Selasa, 22 November 2016

BERTAMBAH UMUR


201.Renungan Pagi !!!
*UMUR BERKURANG BADAN MELEMAH...*

1.Ingat umur
ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَ ﺃَﺣَﺪَﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺏِّ
ﺍﺭْﺟِﻌُﻮﻥِ ﻟَﻌَﻠِّﻲ ﺃَﻋْﻤَﻞُ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻛَﻼ
ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﻛَﻠِﻤَﺔٌ ﻫُﻮَ ﻗَﺎﺋِﻠُﻬَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺋِﻬِﻢْ ﺑَﺮْﺯَﺥٌ ﺇِﻟَﻰ
ﻳَﻮْﻡِ ﻳُﺒْﻌَﺜُﻮﻥَ
“ Hingga apabila datang kematian kepada
seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya
Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar
aku berbuat amal yang saleh terhadap yang
telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah perkataan yang
diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka
ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan”
(QS. Al Mu’minun: 99-100).
2.Meninggalkan yang tak berguna
ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺗَﺮْﻛُﻪُ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ
“ Di antara kebaikan islam seseorang adalah
meninggalkan hal yang tidak bermanfaat ”
(HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih ).
4.Doa malaimat
ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡٍ ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﺍﻟﻌِﺒَﺎﺩُ ﻓِﻴﻪِ ﺍِﻻَّ ﻣَﻠَﻜَﺎﻥِ ﻳَﻨْﺰِﻻَﻥِ
ﻓَﻴَﻘُﻮﻝَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﺃﻟﻠَﻬُﻢَّ ﺍَﻋْﻂِ ﻣُﻨْﻔِﻘًﺎ ﺧَﻠَﻔًﺎ ﻭَ ﻳَﻘًﻮﻝُ ﺍﻷَﺧَﺮُ
ﺃﻟﻠَﻬُﻢَّ ﺍﻋْﻂِ ﻣُﻤْﺴِﻜًﺎ ﺗَﻠَﻔًﺎ
“ Tidaklah hamba Allah menempuh waktu pagi
mereka kecuali ada dua malaikat yang
mendo’akannya, salah satu dari kedua malaikat
tersebut berdo’a , “Ya Allah berikanlah ganti
kepada orang yang berifak” dan Malaikat yang
satunya berdo’a, “Ya Allah berikanlah kehancuran
kepada orang yang kikir“.
5.Bersedekah
ﺍِﻥَّ ﺍﻟﺼَﺪَﻗَﺔَ ﻟَﺘَﻄْﻔَﺊُ ﻏَﻀَﺐَ ﺍﻟﺮَﺏِّ ﻭَﺗَﻘَﻲ ﻣِﻴْﺘَﺔَ ﺍﻟﺴُﻮﺀ
“ sesungguhnya sedekah mampu memadamkan
murka Allah dan menjauhkan dari kematian yang jelek “
6.Dimintak pertanggung jawaban
ﻻَ ﺗَﺰُﻭﻝُ ﻗَﺪَﻣَﺎ ﻋَﺒْﺪٍ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺴْﺄَﻝَ
ﻋَﻦْ ﻋُﻤْﺮِﻩِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺃَﻓْﻨَﺎﻩُ ﻭَﻋَﻦْ ﻋِﻠْﻤِﻪِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻓَﻌَﻞَ
ﻭَﻋَﻦْ ﻣَﺎﻟِﻪِ ﻣِﻦْ ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻛْﺘَﺴَﺒَﻪُ ﻭَﻓِﻴﻤَﺎ ﺃَﻧْﻔَﻘَﻪُ ﻭَﻋَﻦْ
ﺟِﺴْﻤِﻪِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺃَﺑْﻼَﻩُ
“ Kedua kaki seorang hamba tidaklah
beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya
mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia
amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh
dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya. ” (HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih )
BERAPA UMUR KITA
Hari berganti hari tanpa terasa.
Usia kita semakin bertambah, namun serasa masih terus muda seperti dulu.
Waktu terus berjalan.
Dulu otot dan badan kita kencang, kini kendor.
Dulu kita gagah, kini mulai renta.
Dulu kita kuat, kini berangsur lemah.
_Ingatlah kata-kata bijak :_
•Besi itu kuat, tapi api dapat melelehkannya.
• Api itu kuat, tapi air mampu memadamkannya.
• Air itu kuat, tapi matahari bisa menguapkannya.
• Matahari itu kuat, tapi awan bisa menghalanginya.
• Awan itu kuat, tapi angin mampu memindahkannya.
• Angin itu kuat, tapi manusia mampu mengendalikannya dengan layar perahu.
• Manusia itu kuat, tapi dosa dan nafsu duniawi dapat melemahkannya.
• Dosa itu kuat, tapi Iman bisa mengatasinya.
_Maka, yang terkuat adalah :_
_IMAN dan KEBAIKAN, karena TAK AKAN HILANG SETELAH KEMATIAN ..._
_Dan yang paling indah dalam hidup ini adalah :_
- Saat kita pergi ada yang mendoakan.
- Saat kita jauh ada yang merindukan.
- Saat kita sedih ada yang menghibur.
- Saat kita bertemu ada senyum yang Indah.
_Tapi yang terindah dari segalanya adalah :_
Ketika Allah masih berkenan memberikan _NAFAS_ untuk kita hidup di hari ini & bisa bersilahturahmi, bertatap muka dan bertegur sapa......
Mari kita senantiasa _BERSYUKUR_ kepada _NYA..._
*Selamat menikmati hari2 tua yang indah*
Semoga berguna...Aamiin.
READ MORE - BERTAMBAH UMUR

SALING MENYAPA


200.Renungan Pagi !!!
*SALING MENGINGATKAN...*

1.Ikhlas beramal
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺒْﻄِﻠُﻮﺍ
ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu
merusakkan (pahala) amal-amalmu ”
(Qs. Muhammad: 33).
2.Tugas Rasul hanya menyampaikan
ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻴْﺘُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺳُﻮﻟِﻨَﺎ
ﺍﻟْﺒَﻠَﺎﻍُ ﺍﻟْﻤُﺒِﻴﻦُ
“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul,
jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban
Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang ”
(Qs. At Taghabun: 12).
3.Saling menghormati jika berbeda pendapat
ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻨَﺎﺯَﻋْﺘُﻢْ ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﺮُﺩُّﻭﻩُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ
ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺗَﺄْﻭِﻳﻠًﺎ
“Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman  kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya .”
(QS. An Nisa: 59).
Ayat-ayat tsb menegaskan wajibnya kita sebagai hamba Allah untuk mengikuti dalil, yaitu firman Allah dan sabda Rasul-Nya.
Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan: “Allah Ta’ala memerintahkan kaum mu’minin dengan suatu perkara yang membuat iman
menjadi sempurna, dan bisa mewujudkan kebahagiaan
bagi mereka di dunia dan akhirat, yaitu: menaati Allah dan menaati Rasul-Nya dalam perkara-perkara pokok agama maupun dalam perkara cabangnya. Taat artinya
menjalankan setiap apa yang diperintahkan dan
menjauhi segala apa yang dilarang sesuai dengan
tuntunannya dengan penuh keikhlasan dan pengikutan
yang sempurna” ( Taisir Karimirrahman , 789).
*Apa kabar hati ?*
Masihkah ia seperti embun ?
merunduk tawadhu’ di pucuk-pucuk daun..
*Masihkah ia seperti batu karang?*
tetap berdiri tegar walau gelombang ujian datang menghadang..
*Apa kabar iman ?*
Masihkah ia seperti bintang ?
Terang benderang menerangi kehidupan..
Masihkah ia seperti mentari yang sanggup menyinari namun tak berharap dipuji..
*Apa kabar Saudaraku*
Di manapun saat ini berada semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi kita, hati kita, iman kita untuk hari ini dan selamanya.
*Jika saat ini kita sedang tersenyum bahagia, semoga bukan kebahagiaan sesaat..*
*Jika sedang bersedih, semoga keadaan ini tak kan selamanya.*
*Jika sedang lelah dan sakit semoga rasa lelah dan sakit menjadi penggugur dosa..*
Saudaraku dan Sahabatku.
Banyak hal di dunia ini yang tak sanggup kita pikirkan sendiri.
Tertawa tak kan seru jika dinikmati seorang diri.
Air mata kesedihan terlalu pedih jika kita pendam sendiri.
*Untuk itu kita membutuhkan teman untuk berbagi.*
*Yang menguatkan kita di kala berduka dan mengingatkan kita di kala lupa.*
*Seperti apapun kondisi diri kita saat ini....., semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang berjiwa tenang, sehingga kelak akan datang kepada-Nya dengan wajah yang bercahaya karena hati dan iman kita yang benderang..*
*Semoga hari-hari kita diwarnai kasih sayang-Nya sehingga setiap amal kebajikan kita dinilai sebagai ibadah untuk mengharap ridha-Nya.*
*Aamiin yaa Robbal'alamiin*
       🍃🌸🍃
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Semoga berguna. Aamiin.
READ MORE - SALING MENYAPA

MUTIARA MUTIARA NASEHAT


SEPUTAR NASEHAT LUKMAN AL-HAKIM
KEPADA ANAKNYA

1.Jangan mempersekutukan Allah !
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻟُﻘْﻤَﺎﻥُ ﻟِﺎﺑْﻨِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻌِﻈُﻪُ ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻟَﺎ ﺗُﺸْﺮِﻙْ
ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada
anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-
benar kezaliman yang besar”. ” (QS. Lukman: 13).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Lukman menasehati
anaknya yang tentu amat ia sayangi, yaitu dengan
nasehat yang amat mulia. Ia awali pertama kali dengan nasehat untuk beribadah kepada Allah semata dan
tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa
pun.”
2.Bersyukur kepada Allah dan ibu bapak.
ﻭَﻭَﺻَّﻴْﻨَﺎ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﺑِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻪِ ﺣَﻤَﻠَﺘْﻪُ ﺃُﻣُّﻪُ ﻭَﻫْﻨًﺎ ﻋَﻠَﻰ
ﻭَﻫْﻦٍ ﻭَﻓِﺼَﺎﻟُﻪُ ﻓِﻲ ﻋَﺎﻣَﻴْﻦِ ﺃَﻥِ ﺍﺷْﻜُﺮْ ﻟِﻲ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻚَ
ﺇِﻟَﻲَّ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik)kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua
tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang
ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).
3.Tetap berbuat baik kepada ortu jika bersalah
ﻭَﺇِﻥْ ﺟَﺎﻫَﺪَﺍﻙَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﺸْﺮِﻙَ ﺑِﻲ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ
ﻋِﻠْﻢٌ ﻓَﻠَﺎ ﺗُﻄِﻌْﻬُﻤَﺎ ﻭَﺻَﺎﺣِﺒْﻬُﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﻌْﺮُﻭﻓًﺎ
ﻭَﺍﺗَّﺒِﻊْ ﺳَﺒِﻴﻞَ ﻣَﻦْ ﺃَﻧَﺎﺏَ ﺇِﻟَﻲَّ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣَﺮْﺟِﻌُﻜُﻢْ
ﻓَﺄُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
“Dan jika keduanya memaksamu untuk
mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu
mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di
dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang
kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan ” (QS. Lukman: 15).
4.Sekecil apapun yang dilakukan pasti dibalas.
ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﺇِﻥْ ﺗَﻚُ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺣَﺒَّﺔٍ ﻣِﻦْ ﺧَﺮْﺩَﻝٍ ﻓَﺘَﻜُﻦْ
ﻓِﻲ ﺻَﺨْﺮَﺓٍ ﺃَﻭْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﺃَﻭْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻳَﺄْﺕِ
ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻄِﻴﻒٌ ﺧَﺒِﻴﺮٌ
“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika
ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya).
Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha
Mengetahui”
(QS. Luqman: 16).
5.Dirikan shalat,amal makruf dan nahi munkar.
ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺃْﻣُﺮْ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﺍﻧْﻪَ ﻋَﻦِ
ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺍﺻْﺒِﺮْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺰْﻡِ
ﺍﻟْﺄُﻣُﻮﺭِ
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari
perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap
apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang
demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh
Allah) ” (QS. Lukman: 17).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ini adalah wasiat
yang amat berharga yang Allah ceritakan tentang
Lukman Al Hakim supaya setiap orang bisa
mencontohnya … Kezholiman dan dosa apa pun walau
seberat biji sawi, pasti Allah akan mendatangkan
balasannya pada hari kiamat ketika setiap amalan ditimbang. Jika amalan tersebut baik, maka balasan
yang diperoleh pun baik. Jika jelek, maka balasan
yang diperoleh pun jelek”
( Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,
11: 55)
6.Jangan sombong !
ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺼَﻌِّﺮْ ﺧَﺪَّﻙَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻤْﺶِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻣَﺮَﺣًﺎ
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻛُﻞَّ ﻣُﺨْﺘَﺎﻝٍ ﻓَﺨُﻮﺭٍ
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari
manusia (karena sombong) dan janganlah kamu
berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri ”
(QS. Lukman: 18).
7.Berakhlak
ﻭَﺍﻗْﺼِﺪْ ﻓِﻲ ﻣَﺸْﻴِﻚَ ﻭَﺍﻏْﻀُﺾْ ﻣِﻦْ ﺻَﻮْﺗِﻚَ ﺇِﻥَّ ﺃَﻧْﻜَﺮَ
ﺍﻟْﺄَﺻْﻮَﺍﺕِ ﻟَﺼَﻮْﺕُ ﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺮِ
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan
lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. ”
(QS. Lukman: 19).
50 NASEHAT...
Luqman Al-Hakim mengajar anaknya
ilmu yang datang dari sisi Allah Yang
Maha Mengetahui. Beliau pernah
berpesan dan menasihati anaknya:
1. “Wahai anak kesayanganku! Allah
SWT memerhatikan dirimu dalam
kepekatan malam, semasa engkau
bersolat atau tidur lena di belakang tabir
di dalam istana. Dirikan solat dan jangan
engkau berasa ragu untuk melakukan
perkara makruh dan melempar jauh
segala kejahatan dan kekejian.”
2. “Wahai anakku! Selalulah berharap
kepada Allah SWT tentang sesuatu yang
menyebabkan untuk tidak mendurhakai
Allah SWT. Takutlah kepada Allah SWT
dengan sebenar-benar takut (takwa),
tentulah engkau akan terlepas dari sifat
berputus asa dari rahmat Allah SWT.”
3. “Wahai anak! janganlah engkau
mempersekutukan Allah SWT (dengan
sesuatu yang lain), sesungguhnya
perbuatan syirik itu adalah satu
kezaliman yang besar.”
4. “Wahai anakku, Bersyukurlah kepada
Tuhanmu kerana kurniaan-Nya. Orang
yang mulia tidak mengingkari
Penciptanya kecuali orang yang kufur.”
5. “Wahai anakku! Bukanlah satu
kebaikan namanya bilamana engkau
selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak
pernah mengamalkannya. Hal itu tidak
ubah seperti orang yang mencari kayu
api, maka setelah banyak ia tidak
mampu memikulnya, padahal ia masih
mahu menambahkannya.”
6. “Wahai anakku! Ketahuilah,
sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan
yang dalam, banyak manusia yang
karam ke dalamnya. Jika engkau ingin
selamat, agar jangan karam, layarilah
lautan itu dengan sampan yang bernama
TAKWA, isinya ialah IMAN dan Layarnya
adalah TAWAKKAL kepada Allah SWT.”
7. “Wahai anakku! Orang-orang yang
sentiasa menyediakan dirinya untuk
menerima nasihat, maka dirinya akan
mendapat penjagaan dari Allah SWT.
Orang yang insaf dan sedar setelah
menerima nasihat orang lain, maka dia
akan sentiasa menerima kemulian dari
Allah SWT juga.”
8. “Wahai anakku! Jadikanlah dirimu
dalam segala tingkahlaku sebagai orang
yang tidak ingin menerima pujian atau
mengharap sanjungan orang lain kerana
itu adalah sifat riya’ yang akan
mendatangkan cela pada dirimu.”
9. “Wahai anakku! Jangan engkau
berjalan sombong serta takbur, Allah
SWT tidak meredai orang yang sombong
dan takbur.”
10. “Wahai anakku! Selalulah baik tutur
kata dan halus budi bahasamu serta
manis wajahmu, dengan demikian
engkau akan disukai orang melebihi
sukanya seseorang terhadap orang lain
yang pernah memberikan barang yang
berharga.”
11. “Wahai anakku! Bilamana engkau
mahu mencari kawan sejati, maka ujilah
dia terlebih dahulu dengan berpura-pura
membuat dia marah. Bilamana dalam
kemarahan itu dia masih berusaha
menginsafkan kamu, maka bolehlah
engkau mengambil dia sebagai kawan.
Bila tidak demikian, maka berhati-
hatilah.”
12. “Wahai anakku! Apabila engkau
berteman, tempatkanlah dirimu padanya
sebagai orang yang tidak mengharapkan
sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah
dia yang mengharapkan sesuatu
darimu.”
13. “Wahai anakku! Sesesiapa yang
penyayang tentu akan disayangi, sesiapa
yang pendiam akan selamat daripada
berkata yang mengandungi racun dan
sesiapa yang tidak dapat menahan
lidahnya dari berkata kotor tentu akan
menyesal.”
14. “Wahai anakku! Bergaul rapatlah
dengan orang yang alim lagi berilmu.
Perhatikanlah kata nasihatnya kerana
sesungguhnya sejuklah hati ini
mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati
ini dengan cahaya hikmah dari mutiara
kata-katanya bagaikan tanah yang subur
lalu disirami air hujan.”
15. “Wahai anakku! Janganlah engkau
mudah ketawa kalau bukan kerana
sesuatu yang menggelikan hati,
janganlah engkau berjalan tanpa tujuan
yang pasti, janganlah engkau bertanya
sesuatu yang tidak ada guna bagimu,
dan janganlah mensia-siakan hartamu.”
16. “Wahai anakku! Sekiranya kamu di
dalam solat, jagalah hatimu, sekiranya
kamu makan, jagalah kerongkongmu,
sekiranya kamu berada di rumah orang
lain, jagalah kedua matamu dan
sekiranya kamu berada di kalangan
manusia, jagalah lidahmu.”
17. “Wahai anakku! Usahakanlah agar
mulutmu jangan mengeluarkan kata-kata
yang busuk dan kotor serta kasar,
kerana engkau akan lebih selamat bila
berdiam diri. Kalau berbicara,
berusahalah agar bicaramu
mendatangkan manfaat bagi orang lain.”
18. “Wahai anakku! Berdiam diri itu
adalah hikmah (perbuatan yang bijak)
sedangkan amat sedikit orang yang
melakukannya.”
19. “Wahai anakku! Janganlah engkau
menghantarkan orang yang tidak cerdik
sebagai utusan. Maka bila tidak ada
orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah
saja yang layak menjadi utusan.”
20. “Wahai anakku! Janganlah engkau
bertemankan dengan orang yang bersifat
talam dua muka, kelak akan
membinasakan dirimu.”
21. “Wahai anakku! Sesungguhnya orang
bertalam dua muka bukan seorang yang
jujur di sisi Allah SWT.”
22. “Wahai anakku! Jauhilah bersifat
dusta, sebab berbohong itu mudah
dilakukan, bagaikan memakan daging
burung, padahal sedikit sahaja berdusta
itu telah memberikan akibat yang
berbahaya.”
23. “Wahai anakku! Sesiapa yang
berbohong hilanglah air mukanya dan
sesiapa yang buruk akhlaknya banyaklah
dukacitanya.”
24. “Wahai anakku! Bersabarlah di atas
apa yang menimpa dirimu kerana yang
demikian itu menuntut kepastian kukuh
daripadamu dalam setiap kejadian dan
urusan.”
25. “Wahai anakku! Apabila engkau
mempunyai dua pilihan di antara takziah
orang mati atau hadir majlis
perkahwinan, pilihlah untuk menziarahi
orang mati, sebab ianya akan
mengingatkanmu kepada kampung
akhirat sedangkan menghadiri pesta
perkahwinan hanya mengingatkan dirimu
kepada kesenangan duniawi sahaja.”
26. “Wahai anakku! Janganlah engkau
makan sampai kenyang yang berlebihan,
kerana sesungguhnya makan yang terlalu
kenyang itu adalah lebih baiknya bila
makanan itu diberikan kepada anjing
sahaja.”
27. “Wahai anakku! Janganlah engkau
terus menelan sahaja kerana manisnya
barang dan janganlah terus
memuntahkan saja pahitnya sesuatu
barang itu, kerana manis belum tentu
menimbulkan kesegaran dan pahit itu
belum tentu menimbulkan
kesengsaraan.”
28. “Wahai anakku! Aku pernah makan
makanan yang baik dan memeluk yang
terbaik tetapi aku tidak pernah melihat
sesuatu yang lebih lazat daripada
kesihatan.”
29. “Wahai anakku! Seandainya perut
dipenuhi makanan, akan tidurlah akal
fikiran, tergendala segala hikmah dan
lumpuhlah anggota badan untuk
beribadat.”
30. “Wahai anakku! Apabila perutmu
telah penuh sesak dengan makanan,
maka akan tidurlah fikiranmu, menjadi
lemah hikmahmu dan berhentilah
(malas) seluruh anggota tubuhmu
daripada beribadat kepada Allah SWT
dan hilanglah kebersihan hati (jiwa) dan
kehalusan pengertian, yang dengan
sebab keduanyalah dapat diperoleh
lazatnya munajat dan berkesannya zikir
pada jiwa.”
31. “Wahai anakku! Makanlah
makananmu bersama sama dengan
orang orang yang takwa dan
musyawarahlah urusanmu dengan para
alim ulamak dengan cara meminta
nasihat dari mereka.”
32. “Wahai anakku! Jangan engkau
berlaku derhaka terhadap ibu dan
ayahmu dengan apa jua sekalipun,
melainkan apabila mereka menyuruhmu
derhaka kepada Yang Maha Berkuasa.”
33. “Wahai anakku! Allah mewasiatkan
dirimu; berbuat baiklah dengan ibu dan
ayahmu. Justeru, jangan engkau
mengherdik mereka dengan perkataan
mahupun perbuatan dibenci.”
34. “Wahai anakku! Seandainya
ibubapamu marah kepadamu kerana
kesilapan yang kamu lakukan, maka
marahnya ibubapamu adalah bagaikan
baja bagi tanam-tanaman.”
35. “Wahai anakku! Orang yang merasa
dirinya hina dan rendah diri dalam
beribadat dan taat kepada Allah SWT,
maka dia tawadduk kepada Allah SWT,
dia akan lebih dekat kepada Allah SWT
dan selalu berusaha menghindarkan
maksiat kepada Allah SWT.”
36. “Wahai anakku! Seorang pendusta
akan lekas hilang air mukanya kerana
tidak dipercayai orang dan seorang yang
telah rosak akhlaknya akan sentiasa
banyak mengelamunkan hal-hal yang
tidak benar.”
37. “Wahai anakku! Andainya ada
sebutir biji sawi terpendam di dalam
batu, pasti ketahuan jua oleh Tuhanmu
Yang Maha Melihat, Allah Amat
Mengetahui segala sesuatu, zahir
mahupun batin atau apa yang engkau
sembunyikan di dalam dadamu.”
38. “Wahai anakku! Ketahuilah,
memindahkan batu besar dari tempatnya
semula itu lebih mudah daripada
memberi pengertian kepada orang yang
tidak mahu mengerti.”
39. “Wahai anakku! Engkau telah
merasakan betapa beratnya mengangkat
batu besar dan besi yang amat berat,
tetapi akan lebih lagi daripada semua itu
adalah bilamana engkau mempunyai
jiran yang jahat.”
40. “Wahai anakku! Aku pernah
memindahkan batu-bata dan memikul
besi, tetapi aku tidak pernah melihat
sesuatu yang lebih berat daripada
hutang.”
41. “Wahai anakku! Jauhkan dirimu dari
berhutang, kerana sesungguhnya
berhutang itu boleh menjadikan dirimu
hina di waktu siang dan gelisah di waktu
malam.”
42. “Wahai anakku! Apakah tidak engkau
perhatikan, apa yang Allah bentangkan
bagimu apa-apa yang ada di langit dan
di bumi daripada kebaikan yang amat
banyak?”
43. “Wahai anakku! Apa yang engkau
menikmati di kehidupan ini lantaran
kurniaan-Nya yang penuh keamanan,
keimanan dan kebaikan yang melimpah
ruah, di taman dunia yang subur mekar
dengan bunga-bungaan serta tumbuhan
yang berseri-seri.”
44. “Wahai anakku! Ambillah harta dunia
sekadar keperluanmu sahaja dan
nafkahkanlah yang selebihnya untuk
bekalan akhiratmu.”
45. “Wahai anakku! Janganlah engkau
condong kepada urusan dunia dan
hatimu selalu disusahkan oleh dunia
saja kerana engkau diciptakan Allah
SWT bukanlah untuk dunia sahaja.
Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih
hina daripada orang yang terpedaya
dengan dunianya.”
46. “Wahai anakku! Jangan engkau
buang dunia ini ke bakul sampah kerana
nanti engkau akan menjadi pengemis
yang membuat beban orang lain.
Sebaliknya janganlah engkau peluk
dunia ini serta meneguk habis airnya
kerana sesungguhnya yang engkau
makan dan pakai itu adalah tanah
belaka.”
47. “Wahai anakku! Tidak ada kebaikan
bagimu untuk mempelajari apa yang
belum kamu tahu sedangkan kamu
belum beramal dengan apa yang kamu
tahu.”
48. “Wahai anakku! Ingatlah dua perkara
iaitu Allah SWT dan mati, lupakan dua
perkara lain iaitu kebaikanmu terhadap
hak dirimu dan kebaikanmu terhadap
orang lain.”
49. “Wahai anakku! Kehinaan dalam
melakukan ketaatan kepada Allah
SWTlebih mendekatkan diri daripada
mulia dengan maksiat (perkara
menyebabkan dosa) kepada-Nya.
Janganlah anakku undurkan melakukan
taubat, sebab kematian datangnya tiba-
tiba, sedang malaikat maut tidak
memberitahukannya terlebih dulu.”
50. “Wahai anakku! Sesungguhnya lama
bersendirian itu dapat memahami untuk
berfikir dan lama berfikir itu adalah
petunjuk jalan ke syurga.”
*Semoga berguna.Aamiin.*
READ MORE - MUTIARA MUTIARA NASEHAT

Selasa, 15 November 2016

ISTIQAMAH BERIBADAH


180.Renungan Malam !!!
*KITA GOLONGAN YANG MANA...*

1.Saling mengenal dan barometer ketaqwaan
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ ﻭَﺃُﻧْﺜَﻰ
ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻛُﻢْ ﺷُﻌُﻮﺑًﺎ ﻭَﻗَﺒَﺎﺋِﻞَ ﻟِﺘَﻌَﺎﺭَﻓُﻮﺍ ﺇِﻥَّ
ﺃَﻛْﺮَﻣَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺗْﻘَﺎﻛُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺧَﺒِﻴﺮٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di
antara kamu di sisi Allah ialah orang yang
paling taqwa di antara kamu . Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
(QS. Al Hujurat: 13)
Ath Thobari rahimahullah berkata,
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara
kalian –wahai manusia- adalah yang paling
tinggi takwanya pada Allah, yaitu dengan
menunaikan berbagai kewajiban dan
menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling
mulia dilihat dari rumahnya yang megah
atau berasal dari keturunan yang mulia.”
(Tafsir Ath Thobari, 21:386)
Dalam tafsir Al Bahr Al Muhith (10: 116)
disebutkan, “Sesungguhnya Allah
menjadikan kalian sebagaimana yang
disebutkan dalam ayat (yaitu ada yang
berasal dari non Arab dan ada yang Arab).
Hal ini bertujuan supaya kalian saling
mengenal satu dan lainnya walau beda
keturunan. Janganlah kalian mengklaim
berasal dari keturunan yang lain. Jangan
pula kalian berbangga dengan mulianya
nasab bapak atau kakek kalian. Salinglah
mengklaim siapa yang paling mulia dengan
takwa.”
Dalam tafsir Al Jalalain (528) disebutkan,
“Janganlah kalian saling berbangga dengan
tingginya nasab kalian. Seharusnya kalian
saling berbangga manakah di antara kalian
yang paling bertakwa.”
2.Hati yang beriman/berdzikir/baik sangka/ikhlas dan perbutan yang baik
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ‏« ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻَ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺇِﻟَﻰ
ﺻُﻮَﺭِﻛُﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﻟِﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ
ﻭَﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻜُﻢْ ‏» .
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada
rupa dan harta kalian. Namun yang Allah
lihat adalah hati dan amalan kalian .”
(HR. Muslim no. 2564)
*HIDUP MULIA DENGAN IBADAH...*
Alkisah...
Seorang tukang batagor bertanya kepada seorang Ustadz... : "Ustad.. ! Kenapa ya... ! Saya merasa bosan dengan hidup saya yang begini-begini aja... ! Terus hambar , tak ada arahnya , dan tak ada nikmatnya... ! Bosan saya Ustadz.. ! Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya ?"
Ustadz pun menjawab : "Oohh.. ! Mungkin saat ini Allah juga lagi bosan dengan anda ."
"Allah bosan dengan saya ? . Maksudnya bagaimana Ustadz ?" Tanya si tukang batagor kembali...
Ustad menjelaskan :
"Mungkin Allah capek mencari anda , tapi anda tak pernah ditemukan ."
1. Dicari di antara kumpulan Dhuha , anda tak ada .
2. Dicari di antara kumpulan Tahajjud juga tak ada .
3. Dicari di antara kumpulan Puasa Sunah juga tak ada .
4. Dicari di antara kumpulan sedekah , juga tak kelihatan .
5. Dicari di antara orang-orang yang Khusuk Shalatnya , anda juga tidak ada
6. Dicari di antara Ahli Dzikir pun tak ada .
7. Dicari di antara Ahli Shalawat Juga tidak ada .
8. Dicari di antara yang menuntut ilmu apa lagi .
Lalu Allah Swt mau mencari anda di mana lagi... ? Coba anda beritahu... !
Bicaralah jangan diam
Lalu... Menangislah si tukang batagor tadi sambil mengusap airmatanya , beristighfar .
SEGERALAH KEMBALI KAPADA ALLAH.. !
Dekati Allah .
Hanya Allah sajalah DZAT yang bisa MENENTRAMKAN HIDUP kita .
PASTIKAN NAMA KITA ADA DAN SENANTIASA TERTULIS DALAM DAFTAR TERSEBUT .
Selamat berjuang saudaraku , Insha Allah , Allah Swt akan merahmati kita semua...
Robbana Taqobbal Minna .
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami)
*Semoga berguna... Aamiin.*
READ MORE - ISTIQAMAH BERIBADAH

KAMPUNG AKHIRAT


198.Renungan Pagi !!!
*MENGABAIKAN AKHIRAT*

1.Kematian tidak bisa diganti dgn harta
ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺘَﻬَﺎ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟْﻘَﺎﺿِﻴَﺔَ﴿٢٧﴾ﻣَﺎ ﺃَﻏْﻨَﻰٰ ﻋَﻨِّﻲ ﻣَﺎﻟِﻴَﻪْ﴿
٢٨﴾ﻫَﻠَﻚَ ﻋَﻨِّﻲ ﺳُﻠْﻄَﺎﻧِﻴَﻪْ
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan
segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi
manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku
daripadaku.
[al-Hâqqah/69:27-29]
2.Tertipu dgn dunia
ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻧُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺄَﺧْﺴَﺮِﻳﻦَ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟًﺎ﴿١٠٣﴾ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺿَﻞَّ ﺳَﻌْﻴُﻬُﻢْ
ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ ﺻُﻨْﻌًﺎ
Katakanlah, “Apakah akan Kami beritahukan
kepadamu tentang orang-orang yang paling
merugi perbuatannya ?” Yaitu orang-orang yang
telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan
dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa
mereka berbuat sebaik-baiknya. [alKahfi/18:103-104]
3.Beda nasib orang yg bertaqwa dgn kafir
ﺳَﻴَﺬَّﻛَّﺮُ ﻣَﻦْ ﻳَﺨْﺸَﻰٰ﴿١٠﴾ﻭَﻳَﺘَﺠَﻨَّﺒُﻬَﺎ ﺍﻟْﺄَﺷْﻘَﻰ﴿١١﴾ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺼْﻠَﻰ
ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺍﻟْﻜُﺒْﺮَﻯٰ﴿١٢﴾ﺛُﻢَّ ﻟَﺎ ﻳَﻤُﻮﺕُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰٰ
Orang yang takut (kepada Allâh) akan mendapat
pelajaran, dan orang-orang yang celaka (kafir)
akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan
memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia
tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula)
hidup. [al-A’la/87:10-13]
4.Berbuat yg bermanfaat
ﺍﺣْﺮِﺹْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻌْﺠَﺰْ
“Bersemangatlah kamu untuk melakukan apa
yang bermanfaat bagimu dan mohonlah
pertolongan kepada Allah, serta janganlah
kamu malas.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
5.Anjuran berdoa duwaktu miskin apalagi kaya
ﻣَﻦْ ﺳَﺮَّﻩُ ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺘَﺠِﻴﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﺸَّﺪَﺍﺋِﺪِ ﻭَﺍﻟﻜَﺮْﺏِ
ﻓَﻠْﻴُﻜْﺜِﺮِ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ
"Barang siapa yang suka Allah mengabulkan
doanya ketika susah dan menderita, maka
hendaknya ia memperbanyak doa ketika
lapang."
(HR. Tirmidzi dan Hakim)
6.Nasib kematian mukmin dan kafir
Jika dia seorang Mukmin, maka kalimat yang dia
dengar dari malakul maut adalah :
ﺃَﻳَّﺘُﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺔُ ﺍﺧْﺮُﺟِﻲ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻐْﻔِﺮَﺓٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭِﺿْﻮَﺍﻥٍ
Wahai nafs (jiwa; ruh; nyawa) yang baik, keluarlah
menuju ampunan Allâh dan keridhaan-Nya ! [HR.
Ahmad; dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam
Shahîh al-Jâmi’ no: 1672 dan Ahkâmul Janâiz]
Sebaliknya, jika dia seorang yang kafir, maka
kalimat yang dia dengar dari malakul maut adalah
:
ﺃَﻳَّﺘُﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲُ ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺜَﺔُ ﺍﺧْﺮُﺟِﻲ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺨَﻂٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻏَﻀَﺐٍ
“Wahai nafs (jiwa; ruh; nyawa) yang keji,
keluarlah menuju kemurkaan Allâh.
[ HR Ahmad]
7.Perbandingan Nikmat dunia dg siksa neraka..
ﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺄَﻧْﻌَﻢِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
ﻓَﻴُﺼْﺒَﻎُ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺻَﺒْﻐَﺔً ﺛُﻢَّ ﻳُﻘَﺎﻝُ: ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ، ﻫَﻞْ
ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻗَﻂُّ، ﻫَﻞْ ﻣَﺮَّ ﺑِﻚَ ﻧَﻌِﻴﻢٌ ﻗَﻂُّ؟ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ: ﻟَﺎ
ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ . ﻭَﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺄَﺷَﺪِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑُﺆْﺳًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣِﻦْ
ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴُﺼْﺒَﻎُ ﺻَﺒْﻐَﺔً ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻪُ : ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ
ﺁﺩَﻡَ، ﻫَﻞْ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺑُﺆْﺳًﺎ ﻗَﻂُّ، ﻫَﻞْ ﻣَﺮَّ ﺑِﻚَ ﺷِﺪَّﺓٌ ﻗَﻂُّ؟
ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ: ﻟَﺎ ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ، ﻣَﺎ ﻣَﺮَّ ﺑِﻲ ﺑُﺆْﺱٌ ﻗَﻂُّ ﻭَﻟَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ
ﺷِﺪَّﺓً ﻗَﻂُّ
“Didatangkan orang yang paling nikmat
hidupnya di dunia dari kalangan penghuni
neraka pada hari kiamat, kemudian dia
dicelupkan ke dalam neraka sekali celupan.
Kemudian dia ditanya: ‘Wahai anak Adam,
apakah kamu pernah melihat kebaikan?
Apakah pernah terlintas pada dirimu
kenikmatan?’ Maka dia menjawab: ‘Tidak,
demi Allah, wahai Rabbku.’
Didatangkan pula orang yang paling susah
hidupnya di dunia namun dia dari kalangan
penghuni surga, kemudian dicelupkan ke
dalam surga sekali celupan. Kemudian dia
ditanya: ‘Wahai anak Adam, apakah kamu
pernah melihat kesusahan? Apakah pernah
terlintas pada dirimu kesempitan hidup?’ Maka
dia menjawab: ‘Tidak, demi Allah, wahai
Rabbku. Tidak pernah terlintas padaku
kesempitan dan aku tidak pernah melihat
kesusahan’.” (HR. Muslim)
ANTARA DUNIA DAN AKHIRAT              
Nasehat Para Ulama, apabila Allah tidak mengkehendaki kita (sebagai CALON AHLI SURGA) lagi, Maka :
• Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.
• Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.
• Allah akan sibukkan kita dengan urusan perniagaan.
• Allah akan sibukkan kita dengan harta.
• Allah akan sibukkan kita dengan mencari pengaruh pangkat dan kuasa.
• Alangkah ruginya karena semua itu akan kita tinggalkan. Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dahulu menemui Allah SWT dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi sudah pasti mereka memilih tidak lagi akan bertarung bermati-matian untuk merebut dunia.
• Tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan beribadat kepada Allah SWT. Sebenarnya apa pun yang kita dapat di dunia ini telah ditentukan oleh Allah SWT.
• Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih daripada kita dari segi gaji, pangkat, harta dan keluarga.
• Tapi, kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu dan amalan orang lain lebih daripada kita. Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat orang lain bangun disepertiga malam untuk solat tahajjud.
• Kita cemburu melihat orang lain tukar mobil baru, tetapi jarang kita cemburu melihat orang lain mampu khatam Al-Quran sebulan 2 kali.
• Semua tanda ini menunjukkan dunia telah sampai di akhir zaman, sebab uang, pangkat dan harta telah mengalahkan segalanya.
• Setiap kali menyambut hari, kita sibuk dgn rencana yg ingin dilakukan sebaik mungkin, tetapi lupa bahwa dgn bergantinya hari berarti telah bertambah pula umur kita.
• Sesungguhnya mati itu benar, alam kubur itu benar, pertanyaan munkar dan nakir itu benar, mahsyar Allah itu benar, syurga dan neraka itu benar.
*Semoga berguna... Aamiin.*
READ MORE - KAMPUNG AKHIRAT

INGAT UMUR !


178.Renungan Pagi !!!
*UMUR TERBATAS*

« ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ »
“Perbanyaklah mengingat pemutus kledzatan
(kematian)”
(HR An-Nasai)
ﻻَ ﻳَﻤُﻮﺗَﻦَّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺇِﻻَّ ﻭَﻫُﻮَ ﻳُﺤْﺴِﻦُ ﺍﻟﻈَّﻦَّ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ
“Janganlah salah seorang kalian mati kecuali
dalam keadaan dia berbaik sangka kepada
Allah l.” (HR. Muslim)
*Bekal Kematian*
Sebagian ulama berkata :
ﻣﻦ ﺃﻛﺜﺮ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺃﻛﺮﻡ ﺑﺜﻼﺛﺔٍ : ﺗﻌﺠﻴﻞ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ،
ﻭﻗﻨﺎﻋﺔ ﺍﻟﻘﻠﺐ، ﻭﺍﻟﻨﺸﺎﻁ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ . ﻭﻣﻦ ﻧﺴﻴﻪ
ﻋﻮﻗﺐ ﺑﺜﻼﺛﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ: ﺗﺴﻮﻳﻒ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﺪﻡ ﺍﻟﺮﺿﺎ
ﺑﺎﻟﻜﻔﺎﻑ، ﻭﺍﻟﺘﻜﺎﺳﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ .
Barang siapa banyak mengingat kematian
maka ia akan dimuliakan dengan tiga perkara:
(1) selalu bersegera bertaubat,
(2) hati yang
qona’ah/nerimo, dan
(3) semangat dan rajin
beribadah.
Dan barang siapa yang melupakan kematian maka ia akan dihukum dengan tiga perkara :
(1) menunda-nunda taubat, (2) tidak
rido dengan pemberian Allah, dan
(3) malas dalam beribadah
PESAN RASULULLAH SEBELUM WAFAT
Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad , Allah berpesan kepada malaikat Jibril
“Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jmalaikat ibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.
Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotulmaut Seluruh umat Nabi Muhammad sudah dilimpahkan kepada Muhammad
Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya.
Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'ala ali Muhammad....
Mudah2an kita termasuk ummatnya yg nanti di hari kiamat akan mendapatkan syafaat baginda Rosulullah SAW. Aamiin.
*Semoga berguna... Aamiin.*
READ MORE - INGAT UMUR !

JAGA AMANAT !


177.Renungan Pagi !!!
*MEMELIHARA  AMANAT*

1.Mengabaikan amanat dan bodoh
ﺇِﻧَّﺎ ﻋَﺮَﺿْﻨَﺎ ﺍﻟْﺄَﻣَﺎﻧَﺔَ ﻋَﻠَﻰ
ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝِ
ﻓَﺄَﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﻤِﻠْﻨَﻬَﺎ ﻭَﺃَﺷْﻔَﻘْﻦَ ﻣِﻨْﻬَﺎ
ﻭَﺣَﻤَﻠَﻬَﺎ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻇَﻠُﻮﻣًﺎ
ﺟَﻬُﻮﻟًﺎ
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan
amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung,
maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu
dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan
dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya
manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”
(QS. Al-Ahzab: 72)
2.Percayakan amanat kepada bidangnya
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺄْﻣُﺮُﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﺗُﺆَﺩُّﻭﺍ
ﺍﻟْﺄَﻣَﺎﻧَﺎﺕِ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻬَﺎ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu
menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya…”
(QS. An-Nisa: 58)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan amanah
adalah sifat orang-orang yang beriman,
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻫُﻢْ ﻟِﺄَﻣَﺎﻧَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﻋَﻬْﺪِﻫِﻢْ
ﺭَﺍﻋُﻮﻥَ
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-
amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.”
(QS. Al- Mukminun: 8)
Kemudian di ayat 10 dan 11 nya Allah
menyebutkan,
ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻮَﺍﺭِﺛُﻮﻥَ . ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﻳَﺮِﺛُﻮﻥَ ﺍﻟْﻔِﺮْﺩَﻭْﺱَ ﻫُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ
ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ
“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka
kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Mu’minun: 10-11)
3.Ciri munafiq
ﺁﻳَﺔُ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ ﺛَﻠَﺎﺙٌ : ﺇِﺫَﺍ ﺣَﺪَّﺙَ
ﻛَﺬَﺏَ ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻭَﻋَﺪَ ﺃَﺧْﻠَﻒَ ، ﻭَﺇِﺫَﺍ
ﺍﺅْﺗُﻤِﻦَ ﺧَﺎﻥَ
“Tanda orang munafik itu ada tiga: (1) Apabila
berkata ia berudsta, (2) apabila ia berjanji ia
mengingkari, dan (3) apabila diberi amanah ia
berkhianat.” (alHadits)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga
menyebutkan bahwa amanah bagian dari
keimanan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﻟَﺎ ﺇِﻳﻤَﺎﻥَ ﻟِﻤَﻦْ ﻟَﺎ ﺃَﻣَﺎﻧَﺔَ ﻟَﻪُ
“Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak
memiliki sifat amanah.”
(alHadits)
4.Amanatnya akan dimintak pertanggung jawaban
ﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﺭَﺍﻉٍ ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﻣَﺴْﺌُﻮﻝٌ ﻋَﻦْ
ﺭَﻋِﻴَّﺘِﻪِ
“Kalian semua adalah pemimpin dan akan
dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya.”
(alHadits)
*Ragamnya Amanat*
Hidup itu seperti UAP air,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.
Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...
Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku..? 
UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku..?
(Renungkan sejenak sebelum lanjut membaca)
Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?
Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja ...Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA....
Ketika aku berdo'a,
kuminta titipan yang cocok dengan KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,
Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN, Seolah semua DERITA ITU adalah hukuman bagiku.
Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,
harus berjalan seperti penyelesaian HITUNGAN MATEMATIKA
dan sesuai dengan kehendakku.
Jika Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...
Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah Mitra   DAGANGku
dan bukan sebagai Kekasih ku !
Kuminta DIA membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku .

Duh ALLAH ...
Padahal setiap hari ku ucapkan,
...Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH...
AMPUNI AKU, YA ALLAH ...
(renungilah sejenak sebelum lanjut membaca)
Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH ...
Sebab aku yakin
ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
KEHENDAKMU  adalah yang terbaik bagiku ..
Ketika aku ingin hidup KAYA,
aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri
adalah sebuah KEKAYAAN.
Ketika aku berat utk MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.
Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,
aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN
Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah
sebuah KEBERUNTUNGAN, kerana AnugerahNYA.
(Renungkan sejenak sebelum lanjut membaca)
Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA
Bukan karena hari ini INDAH lalu kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita BAHAGIA, maka hari ini menjadi INDAH.
Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.
Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA.
Tetapi karena kita YAKIN BISA.! semuanya menjadi MUDAH.
Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,
Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang.
Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi LENTERA yang dapat menerangi sekitar kita.
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka BERDOALAH untuk kebaikan.
*Semoga berguna... Aamiin.*
READ MORE - JAGA AMANAT !
 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Halaman