubungan DENGAN tauhid
4.    Kaidah Yang Berhubungan DENGAN Pedoman Hidup
2.1. Contoh Kaidah Penafsiran
Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan kaidah penafsiran berdasarkan ilmu-ilmu tersebut.
a. Dhamir (kata ganti)
Kaidah yang berkaitan dengan dhamir terdari dari:
– Pada dasarnya dhamir diletakkan untuk mempersingkat perkataan
– Setiap dhamir harus punya marji’ sebagai tempat kembalinya
– Pada dasarnya dhamir itu kembali pada tempat yang paling dekat
b. Penggunaan ism al-ma’rifat dan al-nakirat (ta’rif dan tankir)
Penggunaan ism al-ma’rifat mempunyai beberapa fungsi yang berbeda sesuai dengan macamnya;
– Ta’rif dengan ism al-dhamir berfungsi untuk menunjukkan keadaan
– Tarif dengan nama berfungsi untuk menghadirkan pemilik nama itu dalam hati pendengar dengan cara menyebutkan namanya yang khas, memuliakan (Q.S. 48:29) dan juga menghinakan (Q.S. 111:1)
– Ta’rif dengan ism al-isyarat (kata tunjuk) berfungsi untuk menjelaskan bahwa sesuatu yang ditunjuk itu jelas (Q.S. 31:11), menjelaskan keadaannya dengan menggunakan kata tunjuk jauh (Q.S. 2:5), menghinakan dengan memakai kata tunjuk dekat (Q.S. 29:64), memuliakan dengan memakai kata tunjuk jauh (Q.S. 2:2), dan mengingatkan bahwa sesuatu yang ditunjuk yang diberi beberapa sifat itu sangat layak dengan sifat yang disebutkan sesudah ism al-isyarat tersebut (Q.S. 2:2-5)
– Ta’rif dengan ism al-mausul (kata ganti penghubung) berfungsi untuk menunjukkan tidak disukainya menyebutkan nama sebenarnya untuk menutupi atau sebab lain (Q.S. 12:23), untuk menunjukkan arti umum (Q.S. 29-69), untuk meringkas kalimat (Q.S. 33:69)
– Ta’rif dengan alif-lam berfungsi untuk menunjukkan sesuatu yang sudah diketahui karena telah disebutkan (Q.S. 24:35), menunjukkan sesuatu yang sudah diketahui pendengar (Q.S. 48:18), menunjukkan sesuatu yang sudah diketahui karena ia hadir pada saat itu (Q.S. 5:3), mencakup semua satuannya (Q.S. 103:2), menunjukkan segala karakteristik jenis (Q.S. 2:2), menerangkan esensi, hakikat dan jenis (Q.S. 21:30).
c. Pengulangan kata benda (ism)
Apabila sebuah ism disebutkan dua kali maka dalam hal ini ada empat kemungkinan, yakni keduanya makrifah, keduanya nakirah, yang pertama nakirah sedang yang kedua makrifah , dan yang pertama makrifah dan yang kedua nakirah. Adapun kaidahnya adalah sebagai berikut:
– Apabila kedua-duanya makrifah maka pada umumnya yang kedua adalah hakikat yang pertama (Q.S. 1:6-7)
– Apabila keduanya nakirah, maka yang kedua biasanya bukan yang pertama (Q.S. 30:54)
– Jika yang pertama nakirah dan yang kedua makrifah berarti, karena itulah yang sudah diketahui (Q.S. 73:15-16)
– Jika yang pertama makrifah dan yang kedua nakirah, berarti apa yang dimaksudkan bergantung pada qarinah hal mana terkadang qarinah menunjukkan bahwa keduanya itu berbeda (Q.S. 39:27-28)
d. Mufrad dan Jamak
Dalam al-Qur’an ada sebagian kata yang berbeda penggunaannya ketika berada dalam bentuk mufrad dan jamak.
Adapun kaidahnya adalah sebagai berikut:
– Kata al-rih, dalam bentuk jamak berarti rahmat, sedangkan dalam bentuk mufrad berarti adzab. Hal ini menunjukkan bahwa rahmat Allah dimaknai lebih luas dari pada adzab-Nya
– Kata al-nur dan sabil al-haq selalu dalam bentuk mufrad, sedangkan kata al-dzulumat dan sabil al-bathil selalu dalam bentuk jamak.Ini menunjukkan bahwa jalan kebenaran hanya satu sedangkan jalan kebatilan sangat beragam. Kaidah yang sama juga berlaku untuk kalimat waliy al-mu’minin dan auliya al-kafirin.
e. Kata-kata yang seolah-olah sinonim (Mutaradif)
Dalam al-Qur’an banyak kata yang memiliki makna yang sama, namun seorang mufasir harus jeli dalam melihatnya, karena kata-kata tersebut seringkali memiliki makna yang berbeda. Beberapa kata yang termasuk dalam kaidah ini antara lain:
– al-khauf dan al-khasyyah yang berarti takut. Kata al-khasyah digunakan untuk menunjukkan rasa takut yang timbul karena agungnya pihak yang ditakuti meskipun pihak yang mengalami takut itu seorang yang kuat.Sedangkan kata al-khauf berarti rasa takut yang muncul karena lemahnya pihak yang merasa takut kendati pihak yang ditakuti itu merupakan hal yang kecil.
– al-syuhh dan al bukhl yang berarti kikir. Al-syuhh memiliki makna yang lebih dalam, yakni kikir yang disertai dengan ketamakan.Sedangkan al-bukhl hanya kikir saja.
3.Macam-Macam kaidah Tafsir
Kaidah-kaidah tafsir Yang Berkembang dalam Sejarah penafsiran al-Qur'an Sangat Beragam.Berdasarkan tersebut Perkembangan, JIKA dipetakan kadiah-kaidah tafsir dapat dikelompokkan Menjadi kaidah  dasar, Dan KHUSUS.
3.1. Kaidah Dasar Tafsir
Kaidah dasar dasar berkaitan DENGAN PENGGUNAAN Sumber pokok dalam menafsirkan al-Qur'an Yang meliputi al-Qur'an, Hadis, Penjelasan sahabat Dan perkataan tabiin.Dalam kaidah dasar dasar Penyanyi Seorang mufasir Pertama-tama Harus Kembali ditunjukan kepada al-Qur'an DENGAN meneliti Beroperasi Cermat hearts Rangka mengumpulkan ayat-ayat al-Qur'an TENTANG Suatu pokok Persoalan.Kemudian menghubungkan Dan memperbandingkan Kandungan ayat-ayat Yang mengandung arti mujmal Yang diperinci Oleh ayat lain.ATAU JIKA Pada Suatu ayat masalahnya disebut Beroperasi Singkat, Maka diperluas Oleh ayat lain.
3.2. Kaidah Umum Tafsir
Kaidah KHUSUS Yang dimaksudkan here Adalah seperangkat Ilmu Pengetahuan Yang Dibutuhkan Oleh Seorang mufasir hearts menafsirkan al-Qur'an. Ilmu-ilmu tersebut meliputi ilmu bahasa Arab, nahwu, sharaf, isytiqaq, balaghah (Ma'ani, bayan Dan badi '), ushul fiqh, Dan ilmu qiraat. Ilmu bahasa (linguistik) berfungsi untuk review mengetahui kosa kata, konotasi Dan Konteks al-Qur'an.Through ilmu nahwu (tata bahasa), Seorang mufasir akan mengetahui bahwa SEBUAH Makna akan Berubah seiring DENGAN perubahan i'rab.Mencari Google Artikel ilmu Sharah (konyugasi), Seorang mufasir can be Melihat hal Bentuk, asal Dan Pola (shighat) SEBUAH kata.
3.3. Penerapan kaidah ushul fiqh penafsiran al-Qur'an
Di ANTARA kaidah tafsir Yang berkaitan DENGAN ushul fiqih Adalah sebagai berikut
1.Patokan Memahami ayat Adalah berdasarkan redaksinya Yang bersifat umum, Bukan sebab KHUSUS Yang melatarbelakangi turunnya ayat. (QS 24: 6)
2.Sesuatu Yang mubah Dilarang JIKA menimbulkan Yang haram ATAU mengabaikan Yang wajib (QS 62: 9)
3.Perintah  Sesuatu Berarti  larangan kebalikannya Dan Larangan Sesuatu Berarti Perintah differences kebalikannya (QS 73:10)
Selain kaidah-kaidah Masih Banyak kaidah lainnya, di antaranya kaidah TENTANG al-jumlat al-ismiyat Dan fi'liyah, 'athaf, kata fa'ala, kana, kada, ja'ala, la'alla Dan' asa.Penerapan kaidah-kaidah tersebut dibahas Beroperasi Panjang Lebar Oleh Manna al-Qattan hearts Mabahits Fi Ulum al-Qur'an.
3.4. Kaidah KHUSUS Tafsir
Kaidah KHUSUS penafsiran merupakan kaidah Yang dibangun berdasarkan Perspektif Dan wordview Yang dianut Oleh different Aliran Pemikiran Islam.Dalam HAL Penyanyi warna tafsir Menjadi Sangat Beragam Sesuai DENGAN Perspektif keilmuannya masing-masing.
Beberapa Perspektif keilmuan Yang berpengaruh hearts penafsiran al-Qur'an di antaranya Adalah ilmu kalam, fiqh, tasawuf, filsafat dan Ilmu Pengetahuan modern.PADA masing-masing Perspektif keilmuan tersebut also Terdapat different Aliran Pemikiran Yang bermacam-macam.Such as inviting participation adanya Perbedaan kaidah ANTARA tafsir Yang dikembangkan Asy'ariyah Dan Muktazilah hearts perspertif Teologi.ATAU ANTARA tafsir Syafi'iyah Dan Hanafiyah dalam Perspektif fiqh.Also ANTARA tafsir Ghazalian Dan Rusydian hearts Sudut pandang filsafat.SETIAP Aliran memiliki perspertif keilmuan tersendiri berdasarkan paradigmanya masing-masing.
Munculnya Ilmu Pengetahuan modern yang also berpengaruh PADA corak tafsir Umat Islam.Adanya perubahan sosial, Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan bahasa melahirkan tafsir modern.Arus perubahan Dan Perkembangan Penyanyi Berjalan sedemikian Cepat Dan bersifat global.Akibatnya pandangan Umat Realitas Islam Terhadap memuat berbagai Berubah.Dus pemahaman Terhadap information Yang bersumber Dari al-Qur'an pun mengalami perubahan.
Such as inviting participation ketika Ilmu Pengetahuan can be mendeteksi JENIS Janin bayi ketika Masih hearts Perut ibunya, Maka pemahaman Terhadap Teks "Allah mengetahui APA Yang dikandung Oleh SETIAP Perempuan (hamil)" (QS 13: 8) Tidak Lagi ditafsirkan mengetahui Jenis Kelamin laki-laki ATAU Perempuan.Melainkan mengetahui dalam Perspektif yang lain, seperti Masa Depan, jiwa, Bakat Dan perincian Yang lain.
3.5. Melakukan Pemetaan ulang Terhadap wilâyah qath'i Dan dzanni
Pemikiran modernis menuntut Adalah Pemetaan ulang Terhadap wilâyah dzanni Dan qath'i al-Qur'an.Hal Penyanyi Berlangganan DENGAN Perkembangan Ilmu Pengetahuan Yang Banyak memberikan Realitas baru.Such as inviting participation Angka Kematian Yang can be ditekan Dan rata-rata Umur Manusia Yang Meningkat dibanding Tahun-Tahun berikutnya, DENGAN using ilmu kedokteran.Karenanya pandangan Yang selama Penyanyi menyatakan bahwa Umur merupakan Mafatih al-ghayb Yang TIDAK diketahui kecuali Oleh Allah Sudah Seharusnya Berubah.
Pembagian Wilayah qath'i Dan dzanni didasarkan PADA Pemetaan Wilayah Bukan nalar Dan wilâyah nalar PADA poin Pertama di differences.Pemetaan Penyanyi berimplikasi PADA concept syariat Yang selama Penyanyi diidentikkan DENGAN fiqh.KARENA ITU syariat Harus dipisahkan Dari fiqh.Syariat bersifat qhat'i, sedangkan fiqh bersifat dzanni.Mencari Google Artikel demikian fiqh Menjadi wilâyah nalar Yang can be ditafsirkan ulang, DENGAN Bantuan ilmu modern.
3.6. PENGGUNAAN takwil Dan Metafora dalam penafsiran
Perkembangan Ilmu Pengetahuan, DENGAN penemuan ilmiahnya memungkinkan usangnya Makna al-Qur'an Yang ditafsirkan JAUH SEBELUM penemuan tersebut. Adanya Keyakinan bahwa Sesungguhnya Yang Menurunkan Adalah hujan Allah.Ulama Klasik Enggan untuk review mengatakan bahwa langit Yang Menurunkan hujan.Era di modern, DENGAN adanya Bukti empirik TENTANG Proses terjadinya hujan, Maka Teks tersebut Harus diposisikan sebagai Suatu Metafora.Mencari Google Artikel demikian Peluang PENGGUNAAN takwil DALAM penafsiran Menjadi LEBIH Terbuka.
4. Kaidah Penafsiran Kontemporer
Tafsir kontemporer can be dikatakan sebagai concept penafsiran Yang dikembangkan Oleh para pemikir muslim neo-modernisme ATAU pasca-modernisme.Modernisme Islam Yang Tumbuh Dan Berkembang PADA Abad ke-19 Memang Mampu melahirkan Pembaruan Pemikiran Menuju society muslim modern.Akan tetapi di Sisi Lain modernisme Masih memiliki Celah konservatisme hearts concept pemurnian Islam.Pendekatan Konservatif Terhadap concept Penyanyi Kembali menarik Islam Ke Arah, Pemikiran tradidional Yang dikenal DENGAN Istilah puritanisme.
PADA Saat Umat Islam terjebak PADA puritanisme Penyanyi muncullah pembaru-pembaru Islam Abad Penyanyi.Mereka Inilah Yang dikenal pemikir Islam kontemporer.Dalam HAL penafsiran al-Qur'an, Terdapat Banyak Variasi tafsir Yang ditawarkan.Para pemikir Mampu memberikan alternatif penafsiran Yang unik.Di ANTARA para pemikir tersebut Adalah Muhammad Shahrur, Dan Fazlurrahman.
Berikut Adalah kaidah KHUSUS tafsir Yang dikembangkan Oleh keduanya:
1.Muhammad Shahrur
Muhammad Shahrur Metode mengembangkan penafsiran Yang disebut DENGAN intratektualitas Dan paradigma-sintagmatis.Kaidah Yang digunakan hearts Metode Penyanyi Adalah sebenarnya Adalah kaidah dasar dasar tafsir Yang also digunakan hearts penafsiran-penafsiran yang lain, Yaitu sebagian ayat al-Qur'an menafsirkan ayat Yang lain.Namun Yang menjadikannya BERBEDA Adalah analisis Yang digunakan.Analisis pemahaman Terhadap SEBUAH concept Dari Suatu Teks dilakukan DENGAN Cara mengaitkannya DENGAN concept Dari Teks-Teks berbaring Yang mendekati ATAU Yang berlawanan (paradigmatik).
Kaidah berbaring Yang dikembangkan Oleh Shahrur Adalah bahwa di dalam Bahasa Arab Tidak Terdapat sinonim, SETIAP kata mempunyai kekhususan Makna.Bahkan Satu kata can Jadi memiliki Lebih Dari Satu Potensi Makna.Salah Satu faktor Yang can menentukan Makna mana Yang LEBIH Tepat Dari Potensi-Potensi Makna Yang ADA ialah Konteks logis hearts Suatu Teks di mana kata ITU disebutkan.Inilah Yang disebut DENGAN analisis sintagmatis, Yang Memandang bahwa Makna SETIAP kata Pasti dipengaruhi Oleh hubungannya Beroperasi linear dengan kata-kata di sekelilingnya.
2.Fazlur Rahman
sebuah)      Metode tafsir Yang dikembangkan Oleh Fazlur Rahman dikenal DENGAN Metode Gerakan ganda (double gerakan).Metode Penyanyi Sangat Berlangganan DENGAN kaidah KHUSUS Yang dikembangkan Oleh Fazlur Rahman hearts memaknai al-Qur'an.Menurutnya esensi al-Qur'an Adalah moral yang Yang menekankan PADA monoteisme dan Keadilan sosial.Barawal Dari kaidah Penyanyi dikembangkanlah Metode Gerakan ganda.
Metodedikembangkan DENGAN menarik situasi kontemporer Menuju era al-Qur'an diturunkan, kata lalu ditarik Kembali Ke masa Sekarang.Elaborasi definitif Dari Metode Adalah sebagai berikut:
Pertama, Memahami arti ATAU Makna Dari Suatu Teks DENGAN Cara mengkaji situasi ATAU masalah historis PADA Saat ITU.Dari Kajian tersebut ditarik Suatu KESIMPULAN Ke Arah, Nilai-Nilai moral, Prinsip-Prinsip Sales manager Dan tujuan Jangka Panjang.
Kedua, Nilai-Nilai tersebut kemudian ditarik hearts Konteks sosio-historis PADA Saat Sekarang Penyanyi Dan digunakan untuk review mengkaji Dan menilai different Persoalan kontemporer Yang sedang berlangsung.
Di Samping doa pemikir di differences Masih Ada sederetan pemikir Islam kontemporer Yang mengembangkan kaidah penafsiran Beroperasi unik Sesuai DENGAN Perkembangan sosio-historisnya masing-masing.Seperti Nasr Abu Zaid, Farid Esack, Mohammad Arkoun, Binti Syati 'dan Lain-lain.
5. Kaidah Tafsir Terkait Tafsir Modern
Beberapa kaidah khusus terkait dengan tafsir modern ini diantaranya adalah:
a. Memetakan masalah-masalah dalam al-qur’an menjadi wilayah bukan nalar dan wilayah nalar.
Wilayah bukan nalar meliputi masalah-masalah metafisika dan perincian ibadah.Sedangkan yang termasuk wilayah nalar meliputi masalah-masalah kemasyarakatan.Wilayah pertama, apabila nilai riwayatnya shahih, diterima sebagaimana adanya tanpa pengembangan, karena sifatnya yang berada di luar jangkauan akal.Adapun wilayah yang kedua menempatkan penafsiran terhadap teks sesuai dengan proporsinya yang tepat.Dalam hal ini wilayah kedua menjadi lahan garapan bagi para mufasir untuk melakukan tafsir ulang terhadap teks al-Qur’an
b. Melakukan pemetaan ulang terhadap wilayah qath’i dan dzanni
Pemikiran modernis menuntut adalah pemetaan ulang terhadap wilayah dzanni dan qath’i al-Qur’an.Hal ini terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang banyak memberikan realitas baru.Misalnya angka kematian yang dapat ditekan dan rata-rata umur manusia yang meningkat dibanding tahun-tahun berikutnya, dengan menggunakan ilmu kedokteran. Karenanya pandangan yang selama ini menyatakan bahwa umur merupakan mafatih al-ghayb yang tidak diketahui kecuali oleh Allah sudah seharusnya berubah .
Pembagian wilayah qath’i dan dzanni didasarkan pada pemetaan wilayah bukan nalar dan wilayah nalar pada poin pertama di atas.Pemetaan ini berimplikasi pada konsep syariat yang selama ini diidentikkan dengan fiqh.Karena itu syariat harus dipisahkan dari fiqh.Syariat bersifat qhat’i, sedangkan fiqh bersifat dzanni.Dengan demikian fiqh menjadi wilayah nalar yang dapat ditafsirkan ulang, dengan bantuan ilmu modern.
c. Penggunaan takwil dan metafora dalam penafsiran
Perkembangan ilmu pengetahuan, dengan berbagai penemuan ilmiahnya memungkinkan usangnya makna al-Qur’an yang ditafsirkan jauh sebelum penemuan tersebut. Misalnya adanya keyakinan bahwa sesungguhnya yang menurunkan hujan adalah Allah.Ulama klasik enggan untuk mengatakan bahwa langit yang menurunkan hujan. Di era modern, dengan adanya bukti empirik tentang proses terjadinya hujan, maka teks tersebut harus diposisikan sebagai suatu metafora. Dengan demikian peluang penggunaan takwil dalam penafsiran menjadi lebih terbuka.
6. Kaidah Menafsirkan al-Qur’an
6.1.Kaidah Al Qur'an
Kaidah Quraniyah ialah penafsiran al-Quran Yang diambil Oleh Ulumul quran Dari al-Quran.
Hal Penyanyi didasarkan differences pernyataan Al Quran bahwa PADA dasarnya Yang mengetahui Makna al-Quran Beroperasi Tepat Hanyalah Allah. QS. Al Qiyamah (75): 19, "Kemudian, Sesungguhnya differences tanggungan kamilah penjelasannya."
6.2.Kaidah Sunnah
Berdasarkan Penjelasan Yang ADA dalam al-Quran 16:44 Dan 64, Muhammad sebagai Rasul Yang Datang untuk review menjelaskan ayat-ayat Yang diturunkan Tuhan. Mencari Google Artikel demikian, Maka Rasul merupakan Sumber penjelas TENTANG Makna-Makna al-Quran.Beliau TIDAK menafsirkan * Menurut akal Pikiran tetapi * Menurut wahyu ilahi.  Dalam HAL Penyanyi, Abd. Muin Salim menyatakan bahwa PADA zaman Rasul ADA doa Sumber penafsiran Yaitu penafsiran Yang bersumber PADA wahyu al-Quran dan penafsiran Yang diturunkan ditunjukan kepada Rasul lewat Jibril tetapi Bukan ayat al-Quran dan kemudian dikenal DENGAN al-Sunnah.
6.3.Kaidah Perkataan Sahabat
mufassir  TIDAK dibenarkan untuk review menafsirkannya * Menurut pendapatnya Sendiri, DENGAN Meninggalkan hadis. Selanjutnya, apabila Terdapat Penjelasan sahabat nabi untuk review menafsirkan ayatAlQur'an, besarbesaran Harus using Penjelasan tersebut sebagai dasar dasar tafsirnya.Hanya Saja mengingat Banyak Riwayat Yang TIDAK Benar Dari sahabat, diperlukan KEHATI-hatian Dan Seleksi Yang teliti.
6.4.Kaidah Perkataan Tabi'in
K eberadaan perkataan tabiin hearts menafsirkan Al Qur'an Penyanyi diperselisihkan.Ada Yang berpendapat termasuk tafsir bi al-ma'sur DENGAN Alasan bahwa ITU diterima Dari sahabat nabi.Namun ADA also Yang menganggapnya sebagai tafsir bi al-ra'yi, seperti tafsir para mufasir lainnya Penghasilan kena pajak tabiin.
7.Etika Seorang Mufassir
Sedangkan Manna 'Al-Qattan menyebutkan sebelas etika Yang Harus dimiliki Oleh Seorang mufassir, Yaitu:
1. Berniat Baik Dan bertujuan Benar
2. Baik Berakhlak
3.Taat Dan Beramal
4. Berlaku jujur ​​dan teliti dalam penukilan
5.Tawadu 'dan Lemah Lembut
6. Berakhlak mulia
7. Menyampaikan Kebenaran
8. Berpenampilan Baik (berwibawa Dan terhormat)
9. Bersikap Tenang Dan mantap
10. Mendahulukan orang Yang LEBIH Utama daripada Dirinya
11.   Mempersiapkan Dan menempuh Langkah-Langkah penafsiran yang Baik [1]
Ahmad Bazawydalam bukunya "Shuruth al-mufassir wa Adabuhu" menjelaskan bahwa Syarat mufassir terbagi Menjadi dua ASPEK (ASPEK Pengetahuan Dan ASPEK Kepribadian)
Aspek Pengetahuan meliputi:
1.       Mengetahui Dan Memahami bahasa Arab Dan KETENTUAN-ketentuannya (ilmu nahwu sharaf Dan). Pemahaman Seorang mufassir Terhadap bahasa Arab Harus dimiliki, KARENA Al-Qur'an diturunkan hearts Bentuk bahasa Arab.
"Dan Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka Berkata:" Sesungguhnya Al Quran ITU diajarkan Oleh Seorang Manusia kepadanya (Muhammad) ". Padahal bahasa orangutan Yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam [2] , sedang Al Quran Adalah dalam Bahasa Arab Yang terang ".
2.       Mengetahui ilmu balaghah (ma'any, bayan, badi ')
Kaitan ilmu balaghah hearts mentafsirkan Al-Qur'an kerana kajiannya Yang berkaitan DENGAN Kesusastraan Nilai-Nilai Dan Keindahan Yang melekat PADA ayat-ayat Al-Qur'an Yang dikenal DENGAN Balaghat al-Qur'an. Namun ilmu balaghah Penyanyi can be diperinci Menjadi Tiga, yakni: ma'any, bayan, Dan badi '. Adapaun pengertiannya Ma'any Adalah KETENTUAN-KETENTUAN pokok Dan kaidah-kaidah Yang dengannya diketahui Ihwal keadaan kalimat Arab Yang Sesuai DENGAN keadaan Dan relevan DENGAN tujuan pengungkapannya. Ilmu Bayan (Yang membahas Segi Makna lafal Yang Beragam) Adalah beberapa KETENTUAN pokok Dan kaidah Yang denganya can be diketahui penyampaian Makna Yang Satu DENGAN different Ungkapan, namun Terdapat Perbedaan kejelasan Makna ANTARA Satu Ungkapan DENGAN Ungkapan lainnya Yang Beragam tersebut. Dan Yang berikutnya ilmu badi 'Adalah ilmu Yang membahas TENTANG Keindahan kalimat arab (Ilmu Badi' Adalah Suatu ilmu Yang dengannya can be diketahui Bentuk-Bentuk Dan Keutamaan-Keutamaan Yang can be Menambah Nilai Keindahan Dan estetika Suatu Ungkapan, membungkusnya DENGAN bungkus Yang can be memperbagus Dan mempermolek ITU Ungkapan, disamping relevansinya DENGAN Tuntutan keadaan.
3 Mengatahui Ushul Fiqih
Sudah Menjadi Kesepakatan para ulama bahwa ushul fiqih merupakan shalat Satu sarana untuk review get hukum-hukum Allah sebagaiman Yang dikehendaki Oleh Allah Dan rasul-Nya, baik Yang berkaitan DENGAN Maslah aqidah, ibadah, mu'amalah, 'uqubah maupun akhlak Yang bersumber Dari al Qur'an [3] . Sehingga DENGAN demikian ushul fiqih Sangat membantu Bagi mufassir untuk review Memahami Pesan-Pesan Yang terkandung dalam al-Qur'an, khusunya Yang berkaitan dengan Hukum.
4. Mengetahui Asbdb al-Nuzul.
TIDAK SEMUA ayat Al-Qur'an mempunyai asbabun nuzul, akan tetapi Sangat Perlu untuk review mengetahui Latar Belakang Suatu ayat Dari ayat-ayat Yang memiliki asbabun nuzul untuk review Memahami Makna Dan menyingkap kesamaran Yang Tersembunyi hearts ayat-ayat Yang Belum can dipahami Tanpa mengetahui asbab al-nuzulnya.
5. Mengetahi TENTANG nasakh Dan Mansukh.
KARENA Al-Qur'an diturunka Beroperasi berangsur-angsur Sesuai DENGAN Peristiwa Yang mengiringinya, seperti ayat Yang menjelaskan hokum Dari Komer. Darisini can be dipahami bahwa Seorang mufassir also Harus Memahami TENTANG nasakh Dan mansukh. Lebih, jelasnya akan dijelaskan PADA Bagian Pembahasan TENTANG ragam kaidah-kaidah tafsir Al-Qur'an Di Bawah ini.
Menurut Ahmad Izzan beberapa kaidah-kaidah tafsir Al-Qur'an Yang Harus dijadikan Pedoman Seorang mufassir Adalah sebagai berikut [4] :
Pertama, TENTANG macam-macam ayat. Berkenaan DENGAN tafsir menafsirkan ayat Quran Suci dibedakan Menjadi doa macam Saja, yatu: (1) Muhkhamat, bersifat menentukan, yakni ayat Yang artinya tak Berubah Dan tak Berganti / kata muhkamat berasal Dari kata hakama artinya mencegah, Lalu Dari kata Penyanyi digubah Menjadi ahkama artinya (MEMBUAT Sesuatu Menjadi KUAT ATAU stabil) sebagaimana diterangkan hearts ayat 11: ". Kitaabun uhkimat ayatuhu (Kitab Yang ayat-ayatnya bersifat menentukan" 1 bahwa Al-Qur'an ITU (2) Mutasyabihat, bersifat ibarat, yakni ayat Yang can be bermacam ditafsirkan -macam, sebagaimana dinyatakan hearts ayat 39:. 23 bahwa Al-Qur'an ITU "kitaban mutasyabikan matsani (SEBUAH Kitab Yang Bagian-bagiannya Berhubungan ERat Satu sama berbaring, Yang perintahnya berkali-Kali diulang) Kata mutasyabihat (Dari kata syibh artinya menyerupai ATAU mirip) Makna aslinya APA Yang hearts beberapa Bagian Serupa ATAU mirip; Oleh sebab ITU ditafsirkan bermacam-macam.
Kedua, Sumber tafsir.Menurut HM Ghulam Ahmad, rasihuna fil'ilmi (orangutan Yang KUAT ilmunya) PADA zaman Akhir Penyanyi hearts bukunya Barakatud - Do'a Sumber tafsir Al-Qur'an ADA 7 macam, Yaitu:
  1. Al-Qur'an ITU Sendiri. Tafsirul-qur'an bil-qur'an. Caranya: Beroperasi tekstual, Suatu HAL Yang sama Hanya disinggung hearts Suatu ayat diuraikan Panjang Lebar di ayat yang lain. Beroperasi kontekstual, baik Konteks sastranya maupun sejarahnya. Dalam Konteks sastra lihat ayat-ayat SEBELUM Dan sesudahnya, sedang hearts Konteks sejarahnya lihat budaya setempat Dan asbabun-nuzulnya. Beroperasi kontentual, lihat isi ATAU tema suratnya Dan JIKA Perlu ditunjukan kepada induknya, Ummul-Kitab (Al-Fatihah). Adapun contoh ayat Yang ditafsiri DENGAN ayat lainya diantaranya Adalah surat al-Maidah, 5: 1 ditafsiri Oleh surat al-Maidah, 5:. 3
  2. Hadits Nabi. JIKA tak menemukan tafsir hearts Al-Qur'an carilah hearts Hadits Nabi, KARENA Nabi Suci Adalah orangutan Yang MENERIMA Langsung Dan Yang memucat industri tahu akan Makna Suatu ayat. Hal tersebut di Jelaskan olah Allah hearts Al-Qur'an PADA surat An.Nahl, 16:44.
"Keterangan-Keterangan (mukjizat) Dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan PADA Umat Manusia APA yang diturunkan ditunjukan kepada mereka  Dan Supaya mereka memikirkan ".
  1. Atsar Sahabat. Penjelasan para sahabat Nabi Adalah Sumber tafsir Penghasilan kena pajak Hadits, KARENA mereka Yang has menghayati Dan mendapat Pendidikan Langsung Dari Nabi Suci bagaimana Memahami Dan mengamalkan Ajaran Al-Qur'an. Atsar sahabat Penyanyi also diperjelas hearts Al-Qur'an
"Orang-orang Yang terdahulu Lagi Yang Pertama-tama (MASUK Islam) dari golongan muhajirin Dan anshar Dan orang-orangutan Yang mengikuti mereka DENGAN baik, Allah ridha ditunjukan kepada mereka Dan merekapun ridha ditunjukan kepada Allah Dan Allah MENYEDIAKAN Bagi mereka Surga-Surga Yang Mengalir sungai -sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka Kekal di dalamnya. Itulah Kemenangan Yang gede ".
"Sesungguhnya Allah has MENERIMA taubat Nabi, orang-orangutan muhajirin Dan orang-orangutan anshar Yang mengikuti Nabi hearts masa kesulitan, Penghasilan kena pajak hati segolongan Dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah MENERIMA taubat mereka ITU. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang ditunjukan kepada mereka,
  1. Hati Nurani. Antara hati nurani murni pembicara DENGAN Al-Qur'an Terdapat Hubungan mistis Yang Luas biasa eratnya, KARENA seperti dinyatakan hearts ayat 30:30 Islam Adalah fitraf Allah Dan Manusia diciptakan differences fitrah ITU, Maka Islam disebut agama fitrah.
  2. Bahasa DENGAN Arab kaidah-kaidahnya, seperti kamus, nahu, sharf, manthiq, ma'ami, dll. Tetapi beliau menyatakan Jangan Terlalu terpukau here, KARENA Al-Qur'an memiliki Cara tersendiri untuk review memahaminya.
  3. Sunnatullah di alam kasar. Berulangkali Al-Qur'an menganjurkan pembacanya agar memperhatikan sunnatullah di alam kasar, KARENA ADA keselarasan DENGAN sunnatullah di alam rohani.
  4. Ilham, kasyaf Dan ru'ya orangutan Suci, para mujaddid Dan mujtahid. Mereka Adalah muthahharun (orang-orangutan Yang disucikan) Yang can be kartun kostum Mainan mewah "Al-Qur'an (56: 77-80)..
Ketiga, hearts menafsirkan ayat mutasyabihat Jangan Sekali-Kali bertentangan DENGAN ayat mukhamat, Yang Menurut ayat Suci  Adalah "Landasan Kitab". Maksudnya, pokok asasi agama ATAU kaidah-kaidah agama ITU didasarkan differences ayat-ayat muhkamat. JIKA didasarkan ayat mutasyabihat Manusia tersesat Dari jalan yang Benar, seperti Doktrin Kristen TENTANG Ketuhanan Isa Almasih (09:30).
Keempat, HAL-HAL Yang zhanni (samar-samar) tak boleh bertentangan DENGAN Yang qath'i (Pasti).Demikian pula ayat-ayat Yang bersifat KHUSUS, Harus dihubungkan Dan ditunjukan kepada ayat .
Kaidah tafsir tersebut Adalah Yang memucat Lengkap Diantara kaidah tafsir Yang ADA, KARENA mencakup segala ASPEK Kehidupan keagamaan Umat Yang sifatnya akliah, Ilmiah, sifiyah Dan rohaniah selaras DENGAN fitrah seutuhnya.
C.      Signifikansi di bawah penguasaan Terhadap kaidah-kaidah Tafsir Al-Qur'an
KESIMPULAN
Kaidah tafsir dapat diartikan sebagai Pedoman dasar dasar Yang digunakan  pemahaman dan Petunjuk-Petunjuk al-Qur'an.Oleh KARENA penafsiran merupakan Suatu AKTIVITAS Yang Senantiasa Berkembang, Sesuai DENGAN Perkembangan sosial, Ilmu Pengetahuan Dan bahasa, kaidah-kaidah penafsiran akan LEBIH Tepat JIKA Dilihat sebagai Suatu Prosedur kerja.Mencari Google Artikel pengertian Penyanyi, kaidah tersebut TIDAK mengikat ditunjukan kepada mufasir berbaring agar using Prosedur kerja Yang sama.SETIAP mufasir berhak using Prosedur Yang BERBEDA asalkan memiliki Kerangka Metodologi Yang can be dipertanggungjawabkan
Penerapan kaidah tafsir Bergantung pada kaidah Yang digunakan Oleh para mufasir.Dari different kaidah tersebut can be dibagi Menjadi Tiga, yakni kaidah dasar dasar, kaidah Sales manager Dan kaidah KHUSUS.Masing-masing kaidah diterapkan Sesuai DENGAN Metode penafsirannya masing-masing
PADA era kontemporer kaidah tafsir Semakin Berkembang seiring DENGAN Perkembangan intelektualitas para pemikir muslim Dan also Sesuai DENGAN Perkembangan intelektualitas global.Para pemikir muslim mengembangkan kaidah Dan Metode penafsiran Sesuai DENGAN situasi sosio-historis Yang dihadapinya masing-masing.
Foot Note

[1] Manna 'Khalil al-Qattan, Mabahith fi' Ulum al-Qur'an (Kairo: Maktabah Wahbah, 2000), 323-324.
[2] Ahmad Bazawy adz-dhawy, Shuruth al-mufassir wa Adabuhu "hearts http://syababmuslim.multiply.com/jurnal/item/(7 Oktober 2011), 1.
[3] Bahasa 'Ajam ialah bahasa selain bahasa Arab Dan can be also Berarti bahasa Arab Yang TIDAK baik, KARENA orangutan Yang dituduh Mengajar Muhammad ITU Bukan orangutan Arab Dan Hanya industri tahu Sedikit-Sedikit bahasa Arab.
[4] Ahmad Izzan, Metodologi Ilmu Tafsir, 123-129.

DAFTAR PUSTAKA
1.Anwar, Rosihon.Ilmu Tafsi.Bandung: Pustaka Setia, 2005
2.Aziz, Amir Abd.Dirasat Fi Ulum al-Qur'an.Beirut: Muassasah al-Risalah, 1983
3.Chirzin, Muhammad, al-Qur'an Dan Ulumul Qur'an.Yogyakarta: Dana Bhakti Prima
Yasa, 2003. Cetakan II
4.Dahlan, Abd.Rahman hearts kaidah-kaidah Penafsiran al-Qur'an.Bandung: Mizan, 1998.
5.Al-Ghazali.Ihya '' Ulum al-Din.Kairo: Al-Tsaqafah Al-Islamiyah, 1356 H. Jilid II
6.Khaeruman, Badri.Sejarah Perkembangan Tafsir Al-Qur'an.Bandung: Pustaka Setia,
2004
7.Al-Makin, Apakah Tafsir Masih Mungkin?hearts Studi Al-Qur'an Kontemporer;Wacana
Baru BERBAGAI Metodologi Tafsir.Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002
8.Al-Qattan, Manna.Mabahits fiUlum al-Qur'an.Beirut: Mu'assah al-Risalah: 1993
9.Saleh, Ahmad Syukri.Metodologi Tafsir Al-Qur'an Kontemporer Dalam Pandangan Fazlur 10.Rahman.Jambi: Sulthan Thaha Tekan bekerjasama DENGAN Gaung Persada Tekan Jakarta 2007
11.Shihab, M. Quraish.Membumikan Al-Qur'an;Fungsi Dan Peran Wahyu hearts Kehidupan Masyarakat.Mizan: Bandung, 1999
12.Suryadilaga, M. Alfatih, dkk .. Metodologi Ilmu Tafsir.Yogyakarta: Teras, 2005
13.Syafe'i, Rahmat.Pengantar Ilmu Tafsir.Bandung: Pustaka Setia, 2006
14.Syamsuddin, Syahiron.Metode Intratektualitas Muhammad Shahrur hearts Penafsiran Al-
Qur'an hearts Studi Al-Qur'an Kontemporer.Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002
psq.or.id/artikel/kaidah-tafsir-1
keluargaumarfauzi.blogspot.com
By: Abi Umar Fauzi. jakarta 2013











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Halaman