Selasa, 28 Februari 2017

TEGAKKAN KEBENARAN


442.Renungan Ahad !!!

😎SAMPAIKAN KEBENARAN !💞💞💞

Islam agama universal dan rahmatan lil aalamiin mencakup dan mengatur ummatnya bagaimana beribadah kepada Allah swt,mengikuti sunnah Rasulullah saw dan beramal shalih serta berakhlak mulia dalam menjalani hidup yang islami.
Agar supaya ummat selamat dunia dan akhiratnya diutuslah para nabi dan rasulNya untuk menyampaikan tentang kebenaran beribadah seperti rukun islam,rukun iman dan ibadah atau amal shalih lainnya.
Al-Quran menjelaskan siapa yang mukmin,yang kafir dan yang munafiq ???
Sebagai kaum muslimin tentu menerima seluruh ayat ayat al-Quran dan hadits Nabi dengan pemahaman para ulama shaalihiin tentunya.
Kebenaran mutlaq milikNya sedangkan kebenaran menurut manusia bersifat nisbi. Oleh karena itu,kaum muslimin wajib berpegang kepada tali Allah agama yang diridhaiNya yaitu Islam.
1.Menerima Islam secara totalitas sesuai dengan kemampuan.
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍْ ﺍﺩْﺧُﻠُﻮﺍْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴِّﻠْﻢِ ﻛَﺂﻓَّﺔً ﻭَﻻَ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍْ ﺧُﻄُﻮَﺍﺕِ
ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut
langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu
musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah, 2/208)
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menafsirkan
maknanya sebagai:
“Masuklah ke dalam ketaatan seluruhnya.”
Ia menyitir pendapat Ibnu Abbas,
Mujahid, Abul ‘Aliyah, Ikrimah, Rabi’ bin Anas, As- Suddiy, Muqatil bin Hayyan, Qatadah, Adh-Dhahhak, berkata mereka bahwa makna ( ﻛﺎﻓﺔ ) dalam ayat tersebut:
“Beramallah dengan semua amal & seluruh
bentuk kebajikan.”
Imam At-Thabari dalam tafsirnya memilih pendapat
yang menafsirkannya:
“Masuklah ke dalam Islam
keseluruhannya.”
2.Manusia yang beruntung adalah mereka yang beriman,beramal shalih,saling berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran.
ﻭَﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ ‏(1 ‏) ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﻟَﻔِﻲ ﺧُﺴْﺮٍ ‏( 2 ‏) ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ
ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-
orang yang beriman dan mengerjakan amal
saleh dan nasehat menasehati supaya
mentaati kebenaran dan nasehat menasehati
supaya menetapi kesabaran.”
(QS. Al ‘Ashr: 1-3).
Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan,
“Dua hal yang pertama (iman dan amal
sholeh) untuk menyempurnakan diri
manusia. Sedangkan dua hal berikutnya
untuk menyempurnakan orang lain. Seorang
manusia menggapai kesempurnaan jika
melakukan empat hal ini. Itulah manusia
yang dapat selamat dari kerugian dan
mendapatkan keberuntungan yang
besar.” ( Taisir Al Karimir Rahman, hal.
3.Perintah bagi orang yang beriman agar berpegang pada tali(agama) Allah swt dan melarang bercerai-berai antar sesama mulmin.
ﻭَﺍﻋْﺘَﺼِﻤُﻮﺍ ﺑِﺤَﺒْﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍ ۚ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺖَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺇِﺫْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺃَﻋْﺪَﺍﺀً ﻓَﺄَﻟَّﻒَ ﺑَﻴْﻦَ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺻْﺒَﺤْﺘُﻢْ
ﺑِﻨِﻌْﻤَﺘِﻪِ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧًﺎ ﻭَﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺷَﻔَﺎ ﺣُﻔْﺮَﺓٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﺄَﻧْﻘَﺬَﻛُﻢْ
ﻣِﻨْﻬَﺎ ۗ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ ﻳُﺒَﻴِّﻦُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-
berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu
ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-
musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu
daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan
ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk. [Ali Imrân/3:103]
4.Larangan berpecah -belah antara mukmin seperti...
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻛَﺎﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍ ﻭَﺍﺧْﺘَﻠَﻔُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﺟَﺎﺀَﻫُﻢُ
ﺍﻟْﺒَﻴِّﻨَﺎﺕُ ۚ ﻭَﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang
yang bercerai-berai dan berselisih sesudah
datang keterangan yang jelas kepada mereka.
Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa
yang berat. [Ali Imrân/3:105]
Imam ath-Thabari rahimahullah mengatakan
dalam tafsirnya: “Yang dimaksudkan oleh Allah
Azza wa Jalla ialah: Wahai orang-orang yang
beriman! janganlah menjadi seperti orang-orang
Ahli Kitab, yang berpecah belah dan berselisih
dalam agama, perintah dan larangan Allah Azza
wa Jalla , sesudah datang kepada mereka
keterangan-keterangan yang jelas berupa bukti-
bukti dari Allah Azza wa Jalla . Mereka berselisih
di dalamnya. Mereka memahami kebenaran tetapi mereka sengaja menentangnya, menyelisihi
perintah Allah Azza wa Jalla dan membatalkan
ikatan perjanjian yang dibuat oleh Allah Azza wa
Jalla dengan lancang.
5.Sesama muslim bersaudara jabgan saling menzhaliminya...
ﺍَﻟْﻤُﺴْﻠِﻢُ ﺃَﺧُﻮ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﻻَ ﻳَﻈْﻠِﻤُﻪُ ﻭَﻻَ ﻳَﺨْﺬُﻟُﻪُ ﻭَﻻَ ﻳَﺤْﻘِﺮُﻩُ .
ﺍَﻟﺘَّﻘْﻮَﻯ ﻫَﻬُﻨَﺎ. ﻳُﺸِﻴْﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﺻَﺪْﺭِﻩِ ﺛَﻼَﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ : ﺑِﺤَﺴْﺐِ ﺍﻣْﺮِﺉٍ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﻘِﺮَ ﺃَﺧَﺎﻩُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢَ، ﻛُﻞُّ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ
ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﺩَﻣُﻪُ ﻭَﻋِﺮْﺿُﻪُ ﻭَﻣَﺎﻟُﻪُ. ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴْﻠِﻢٌ .
Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim
lainnya. Ia tidak boleh tidak menzaliminya,
merendahkannya dan tidak pula meremehkannya.
Taqwa adalah di sini. – Beliau menunjuk dadanya
sampai tiga kali-. (kemudian beliau bersabda
lagi:) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila
meremehkan saudaranya sesama muslim.
Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram
darahnya, kehormatannya dan hartanya.
[HR.Muslim]
6.Larangan membenci... dan jaga persaudaraan !
ﻻَﺗَﺒَﺎﻏَﻀُﻮْﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﺤَﺎﺳَﺪُﻭْﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﺪَﺍﺑَﺮُﻭْﺍ ﻭَﻛُﻮْﻧُﻮْﺍ ﻋِﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺇِﺧْﻮَﺍﻧﺎً . ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
Janganlah kalian saling membenci, saling
mendengki dan saling membelakangi. Jadilah
kalian sebagai hamba-hamba Allah yang
bersaudara[Muttafaq ‘Alai]
7.Sesama mukmin saling menguatkan dan mendukung dalam kebaikan.
ﺍَﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻛَﺎﻟْﺒُﻨْﻴَﺎﻥِ ﻳَﺸُﺪُّ ﺑَﻌْﻀُﻪُ ﺑَﻌْﻀًﺎ . ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana
bangunan, satu sama lain saling menguatkan.
[Muttafaq ‘Alaihi].
8.Sesama mukmin bagaikan satu tubun sama sama merasakan...
ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻓِﻰ ﺗَﻮَﺍﺩِّﻫِﻢْ ﻭَﺗَﺮَﺍﺣُﻤِﻬِﻢْ ﻭَﺗَﻌَﺎﻃُﻔِﻬِﻢْ ﻣَﺜَﻞُ
ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ، ﺇِﺫَﺍ ﺍﺷْﺘَﻜَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﻋُﻀْﻮٌ، ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ ﻟَﻪُ ﺳَﺎﺋِﺮُ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ
ﺑِﺎﻟﺴَّﻬْﺮِ ﻭَﺍﻟْﺤُﻤَّﻰ . ﺃَﺧْﺮَﺟَﻪُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻱ ﻭَﻣُﺴْﻠِﻢٌ ‏( ﻭَﺍﻟﻠَّﻔْﻆُ ﻟِﻤُﺴْﻠِﻢٍ ).
Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling
menyayangi dan saling berlemah-lembut di antara
mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah
satu anggota badan sakit, maka semua anggota
badannya juga merasa demam dan tidak bisa
tidur. [HR. Bukhâri dan Muslim, sedangkan
lafalnya adalah lafazh Imam Muslim]
9.Rukun juga sesama bangsa dan cinta tanah air serta bela negara dari penjajah asing...
10.Kebenaran datang dariNya yang sudah tertulis dalam al-Quran dan as-Sunnah dengan pemahaman para ulama shaalihiin seperti Imam Abu Hanifah,Imam Malik,Imam Syafii,Imam Ahmad bin Hanbal disamping lainnya.
11.Qulil haq wa lau kaana murran.
Katakan kebenaran meskipun pahit... !
12.Ballighuu annii wa lau ayatan...
Sampaikan dariku... meskipun sata ayat...
ISLAM AGAMA UNIVERSAL DAN RAHMATAN LIL AALAMIIN.
JANGAN MUDAH MAU DIADU DOMBA SESAMA MUKMIN DAN BANGSA INDONESIA
*KAPAN KITA BICARA DAN KAPAN KITA DIAM*
Alangkah indahnya *DIAM*
bila *BICARA*dapat menyakiti orang lain ...
Alangkah terhormatnya *DIAM*
bila *BICARA* hanya untuk merendahkan orang lain ...
Alangkah bagusnya *DIAM*
bila *BICARA* bisa mengakibatkan terhinanya orang lain ...
Alangkah cerdiknya *DIAM*
bila *BICARA* dapat menjerumuskan orang lain ...
Alangkah bijaknya *DIAM*
bila *BICARA* hanya untuk merugikan orang lain ...
Maka pertimbangkanlah
Kapan kita *BICARA dan kapan kita DIAM*
Jangan bicara tentang hartamu
dihadapan orang miskin ...
Jangan bicara tentang kesehatanmu
dihadapan orang sakit ...
Jangan bicara tentang kekuatanmu
dihadapan orang lemah ...
Jangan bicara tentang kebahagiaanmu
dihadapan orang yang sedih ...
Jangan bicara tentang kebebasanmu
dihadapan orang yang terpenjara
Jangan bicara tentang anakmu
dihadapan orang yang tidak punya anak
*Seorang yang BIJAK ibarat AIR*
yang selalu tenang dan menyenangkan
Suci dan menyucikan
Sejuk dan menyejukkan
Segar dan menyegarkan
Lembut dan melembutkan
Jadilah seperti *AIR*
yang selalu mencari tempat lebih rendah ...
Bermakna
*(rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, dan tidak pernah merendahkan atau menghina orang lain ... )*
Jadilah seperti *AIR* yang selalu memberi kehidupan bagi apapun dan siapapun
RENDAH HATI MENERIMA KEBENARAN
BUKAN SOMBONG
KEBENARAN ADA YANG MANIS DAN ADA YANG PAHIT
KEDUA-DUANYA BERGUNA BAGI ORANG YANG BERIMAN DAN CERDAS
Wassalam
Bela Islam dan cinta tanah air
😎SEMOGA BERGUNA. AAMIIN.💞💞🇮🇩

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman