Jumat, 26 Juni 2026

DIBALIK UJIAN...


RAHMAT ALLAH DALAM KEHIDUPAN: HIKMAH DI BALIK SEHAT, SAKIT, KAYA, MISKIN...

Oleh: Pengamat Dakwah


Pendahuluan

Allah SWT. adalah Ar-Rahmān dan Ar-Rahīm, Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Seluruh kehidupan manusia berada dalam lingkup rahmat-Nya. Rahmat Allah tidak selalu tampak dalam bentuk kenikmatan yang menyenangkan, tetapi juga dapat hadir melalui ujian yang mendidik keimanan. Sehat maupun sakit, kaya maupun miskin, serta berbagai musibah merupakan bagian dari sunnatullah yang mengandung hikmah bagi orang-orang yang beriman.

Allah berfirman:

“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A'raf [7]: 156)

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa rahmat Allah meliputi seluruh makhluk di dunia, sedangkan rahmat yang sempurna diberikan kepada orang-orang yang bertakwa di akhirat.¹


Sehat sebagai Nikmat yang Harus Disyukuri

Kesehatan merupakan kenikmatan besar yang sering terlupakan. Dengan tubuh yang sehat, manusia mampu beribadah, bekerja, menuntut ilmu, dan memberi manfaat kepada sesama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

_"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan dan waktu luang."_²

Syukur atas kesehatan diwujudkan dengan menjaga pola hidup yang baik, menghindari hal-hal yang membahayakan diri, serta menggunakan kesehatan untuk memperbanyak amal saleh.³


Sakit sebagai Menghapus yang Menghapus Dosa

Sakit bukanlah tanda kebencian kepada Allah. Sebaliknya, bagi orang yang beriman, sakit dapat menjadi sarana penghapus dosa dan peningkat derajat jika dihadapkan dengan sabar.

Allah berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ...

“Sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, lapar…” (QS. Al-Baqarah [2]: 155)

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidaklah seorang mukmin ditimpa penyakit melainkan Allah menghapus sebagian dosa-dosanya.⁴ Oleh karena itu, seorang muslim diperintahkan bersabar, berobat, dan tetap berikhtiar karena Allah juga menurunkan obat bagi setiap penyakit.⁵


Kaya dan Miskin Sama-sama Ujian

Harta bukan ukuran kemuliaan seseorang. Orang kaya diuji dengan amanah hartanya, sedangkan orang miskin diuji dengan kesabaran dan ikhtiarnya.

Allah berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat [49]: 13)

Al-Qur'an juga memerintahkan agar harta dimanfaatkan untuk mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan kehidupan dunia.⁶

Oleh karena itu, orang kaya hendaknya gemar berinfak dan bersedekah, sedangkan orang yang hidup sederhana tetap bekerja keras, menjaga kehormatan diri, dan tidak putus asa dari rahmat Allah.


Musibah Mengandung Hikmah

Tidak ada musik yang terjadi di luar pengetahuan dan kehendak Allah. Musibah mengajarkan kesabaran, introspeksi, memperkuat tawakal, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Allah berfirman:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Tidak ada suatu musik pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.” (QS. At-Taghabun [64]: 11)

Musik tidak boleh menjadikan seseorang memutuskan asa. Sebaliknya, musibah harus mendorong lahirnya ikhtiar, doa, serta semangat memperbaiki diri dan membantu sesama.


Penutup

Rahmat Allah hadir dalam seluruh keadaan kehidupan. Sehat mendorong rasa syukur, sakit melatih kesabaran, kaya menguji amanah, miskin mengajarkan qana'ah dan kerja keras, sedangkan musibah menjadi sarana muhasabah dan peningkatan keimanan.

Seorang mukmin memandang seluruh ketentuan Allah dengan penuh keyakinan, bahwa setiap peristiwa mengandung hikmah bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.


Catatan Kaki:

Ismail bin Umar Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, Jil. 3 (Riyadh: Dar Tayyibah, 1999), hlm. 521.

Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab ar-Riqaq, no. 6412.

M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Jil. 5 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 341.

Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, no. 5641; Muslim, Shahih Muslim, no. 2573.

Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, no. 3855.

Abu Ja'far al-Tabari, Jami' al-Bayan, Jil. 19 (Beirut: Mu'assasah al-Risalah, 2000), hlm. 602–604.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Halaman