Sabtu, 30 Mei 2026

MENYUARAKAN KEBENARAN


Peperangan antara Haq dan Batil: Ketika Persatuan Menjadi Kunci Kemenangan


Oleh: Pengamat Studi Al-Qur'an dan Dakwah

30 Mei 2026

Pertarungan yang Tak Pernah Berakhir

Sejak manusia pertama kali menginjakkan kaki di bumi, pertarungan antara kebenaran dan kebatilan tidak pernah benar-benar usai. Kisah Nabi Adam dan Iblis menjadi titik awal dari konflik panjang yang terus berulang dalam berbagai bentuk hingga hari ini. Terkadang ia muncul sebagai peperangan terbuka, terkadang menjadi pertarungan ide, budaya, ekonomi, bahkan perebutan pengaruh dalam kehidupan sosial.

Al-Qur'an menggambarkan bahwa pertarungan antara haq dan batil merupakan bagian dari sunnatullah, hukum Allah yang berlaku dalam sejarah manusia. Namun Islam tidak memandang konflik sebagai tujuan. Perang bukan cita-cita, melainkan jalan terakhir ketika kezaliman mengancam kemanusiaan, kebebasan beragama, dan keadilan.

Di tengah dunia modern yang penuh polarisasi, tema peperangan antara haq dan batil kembali relevan untuk dipahami secara utuh. Sebab sering kali istilah ini dipersempit hanya pada konflik fisik, padahal maknanya jauh lebih luas.


Allah Menjaga Keseimbangan Peradaban

Al-Qur'an menjelaskan:

«"Seandainya Allah tidak menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini.Tetapi Allah mempunyai karunia atas seluruh alam."

(QS. Al-Baqarah: 251)»

Ayat ini menunjukkan bahwa keberadaan kekuatan yang menahan kezaliman merupakan mekanisme ilahi untuk menjaga keseimbangan kehidupan. Menurut Imam Al-Tabari dalam Jami' al-Bayan, konflik antara haq dan batil adalah bagian dari perjalanan sejarah manusia agar kerusakan tidak menguasai bumi secara total.

Dalam konteks yang lebih luas, pertarungan itu tidak selalu berbentuk senjata. Ketika para ulama melawan pencerahan dengan ilmu, para pendidik melawan pencerahan dengan pendidikan, dan para pemimpin menegakkan keadilan melawan korupsi, sesungguhnya mereka sedang berada dalam barisan perjuangan haq.


Melenyapkan Kebatilan dengan Kebenaran

Allah berfirman:

«"Agar Allah menetapkan yang haq dan melenyapkan yang batil, walaupun orang-orang Berdosa tidak menyukainya."

(QS. Al-Anfal: 8)»

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, kemenangan haq bukan sekadar kemenangan fisik dalam peperangan, tetapi kemenangan prinsip, nilai, dan keadilan.

Sejarah para nabi membuktikan hal tersebut. Nabi Nuh menerima penolakan selama ratusan tahun. Nabi Ibrahim berhadapan dengan tirani kekuasaan. Nabi Musa melawan Fir'aun. Nabi Muhammad SAW menghadapi tekanan kaum Quraisy. Semua itu merupakan manifestasi konflik abadi antara kebenaran dan kebatilan.

Namun yang menarik, kemenangan para nabi tidak selalu diukur dari kekuasaan politik. Banyak kemenangan justru hadir dalam bentuk tegaknya nilai-nilai tauhid dan kemanusiaan yang terus hidup lintas zaman.


Perang Terbesar Umat Modern

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar memberikan perspektif yang sangat menarik. Menurut beliau, umat Islam masa kini tidak dapat memahami jihad secara sempit.

Hamka menegaskan bahwa medan perjuangan terbesar umat modern adalah membangun ilmu pengetahuan, memperbaiki akhlak, menguatkan ekonomi, dan menciptakan peradaban yang berkehendak. Kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan, dan kerusakan moral merupakan bentuk-bentuk kebatilan yang harus diperangi.

Oleh karena itu, seorang guru yang mendidik generasi muda dengan ikhlas, seorang ulama yang mengajarkan kebenaran, atau seorang pemimpin yang memperjuangkan keadilan, sejatinya sedang berjihad di jalan Allah.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran KH Ahmad Dahlan yang menjadikan pendidikan sebagai sarana utama perjuangan Islam. Bagi para pendiri Muhammadiyah tersebut, kemenangan haq diwujudkan melalui pencerahan akal dan pemurnian tauhid.


Persatuan: Senjata yang Sering Dilupakan

Salah satu pelajaran paling penting dari Al-Qur'an adalah bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah atau kekuatan material, tetapi juga oleh persatuan.

Allah berfirman:

«"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu."

(QS. Al-Hujurat: 10)»

Rasulullah SAW bersabda:

«"Seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan."

(HR. Bukhari dan Muslim)»

M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa persaudaraan iman merupakan fondasi kokoh bagi keberhasilan umat. Sebaliknya, perpecahan menjadi pintu masuk berbagai bentuk kelemahan.

Sejarah Islam menunjukkan bahwa banyak kekalahan umat justru terjadi ketika persatuan runtuh. Sebaliknya, kemenangan besar lahir ketika umat mampu menyingkirkan ego kelompok dan bersatu demi kepentingan yang lebih besar.

Oleh karena itu, perjuangan antara haq dan batil tidak hanya terjadi di luar diri umat, tetapi juga di dalam tubuh umat sendiri. Ketika kebencian, fanatisme, dan kebencian dibiarkan tumbuh, kebatilan mendapat ruang untuk berkembang.


Pelajaran dari Ulama Nusantara

Para ulama Nusantara memberikan warisan pemikiran yang sangat kaya mengenai perjuangan menegakkan kebenaran.

KH Hasyim Asy'ari melalui Resolusi Jihad tahun 1945 menunjukkan bahwa mempertahankan kemerdekaan bangsa merupakan bagian dari upaya menjaga agama dan martabat umat. Namun perjuangan itu hanya dapat berhasil melalui persatuan ulama dan masyarakat.

Hasbi Ash-Shiddieqy menegaskan bahwa perjuangan haq harus diwujudkan dalam penegakan hukum dan keadilan sosial. Kebenaran tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.

Buya Syafii Maarif mengingatkan bahwa kebatilan modern sering hadir dalam bentuk yang lebih halus. Ia dapat berupa korupsi, manipulasi agama, ketimpangan sosial, eksploitasi ekonomi, hingga pembatasan kekuasaan.

Sementara Prof. Nasaruddin Umar menekankan bahwa persatuan umat harus dibangun di atas fondasi keadilan, kesetaraan, dan kemaslahatan bersama sebagaimana tujuan utama syariat Islam.


Ketika Haq Menjadi Peradaban

Islam datang bukan untuk memperbanyak peperangan, melainkan membangun peradaban. Karena itu kemenangan haq sejati bukan sekedar mengalahkan lawan, tetapi menghadirkan kedamaian, kedamaian, ilmu pengetahuan, dan kesejahteraan.

Sayyid Qutb dalam Fi Zhilal al-Qur'an menyebut konflik antara haq dan batil sebagai pertarungan antara dua sistem kehidupan. Yang diperjuangkan bukan hanya wilayah geografis, namun juga nilai-nilai yang membentuk masyarakat.

Dalam perspektif ini, sekolah yang melahirkan generasi berakhlak, masjid yang mempersatukan umat, ekonomi yang adil, dan pemerintahan yang bersih merupakan bentuk kemenangan haq yang nyata.


Refleksi untuk Umat Hari Ini

Umat ​​Islam masa kini menghadapi tantangan yang berbeda dari masa lalu. Musuh terbesar sering kali bukan lagi kekuatan yang datang dari luar, melainkan perpecahan internal, perbudakan, kemiskinan, hoaks, korupsi, dan hilangnya akhlak.

Oleh karena itu, jihad terbesar yang dibutuhkan saat ini adalah jihad ilmu, jihad persatuan, jihad akhlak, dan jihad membangun peradaban.

Ketika umat mampu bersatu atas nilai-nilai kebenaran, saling menguatkan, serta menjadikan ilmu dan keadilan sebagai landasan kehidupan, maka janji Allah akan terwujud:

«"Jika kamu membantu agama Allah, niscaya Dia akan membantumu dan meneguhkan kedudukanmu."

(QS. Muhammad: 7)»

Pada akhirnya, peperangan antara haq dan batil akan selalu ada hingga akhir zaman. Namun sejarah mengajarkan bahwa kebatilan, ketegaran apa pun tampaknya, tidak akan bertahan selamanya. Yang kekal adalah kebenaran yang dibangun di atas iman, ilmu, keadilan, dan persatuan.

Wallahu a'lam bish-shawab.


Referensi

Al-Tabari, Jami' al-Bayan fi Ta'wil al-Qur'an.

Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim.

Sayyid Qutb, Fi Zhilal al-Qur'an.

Wahbah al-Zuhaili, Tafsir al-Munir.

Hamka, Tafsir Al-Azhar.

M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah.

Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir An-Nur.

KH. Hasyim Asy'ari, Risalah Ahl al-Sunnah wal Jama'ah.

Ahmad Dahlan, Pemikiran dan Risalah Pendidikan Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif, Islam dan Masalah Kenegaraan.

Nasaruddin Umar, berbagai karya tentang maqashid syariah dan moderasi Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Halaman