Rabu, 15 Juli 2026

BERILMU TAMBAH TAQWA


Tambah Ilmu, Tambah Patuh Beragama

Oleh: Pengamat Dakwah


Pendahuluan

Islam menempatkan ilmu sebagai cahaya kehidupan. Semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin besar pula rasa takut (khasy-yah), ketundukan, dan kepatuhannya kepada Allah Swt. Ilmu bukan sekadar menambah wawasan, tetapi menjadi petunjuk yang mengantarkan manusia kepada keimanan yang kokoh dan akhlak yang mulia. Sebaliknya, ilmu yang tidak melahirkan amal hanya akan menjadi hujah yang memberatkan di hadapan Allah pada hari kiamat (Hamka, Tafsir Al-Azhar).

Dalil Al-Qur'an

Allah Swt. berfirman:

«إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ»

"Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama. Sungguh Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun."

(QS. Fathir [35]: 28)

Allah juga berfirman:

«يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ»

"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."

(QS. Al-Mujadilah [58]: 11)

Hadis Nabi SAW

Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»

"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis lain:

«طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ»

"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim."

(HR. Ibnu Majah)


Keutamaan Bertambah Ilmu

1. Ilmu Mengantarkan kepada Takwa

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, makna QS. Fathir ayat 28 adalah bahwa orang yang paling mengenal kebesaran Allah ialah orang yang paling takut kepada-Nya. Semakin luas pengetahuan tentang ayat-ayat Allah, semakin besar pula ketaatan dan kehati-hatiannya dalam menjalankan syariat (Ibnu Katsir, 1999).

2. Ilmu Mengangkat Derajat

Syaikh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa kemuliaan ilmu bukan hanya di dunia, tetapi juga menjadi sebab tingginya kedudukan seseorang di akhirat. Orang berilmu akan dihormati karena ilmu yang diamalkan, bukan semata-mata karena kepandaian berbicara (Nawawi al-Bantani, Marah Labid).

3. Ilmu Menjadi Cahaya Kehidupan

Hamka menafsirkan bahwa ilmu merupakan pelita yang menerangi hati sehingga manusia mampu membedakan antara yang hak dan batil. Orang berilmu tidak mudah diperdaya hawa nafsu maupun tipu daya dunia (Hamka, Tafsir Al-Azhar).


Tambah Ilmu Harus Tambah Patuh

Ilmu dalam Islam selalu diiringi dengan amal. Imam Malik pernah berkata bahwa ilmu adalah cahaya yang Allah letakkan di dalam hati. Cahaya itu tampak melalui ketundukan kepada syariat.

Seseorang yang semakin memahami Al-Qur'an dan Sunnah akan semakin menjaga shalat, lisan, pandangan, harta, serta hubungan dengan sesama manusia. Bila ilmu justru melahirkan kesombongan, maka ilmu tersebut belum memberikan manfaat.


Ujian bagi Orang Berilmu

1. Ujian Kesombongan

Semakin tinggi ilmu, semakin besar godaan merasa paling benar. Kesombongan merupakan penyakit yang pernah menimpa Iblis ketika menolak perintah Allah.

2. Ujian Popularitas

Orang berilmu sering mendapatkan penghormatan masyarakat. Bila niatnya berubah demi pujian manusia, maka keberkahan ilmu akan berkurang.

3. Ujian Amal

Ilmu akan dipertanyakan oleh Allah apakah telah diamalkan atau tidak. Semakin banyak ilmu, semakin besar pula tanggung jawabnya.

4. Ujian Dakwah

Orang berilmu dituntut menyampaikan kebenaran walaupun menghadapi tantangan, fitnah, atau penolakan masyarakat.


Tanda Ilmu yang Bermanfaat

- Menambah keimanan kepada Allah.

- Menambah rasa takut kepada Allah.

- Semakin rajin beribadah.

- Rendah hati kepada sesama.

- Mudah menerima nasihat.

- Semakin mencintai Al-Qur'an.

- Menjaga akhlak dan lisan.

- Mengajarkan ilmu kepada orang lain.


Pendapat Para Ulama

Ibnu Katsir

Ilmu yang benar akan menghasilkan rasa takut kepada Allah, sedangkan ilmu yang tidak melahirkan ketakwaan belum mencapai tujuan hakikinya (Ibnu Katsir, 1999).

Syaikh Nawawi al-Bantani

Beliau menjelaskan bahwa ilmu merupakan jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat apabila dibarengi keikhlasan dan amal saleh (Nawawi al-Bantani, Marah Labid).

Hamka

Hamka menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ilmu bukan banyaknya hafalan, melainkan perubahan akhlak dan semakin dekatnya seorang hamba kepada Allah (Hamka, Tafsir Al-Azhar).


Hikmah Menuntut Ilmu

1. Mengetahui jalan yang benar.

2. Menjauhkan diri dari kebodohan.

3. Menguatkan iman.

4. Membentuk akhlak mulia.

5. Menjadi bekal berdakwah.

6. Mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.

7. Menjadi amal jariyah ketika ilmu diajarkan.


Ibrah

Perjalanan para nabi, sahabat, ulama, dan orang-orang saleh menunjukkan bahwa ilmu selalu berjalan berdampingan dengan ketakwaan. 

Imam Syafi'i, Imam al-Ghazali, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, Syaikh Nawawi al-Bantani, hingga Hamka menjadi teladan bagaimana ilmu melahirkan kerendahan hati dan pengabdian kepada umat.

Di era digital saat ini, akses terhadap ilmu semakin mudah. Namun, tantangan terbesar bukanlah mencari ilmu, melainkan mengamalkan ilmu tersebut. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya menjadikan setiap tambahan ilmu sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian kepada sesama.


Penutup

Ilmu merupakan anugerah Allah yang sangat mulia. Semakin bertambah ilmu, seharusnya semakin bertambah pula rasa takut kepada Allah, kepatuhan kepada syariat, dan semangat beramal saleh. Ilmu yang tidak melahirkan amal hanyalah pengetahuan kosong, sedangkan ilmu yang disertai keikhlasan akan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan dunia hingga akhirat.


Daftar Pustaka

Hamka. Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Ibnu Katsir. Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Nawawi al-Bantani. Marah Labid li Kasyfi Ma'na al-Qur'an al-Majid. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Al-Bukhari. Shahih al-Bukhari.

Muslim. Shahih Muslim.

Ibnu Majah. Sunan Ibnu Majah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Halaman